3 minggu lalu · 652 view · 4 menit baca · Saintek 29913_59374.jpg

Imajinasi, Artificial Intelligence, dan Hasrat Manusia Menjadi Tuhan

Manusia berimajinasi dan teknologi adalah hasil dari imajinasi. Percaya atau tidak semua hal yang mengagumkan di dunia teknologi berangkat dari sebuah imajinasi. Dulu orang berimajinasi bahwa manusia dapat terbang dan pada akhirnya manusia menemukan pesawat. Contoh lain adalah dulu orang berimajinasi dapat bertatap muka dengan seseorang melalui cermin dan sekarang orang bertatap muka melalui smartphone.

Manusia dengan imajinasi dan hasratnya terus mengembangan teknologi hingga ingin membuat sesuatu yang setara atau bahkan melebihi manusa itu sendiri. Sadar atau tidak teknologi berkembang seiring dengan berkembangnya manusia. Namun karena teknologi berkembang secara eksponensial dalam beberapa dekade terakhir teknologi mengalami perkembangan yang  sangat pesat.

Imajinasi manusia  terus berkembang hingga suatu saat manusia berpifikir bahwa akan ada benda yang dapat belajar secara mandiri. Imajinasi itu diwujudkan melalui sebuah benda bernama artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Dengan hadirnya ai memberikan tantangan baru bagi manusia.

Dalam perkembangaanya istilah ai pertamakali dikemukaan oleh John McCharty tahun 1956 di Konferensi Darthmouth. Menurut John McCharty sendiri artificil intelligence atau kecerdasan buatan adalah memodelkan proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar menirukan perilaku manusia. Ai terus mengalami perkembangan hingga saat ini.

Ai terbagi menjadi 3 yaitu artificial narrow intelligenece atau ai lemah yang berfungsi pada satu bidang  tertentu dan artificial general intelligence yaitu ai yang berfungsi pada berbagai bidang layaknya manusia. Ada juga artifcial super intelligence yaitu kecerdasan buatan yang melampaui kecerdasan manusia.

Salah satu ai yang cukup terkenal adalah ai bernama Deepblue .Ai tersebut adalah artificial narrow intelligence yang berfungsi untuk bermain permainan catur. Ai ini berhasil mengalahkan juara dunia catur  Garry Kasparov pada 12 Mei tahun 1997. Kemudian pada Tahun 2016 alphGo ai mengalahkan juara dunia permainan go,Lee Sedol.

Satu hal lagi adalah 19 April 2015 telah diaktifkan sebuah robot humanoid bernama Shopia yang dirancang oleh perusahaan yang berbasis di Hongkong, Hanson Robotics. Hal yang mencengangangkannya adalah bahwa pada tahun 2017 robot Shopia telah mendapat kewarganegaraan Arab Saudi. Shopia merupakan robot pertama yang memiliki kewarganegaraan.

Ada dua kubu yang berbeda pandangan yaitu kubu optimis dan kubu pesimis. Kubu pesimis  berpandangan bahwa jika terjadi kesalahan dalam ai diakhwatirkan akan ai tersebut akan menjadi ancaman bagi eksistensi manusia itu sendiri. Tokoh – tokoh yang khawatir akan keberadaaan ai diantaranya adalah Elon Musk, Sam Harris, Stephen Hawking, dan Nick Bostrom.

Satu sisi kubu optimis berpandangan bahwa dengan cara kerja ai yang begitu cepat dan luar biasa,ai itu sendiri akan sangat membantu untuk kehdupan manusia salah satunya bidang kesehatan ai yang memiliki system kerja yang begitu cepat dan luar biasa memberi peluang besar ditemukannya obat obat untuk penyakit yang belum ada obatnya salah satunya adalah AIDS.

Dari kubu optimis ada pemilik facebook Mark Zuckerbeg. Mark Zuckerberg pada laman facebook-nya mengmukakan  bahwa kita bisa membangun ai sehingga bekerja untuk kita dan membantu kita.

