Mahasiswa
2 bulan lalu · 2665 view · 5 min baca · Agama 67734_25563.jpg

Illuminati dalam Akal Kaum Ilusi

Tujuh puluh empat tahun setelah Indonesia merdeka rupanya tak menjamin merdekanya akal sebagian rakyat kita. Hal itu terbukti ketika banyak orang yang masih doyan memperdebatkan hal-hal yang tak substansial, lebih-lebih yang sering diperdebatkan itu ternyata masih bersifat prasangka. 

Sungguh sangat disayangkan, orang yang kerap terlibat di sini adalah para penyandang atribut religius yang tak jarang ilmunya masih butuh klarifikasi kembali.

Jangan sampai kesalahan data dalam kepala yang tak disadari disebarluaskan demi mencari pamor dengan dalih "menyelamatkan akidah umat". Jangan pula karena pengetahuan yang salah tersebut kita jadi mencurigai (suudzon) pada orang lain bahkan sampai sembarangan menuduh dengan label "sesat, Dajal, Yakjuj wa Makjuj, Antek Zionis, dan sebagainya".

Perlu diketahui, penyakit paranoid sedang mengidap umat muslim kita di Indonesia saat ini. Selain paranoid terhadap salib yang sering kali terjadi, mereka juga paranoid terhadap illuminati. 

Semua material benda yang kebetulan mirip dengan simbol illuminati mereka tuduh itu sebagai hasil rekayasa kaum Yahudi. Padahal hanya prasangka saja, yang penting bikin rame dulu, baru ujung-ujungnya nuduh pemerintah telah berkonspirasi dengan kaum Yahudi untuk memurtadkan akidah kaum muslim dan semua akan menjadi antek Dajal katanya.

Sungguh sempit sekali pikiran kalian. Kalau memang hal itu nyata adanya seperti yang kalian pikirkan, apakah kalian punya bukti valid atas prasangka kalian itu? Di mana masjid yang katanya representasi dari illuminati adalah hasil konspirasi pemerintah dengan kaum Yahudi? 

Kalau hanya praduga, dan ternyata tidak terbukti, berarti kalian telah berburuk sangka pada orang lain. Lebih dari itu, kalian juga sudah memfitnah saudara sendiri, yang beriman pada Tuhan Yang Maha Esa dan melaksanakan salat fardu lima kali sehari!


Oleh karenanya, apa yang disampaikan ustaz Rahmat Baequni dalam acara diskusi bersama Ridwan Kamil hari Senin kemarin adalah bagian dari ilusi illuminati ini juga. Ustaz yang katanya terkenal suka berceramah tentang akhir zaman ini blak-blakan mengkritik dengan nada menyindir bahwa Masjid al-Safar yang diarsiteki Ridwan Kamil itu disebut mirip simbol illuminati, dan karena mirip illuminati maka itu adalah bagian dari Dajal.

Lucunya lagi, para fans-nya pun tak ketinggalan ikut menyindir (boleh dikatakan memfitnah) kalau masjid itu penuh dengan pesan illuminati. Saat sang ustaz berseru, "Haram hukumnya simbol (illuminati) itu dalam mesjid, betul? Karena simbol itu akan membatalkan salat kita, dan akan menggugurkan tauhid kita!" Para fans dengan akal "manut wae" itu pun menyambut seruan sang ustaz, "betuuull," seolah apa yang disampaikan bernilai benar.

Padahal kalau kita mau menggunakan logika, sejak kapan salat di masjid yang ornamennya berbentuk segitiga Piramida dapat membatalkan salat? Sejak kapan pula sujud di tempat itu sama dengan bersujud kepada Dajal? Sejak kapankah orang yang membiarkan ornamen masjid berbentuk segitiga mirip Piramida ini menjadi auto-Dajal?  

Adakah dalil Anda wahai ustaz akhir zaman yang bisa mendukung argumenmu ini? Jangan hanya karena bermodal dalil "mirip Dajal" saja, Anda begitu leluasa membodohi umat, lalu seenaknya main tuduh ada konspirasi Yahudi bersama pemerintah. Sekali lagi, apakah Anda punya bukti kalau pemerintah ini sedang ingin memurtadkan rakyatnya?

Tak perlu jauh-jauh, masjid berkubah yang sering Anda tempati untuk beribadah nyatanya pun diadopsi dari bangunan Yunani (yang bukan Islam), bahkan diadopsi juga oleh kaum Yahudi dan Nasrani untuk tempat ibadah mereka, mulai dari kuil, sinagog, dan gereja. 

