Setiap manusia yang ada di dunia ini tentunya mempunyai impian dan harapan yang ingin diraih. Usaha untuk terus mencari cara untuk mewujudkan impian tersebut merupakan tekad yang harus dimiliki.

Impian yang dimiliki membuat seseorang mempunyai tujuan hidup untuk terus maju dan memiliki suatu hal yang berharga untuk diperjuangkan. Tidak peduli besar atau kecil impian tersebut, yang paling penting adalah bagaimana agar impian itu terwujud menjadi kenyataan.

Impian merupakan suatu imajinasi dan harapan yang dimiliki setiap orang untuk dapat terwujud. Tidak ada salahnya memiliki impian yang besar, tapi yang harus diketahui ialah tidak semua hal dalam dunia ini sesuai dengan yang kita harapkan. Realita yang tidak sesuai dengan kemauan terkadang menimbulkan luka yang teramat mendalam.

Rasa kecewa hadir jika kita terlalu berharap dan terobsesi dengan impian yang dimiliki. Memang tidak ada salahnya jika berharap dan memiliki impian yang besar. Namun, jangan sampai harapan itu terlalu tinggi. Karena di saat ekspektasi yang tinggi tidak bisa di realitakan, maka yang ada hanya rasa kekecewaan.

Dalam hidup ini terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Walau begitu, hal tersebut jangan sampai membuat kita berhenti mencoba hal yang baru.

Terdapat semboyan yang sering dikenal oleh khalayak awam, “Mati satu tumbuh seribu”, artinya meskipun semuanya telah hilang pasti selalu ada gantinya. Satu impian yang tidak terwujud bukan berarti semuanya telah sirna. Selalu ada banyak hal baru yang dapat dicoba, dan mungkin akan terwujud jika kita melakukannya dengan tekad yang kuat.

Sebagai seorang manusia, saya tentu memiliki impian yang diinginkan. Impian yang sudah ada saat masih dibangku sekolah, tertuang dalam catatan kecil dan ditempel di dinding kamar sebagai pemacu motivasi untuk menggapainya.

Pengorbanan waktu dan tetesan keringat yang diberikan hanya untuk mewujudkan impian tersebut. Namun, apa mau dikata. Harapan besar yang selalu saya pegang teguh dalam memperjuangkan impian tersebut hanya menjadi angan-angan saja.

Memandang impian seperti bintang yang jauh di langit. Gundah gulana yang dirasakan karena terus berpikir, akankah impian tersebut dapat terwujud?.

Banyak tokoh terkenal yang mengatakan, “usaha tidak akan menghianati hasil”, kenyataannya justru malah sebaliknya. Saya beranggapan kata-kata itu merupakan omong kosong belaka.

Seiring berjalannya waktu, saya mulai berpikir dengan melihat dari sudut pandang yang berbeda. Mengambil persepsi yang terbuka dan tidak hanya mengambil dari satu patokan saja. Mungkin bukan jalannya, kalimat itulah yang terlintas di pikiran saya.

Berdamai dengan diri sendiri merupakan satu-satunya jalan yang dapat diambil. Gejolak dalam diri karena ketidakberhasilan dalam menggapai impian, tentunya menyimpan luka emosional. Di saat inilah pentingnya berdamai dengan diri sendiri, melepaskan semuanya seperti angin yang berhembus.

Di saat harapan kita tidak sesuai dengan kenyataan, saat itulah kita merasakan bahwa kemungkinan kita telah melakukan 2 kesalahan, yaitu berharap yang terlalu mustahil dan  menaruh harapan terlalu tinggi hingga tidak mampu mewujudkannya. 

Mungkin sudah begitu banyak rencana yang selama ini kita tuliskan dan impikan. Begitu pula dengan usaha keras yang kita lakukan agar setiap rencana tersebut dapat terealisasikan

 Ketika satu impian yang tidak terwujud dan berakhir mengecewakan membuat kita rasanya malas untuk memulai sesuatu yang baru, karena masih teringat dengan impian dulu yang tidak terwujud. Ibaratnya dalam hal romansa di mana seseorang susah untuk memiliki pasangan yang baru karena sulit melupakan yang lama.

Kenangan pahit akan impian yang tidak terwujud, memberikan kita pelajaran kehidupan yang amat berharga. Belajar untuk mengikhlaskan merupakan salah satunya.

Ikhlas bahwa hal yang ingin digapai mungkin bukan yang terbaik dan juga bukan merupakan jalan hidup kita. Belajar mengikhlaskan bukanlah hal yang mudah, tapi perlahan seiring waktu berjalan kita pasti bisa merelakannya.

Bayangan akan harapan yang ingin dicapai dan usaha keras yang sudah dilakukan untuk membuatnya terwujud tidak membuahkan hasil. Hal ini terdengar tidak adil bagi beberapa kalangan, tapi itulah nyatanya. Tak semua mimpi dan cita-cita yang sesuai dengan kemauan kita dapat terwujud dalam kenyataan.

Ekspektasi tak seindah realita, begitulah pepatah yang ada. Jangan terlalu memikirkan ekspektasi yang terlalu tinggi, karena bisa saja kita tidak akan menerima realita yang diharapkan.

Di dunia ini, bukan kehendak kita yang terjadi melainkan kehendak Tuhan. Baik menurut kita bukan berarti baik juga menurut Tuhan.

Begitu upaya perjuangan yang kita lakukan untuk mewujudkan impian hanya berbuah kegagalan, akankah kita melupakannya atau malah menjadikan sebatas kenangan masa lalu. Ingin dilupakan atau dikenang tergantung karakteristik setiap orang.

Ada orang yang ingin membuang jauh, melupakannya sampai ke akar-akarnya karena tidak ingin mengingat kembali kekecewaan akan harapan yang tidak terwujud. Namun, di sisi lain ada juga orang yang ingin terus mengingatnya sebagai sebuah kenangan perjuangan akan masa lalu, meskipun tidak menjadi kenyataan tetapi usaha yang dilakukan layak untuk dikenang.