"Beberapa orang memiliki ketakutan soal bagaimana "AI" merupakan bahaya besar, tapi hal itu tidak masuk akal bagi saya dan kemungkinan itu terjadi jauh lebih kecil, dibandingkan dengan (bahaya akibat) bencana seperti meluasnya wabah penyakit, kekerasan, dan lainnya," ujar Zuckerberg.

Pada tahun 2016 facebook mengembangkan sebuah ai dimana mereka dapat berkomunikasi satu sama lain. Meraka adalah  Bob dan Alice, Bob dan Aliceice adalah sebuah chatbot yang berfungsi menirukan proses negoisasi manusia. Namun ada sesuatu yang aneh dari percakapan Bob dan Alice

Bob        :“I can I i everything else.”

Alice      :”Balls have zero to me to me to me to me to me to me to me to me.”

Bob        :”You I everything else “

Alice      :”Balls have zero to me to me to me to me to me to me to me to meca.”

Bob dan Alice menggunakan Bahasa yang cukup aneh dan sukar dimengerti oleh manusia. Seperti yang dikutip pada laman independent bahwa ai tersebut telah menciptakan kode bahasa sendiri. Sehingga pihak facebook men-shutdown ai tersebut.

Apakah teknologi baik atau buruk?

TTapi bukan  pertanyaan itu yang harus ditanyakan yang harus ditanyakan siapa yang akan memegang teknologi itu sendiri. Karena teknolgi erat kaitanya dengan kepentingan. Manusia memiliki kepentingan yang berbeda – beda yang menyebabkan gesekan antar kepentingan menimbulkan perpecahan dan teknologi berubah menjadi senjata mematikan.

Teknologi banyak dipengaruhi oleh berbagai kepentingan seperti kepentingan eknonomi, kesehatan, ataupun politik. Jika teknologi berkaitan dengan kepentingan maka kita sepatutnya menurunkan ego dalam berteknologi. Jika setiap manusia kekeh dengan egonya sendiri maka kehancuran akan terjadi cepat atau lambat.

Stephen Hawking dikutip Newsweek pada Selasa (7/11/2017). Kesuksesan dalam menciptakan ai yang efektif, bisa menjadi peristiwa terbesar dalam sejarah peradaban kita atau yang terburuk. Kita tidak tahu. Jadi, kita tidak dapat mengetahui apakah kita akan dibantu oleh ai secara tak terbatas, atau diabaikan, disisihkan, dan bahkan dihancurkan olehnya.

Dari pernyataan diatas maka wajar orang khawatir akan ancaman ai dimasa depan. Mungkin saja di masa depan akan lahir sebuah artificial super intelligence yang ditugaskan untuk menyelesaikan semua masalah yang ada di dunia ini . Namun bagaimana jika solusinya adalah manusia harus musnah. Sebegitu mengerikannya ancaman ai atau itu hanya sebuah kekhawatiran saja.

Dengan segala macam resiko yang tinggi itu. Apa sebenarnya tujuan manusia menciptakan ai. Memang tujuan teknologi adalah untu mempermudah pekerjaan manusia. Tapi tidakkah kita sadar bahwa sebenarnya ada tujuan tersirat,bahwa manusia ingin menjadi tuhan.  Hasrat manusia yang sangat besar da

“Kita harus mengakui kalau kita sedang dalam proses sebuah teknologi yang menyamai Tuhan sekarang adalah waktu yang tepat untuk memastikan bahwa itu Tuhan yang dapat hidup bersama kita. “ ujar Sam Harris

Tantangan terbesarya adalah bagaimana pada saat hadir artificial super intelligence apakah kita dapat mengendalikan makhluk yang lebh cerdas dari kita. Walau bagaimanapun suka tidak suka bahwa teknologi teras bergerak maju. Yang bisa kita lakukan adalah bersiap – siap akan datangnya ledakan teknologi dan informasi di masa depan. 

Cara terbaik adalah kita harus lebih bijak dan waras  dalam berteknologi. Dengan bijak dalam berteknologi kita dapat mengontrol apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakuan. Jadi Marilah kita bersiap untuk menyambut masa depan dengan penuh kebijaksanaan dan kewarasan.