Kalau Anda meyakini itu arsitektur dari Islam, Anda salah besar! Tunjukkan bukti sejarah Anda kalau Nabi pernah membangun masjid dengan kubah dulu! Masjid di era Nabi tidak seperti sekarang, bentuknya sederhana dengan hanya dikelilingi dinding dan beratapkan pelepah pohon kurma.

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah masjid yang ternyata mirip dengan bangunan kaum Yahudi dan Nasrani itu bila ditempati salat sama dengan beribadah di sinagog atau gereja? Kalau iya, habislah miliaran kaum muslim di seluruh dunia dan runtuhlah iman mereka menjadi murtad karena mereka beribadah di tempat yang mirip dengan bangunan 'kafir'.  

Dan oleh karenanya, akidah Anda pun otomatis ikut murtad karena Anda pasti sering salat di masjid berkubah yang mirip dengan bangunan 'kafir' itu. So, masihkah Anda meyakini itu semua dapat menggugurkan tauhid umat muslim?

Memang betul ada organisasi illuminati yang digerakkan oleh kaum Yahudi dan konon mereka ingin mengendalikan dunia lewat ideologi mereka yang bernama "Tatanan Dunia Baru". Tapi tunggu dulu, tidak semua kaum Yahudi itu masuk dalam kategori yang Anda maksud. 

Nyatanya, tidak semua kaum Yahudi setuju dengan Tatanan Dunia Baru atau Zionisme. Mereka yang tidak setuju justru adalah kaum Yahudi yang asli di mana masih memegang nilai-nilai ajaran agama mereka. Bahkan ajaran agama mereka tidak membenarkan paham kaum Zionis yang secara zalim menduduki tanah Palestina.

Kalau Pak Ustaz pernah dengar Yahudi Ortodoks, itulah mereka. Silakan tanya, apakah mereka mengakui kaum yang menjajah Palestina itu sebagai bagian dari ras Yahudi? Jelas mereka akan menolak, karena faktanya kaum Zionis hanya segolongan orang-orang yang mengaku sebagai Yahudi. Aslinya mereka adalah bangsa Khazar yang kini mengeklaim sebagai Yahudi yang dikenal dengan Yahudi Askhenazi.


Pak ustaz nggak percaya? Silahkan simak ceramah Syaikh Imran Hosein yang juga sering mengulas ilmu akhir zaman, barang kali Pak ustaz bisa dapat pandangan baru yang lebih rasional ketimbang harus berdelusi tentang illuminati.

Saran saya, jangan terburu-buru menjustifikasi hal yang masih bersifat prasangka atau cuma sekadar mencocok-cocokkan antara benda yang satu dengan benda yang lain hanya karena kebetulan mirip. Kalaupun Anda berniat baik untuk umat, lakukanlah dialog dengan santun tanpa merasa lebih pintar di hadapan pemerintah, apalagi dengan gaya ceramah Anda sangat menggebu-gebu dan mencoba membangkitkan teriakan jemaah guna membenarkan isi ceramah Anda. Itu sombong namanya.

Tahukah Pak Ustaz bahwa menasihati orang lain juga ada etikanya, apalagi kalau dia seorang pemimpin? Memberi nasihat pada orang lain di depan umum yang disertai sindiran dan kata-kata yang menyudutkan bukanlah nasihat. Justru itu meruntuhkan dan menghancurkan martabatnya. 

Jika ditanya siapa yang mesti bertabayun perihal ornamen bangunan masjid, ya Anda-lah yang harusnya bertabayun, mengapa harus Ridwan Kamil? Bukankah Anda yang merasa terusik dengan kehadiran masjid itu? Kok nyuruh-nyuruh orang lain buat mendatangi Anda; Anda ini siapa?

Imam Syafi'i berakata, “Barangsiapa menasihati saudaranya dengan sembunyi-sembunyi, berarti ia telah menasihati dan mengindahkannya. Barangsiapa menasihati dengan terang-terangan, berarti ia telah mempermalukan dan memburukkannya.”

Oleh karenanya, saya setuju dengan pernyataan Pak Ridwan Kamil: kalau mau mengkritik hanya karena bentuknya segitiga, kritik saja sekalian semua simbol-simbol yang mirip dengan illuminati, seperti simbol FPI gitu. Barangkali Pak Ustaz mau menambah pahala dengan ber-'amar ma'ruf nahi munkar lewat perang terhadap segitiga.

Artikel Terkait