Mahasiswa
4 bulan lalu · 86 view · 2 menit baca · Ekonomi 71940_83928.jpg
Bbc.com

IMF 2018: Menguntungkan Atau Merugikan?

Saat ini, Indonesia tengah menjadi tuan rumah bagi penyelanggaran Annual Meetings of the International Monetary Fund and World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Provinsi Bali. Tentunya ajang ini menjadi keuntungan bagi Indonesia. Mengapa? Karena dengan begini Indonesia dibantu mempromosikan diri sebagai negara yang berpotensi tinggi menjadi mitra bagi negara lain. Acara ini diikuti oleh seluruh negara di dunia dan di hadiri oleh delegasi masing-masing negara. Jika Indonesia mampu memanfaatkannya secara optimal, maka impian menjadi negara maju bisa menjadi kenyataan.

Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, diperlukan pembangunan ekonomi yang signifikan melalui pengembangan infrastruktur, industri, perbankan. Kemudian, dalam prosesnya Indonesia juga memerlukan bantuan dari negara lain ataupun organisasi internasional seperti PBB, ASEAN, dan IMF. Bantuan ini dimaksudkan sebagai hubungan mutualisme antarnegara, misalnya melalui ekspor-impor barang. 

Momentum promosi Indonesia juga terjadi saat Asian Games 2018 di Jakarta dan Asian Para Games 2018 yang saat ini masih berlangsung

Di balik berbagai keuntungan yang didapat dari pertemuan IMF dan Bank Dunia, pihak oposisi Presiden Jokowi justru mengatakan bahwa biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk acara ini sangat besar. Tak lupa, mereka juga menyinggung soal bencana alam di Palu dan Lombok. 

Perlu diketahui bahwa anggaran untuk IMF telah dibentuk sejak awal tahun 2017, sehingga  pemerintah tidak mengetahui dan, tentu saja, tidak mengharapkan terjadinya bencana di Palu dan Lombok. Selain itu, Presiden Jokowi secara penuh pertimbangan menyetujui rancangan dana yang minimum untuk pertemuan IMF ini.

Kemudian, masyarakat juga harus memahami bahwa Indonesia telah terpilih sebagai tuan rumah untuk Annual Meeting IMF 2018 sejak Oktober 2015. Dana dan fasilitas yang dibangun tidak hanya sebatas untuk pelaksanaan IMF saja, melainkan juga untuk pembangunan pariwisata Bali di masa yang akan datang. 

Anggaran tersebut salah satunya digunakan untuk memperluas apron Bandara I Gusti Ngurah Rai, membuat terowongan di persimpangan dekat jalan tol bandara, sehingga dapat meminimalisir kemacetan, yang tentunya hal tersebut sangat bermanfaat bagi Bali dan kelancaran Annual Meeting IMF 2018.

Di samping itu, pelaksanaan IMF ini ternyata juga memberikan keuntungan ekonomi bagi Indonesia secara real, seperti pertumbuhan perdagangan dan tingkat pariwisata di Bali, dan tentunya kenaikan lapangan pekerjaan di daerah ini. 

Acara IMF juga membuahkan hasil, yakni investasi yang diberikan negara lain kepada pemerintah dalam bentuk penandatanganan investasi dan pembiayaan antara 14 BUMN dengan investor dan lembaga keuangan untuk 19 transaksi. Nilainya cukup fantastis, mencapai 13,5 miliar dollar AS atau setara Rp 202 triliun. 

Kerja sama tersebut terdiri atas strategic partnership, project financing, dan pembiayaan alternatif melalui pasar modal. Untuk sektor proyek infrastruktur yang termasuk dalam kerja sama ini di antaranya migas, hilirisasi pertambangan, pariwisata, bandar udara, kelistrikan, pertahanan, jalan tol, hingga manufaktur.

Tidak hanya itu, ternyata Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, merasa terkesan dengan performa Indonesia selama pertemuan IMF dan Bank Dunia, padahal dalam kondisi yang tengah dilanda bencana. Sehingga, sebagai bentuk dukungan, para anggota dan petinggi IMF secara sukarela memberikan bantuan dana bagi korban dan untuk pemulihan di Lombok serta Palu. Christine Lagarde juga memuji Indonesia sebagai tempat terbaik dalam pelaksanaan pertemuan tahunan IMF.

Oleh karena itu, jelas sudah bahwa IMF di Bali merupakan event yang sangat menguntungkan bagi Indonesia, bukan penghambur-hamburan uang semata. Pemerintah benar-benar berjuang demi Indonesia melalui IMF untuk mempromosikan dan memajukan negara, dan berhasil meraih keuntungan nyata darinya.

Masyarakat harus bijaksana dalam menyikapi berbagai berita atau isu negatif mengenai event bersejarah ini. Jangan mudah dipecah-belah oleh isu yang digulirkan para oknum yang ingin menjatuhkan Presiden Jokowi.