Hidup manusia adalah proses konsumsi, yakni masyarakat konsumen , artinya  dimana segala sesuatu di jual. Dipertukarkan untuk hanya untuk sekedar  memenuhi hasrat ingin memiliki suatu barang, tidak terkecuali objek, pelayanan, tubuh, seks, kultur, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. (Baudrillard)

Semenjak Globalisasi yang menghapus batas- batas negara dengan doktrinya modernisasi, menegaskan kita harus mempunyai kesamaan Culture, kesamaan Trend baik itu model rambut, warna kulit, sampai pada hal terkecil sekalipun. Globalisasi tentunya tidak lepas daripada rencana para kapitalisme yang terhimpun dalam organisasi yang menghimpun para pemilik- pemilik modal yang berada di Negara maju untuk mengeruk keuntungan dari Negara- Negara bagian ketiga.

Ekspansi kapitalisme global ini tentunya tidak terlepas daripada keinginan mendasar daripada para kapitalis (Negara- Negara maju) yaitu perekonomian dunia yang menghendaki adanya pasar bebas atau menghendaki proses ekonomi yang membiarkan transaksi antara produsen dan konsumen tidak di intervensi oleh pemerintah.Dasar teori yang menggerakkan para kapitalis ini beranjak dari teorinya Smith yang beranggapan bahwa biarlah perekonomian dunia ini diatur oleh Invisible hand (mekanisme pasar).

Smith beranggapan bahwa perekonomian dunia tidak akan mengalami masalah besar dan berlarut- larut, karena ampuhnya mekanisme pasar. Tetapi depresi besar (Great Depression)  yang melanda perekonomian dunia selama 1929- 1933 telah mengubah kepercayaan itu. Keinginan Smith yang sebenarnya ingin melepaskan belenggu teori moral dan teologis dalam ekonomi menjadi celah dan gerbang para kapitalisme memperjuangkan keinginan mereka.

Setelah perang dunia ke-2 negara Eropa barat yang terlibat dalam perperangan ini mengalami dampak kesulitan dalam ekonomi akibat tingginya biaya perang yang telah mereka keluarkan. Untuk kembali memulihkan kondisi itu maka Negara- Negara Eropa Barat dan Amerika melakukan konsolidasi. Hasil daripada konsolidasi itu adalah adanya perubahan hubungan antar Negara dalam bidang Sosial, Ekonomi dan Politik.

Dominasi Kapitalisme yang identik dengan dengan penjajahan fisik di ubah menjadi penjajahan yang Non fisik. Sebagai contoh dibidang ekonomi dibentuklah lembaga- lembaga yang pada hakikatnya adalah mengendalikan Negara- Negara yang baru merdeka, seperti lembaga ekonomi berikut:World Bank, Organisasi ini didirikan pada tanggal 1 juli 1944 berfungsi sebagai lembaga internasional yang membantu Negara-

Negara dengan pembiayaan dan nasihat keuangan. IMF (International Monetary Fund) organisasi yang didirikan pada tanggal 27 september 1945 ini bertugas untuk membantu Negara- Negara anggota yang mengalami kesulitan ekonomi dengan cara meminjamkan bantuan dana dengan suku bunga pinjaman yang di tetapkan.

Sebagai syarat negera penerima bantuan dana harus mengikuti  kebijakan IMF dan World Bank dalam mengatur perekonomian.
GATT (General Agreement on tariffs and Trade) didirikan Tahun 1948 yang berfungsi sebagai lembaga yang mengatur transaksi perdagangan Negara yang tergabung di dalamnya. Setelah itu syiar- syiar modernisasi yang berangkat dari teori sosial atau disebut teori pembangunan ini dikembangkan di Amerika Serikat pada Tahun 1984 dan mendapat tempat pengembangan di Negara- Negara bagian ketiga.

Dalam konteks Modernisasi penggunaan cara- cara budaya barat maupun pemasukan barang- barang materi barat merupakan proses dari modernisasi, Riggs juga menyatakan bahwa proses modernisasi sebagai proses dari Westernisasi  dengan komponen- komponen di dalamnya adalah Industrialisasi, Demokrasi, Scientism, dan Ekonomi pasar. (Freed W.riggs) Sajak modernisasi makin menggiurkan ketika di lakukanya Revolusi industri pada abad ke-19. Revolusi industri menciptakan situasi ekonomi yang tidak biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, produk yang tersedia luar biasa dengan harga yang luar biasa rendah.

Kesemuanya tersedia hampir bagi setiap orang yang membutuhkan. Maka dimulailah era konsumsi massa, era hanya konsep konsumerism yang berlaku. Secara etimologi konsumerisme terbagi atas 2 suku kata Konsumer (orang yang mengkonsumsi) dan isme (paham) secara terminology kata konsumerisme dapat di definisikan adalah sebagai suatu paham yang menganggap puncak kebahagiaan seseorang adalah dengan memenuhi hasratnya untuk mengkonsumsi barang dan jassa dalam jumlah besar tanpa lagi membedakan kebutuhan dan keinginan.

Kekuatan kapitalisme juga makin di kuatkan ketika dimainkan instrumen alat transaksi ekonomi, periklanan, mall-isasi, jaringan tv, internet, catalog- catalog dll. Featershone menyatakan bahwa masyarakat konsumerisme adalah sebuah masyarakat postmodern. Jika masyarakat modern adalah masyarakat konsumsi maka alat konsumsi baru tersebut menjadi elemen kunci dunia postmodern.Sebagaimana telah disebutkan bahwa alat konsumsi yang telah di keluarkan oleh para kapitalis mempunyai fungsi yang baik lagi mempermudah kita dalam hal transaksi dll.

Namun tanpa disadari oleh pelaku konsumen alat- alat tersebut tanpa disadari akan berakibat negatif. Kita merasa dengan kartu kredit bisa mempermudah kita dalam hal pembelian dengan menggunakan alat tersebut kita merasa mampu membeli apa yang kita inginkan tanpa memperhatikan kebutuhan kita. Kegiatan konsumsi adalah kegiatan komunikasi yang mana ketika mengkonsumsi sesuatu berarti kita mengkomunikasikan pada orang lewat perbedaan tanda/objek. Orang tau kenapa kita lebih memilih BMW daripada Hyundai. (Jean Baudrillard).

Konsumerisme sering menunjukan bahwa masyarakat konsumeris lebih rentan terhadap kerusakan lingkungan, berkontribusi pada pemanasan global dan menggunakan sumber daya lebih tinggi dengan masyarakat lain. Mencoba untuk melakukan penghematan sumber daya tanpa mengurangi konsumerisme adalah seperti menaikkan harga rokok dengan asumsi mengganggu kesehatan tanpa menghentikan produksinya.

Tidak semua anti konsumerism menentang konsumsi dalam dirinya. Melainkan mereka menginginkan penempatan kebutuhan dan keinginan pada tempatnya agar sumber daya yang terbatas bisa di kontrol eksploitasinya oleh keinginan manusia yang tidak terbatas. Kurangi konsumerisme selamatkan bumi dan generasi.