Terlahir sebagai "Anak Bangsa" dan "Ponakan Para Pejabat Negara" aku merasa layak untuk memperkenalkan masing-masing dari Paman dan Bibi ku kepada masyarakat Indonesia. 

Bukan! Bukan! Aku akan memperkenalkan Paman dan Bibi secara "Personal", dan tentunya terlepas dari "Raksasa Besar" (Dibaca : Partai Politik) yang ada di belakang Paman dan Bibi semua.

Tertanda, Masih Ponakan Pejabat Negara!

***

Ganjar Pranowo! Ini sungguh pemanasan yang sangat luar biasa dalam sudut pandang saya. Rasanya akan sulit ya, mengumpulkan para pendukung dari 50 kota besar (Aceh, Medan, Pekanbaru, Bukittinggi, Lampung, Bengkulu, Jakarta, Bogor, Sukabumi dll) yang ada di Indonesia dan mempersatukan mereka ke dalam sebuah komunitas "Sahabat Ganjar". 

Saya tepuk tangan ketika beranda-beranda sosial media saya dipenuhi oleh semangat para "Sahabat Ganjar" ini.

Selain Puan Maharani, nama Ganjar Pranowo mencuat juga tidak kalah populer apakah itu dengan damage positif, atau pun damage negatif. 

Dan popularitas ini diperoleh tanpa adanya "Baliho", lagi-lagi saya dibuat tepuk tangan atas apa yang meramaikan dunia perpolitikan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Saking populernya, bahkan elit politik dalam partai yang sama pun merasa risih dan tidak nyaman hingga harus mengeluarkan sindiran-sindiran bernada kejulit-an.

Elit partai : Jangan terlalu genit!

Ponakan mu : Oalah gatel sitik ora opo-opo to, wong itu maunya tim sukses kok!

Dilansir dalam sebuah wawancara dengan narasumber Djayadi Hanan selaku Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia beserta Rinto Wardana selaku Ketua Umum komunitas "Sahabat Ganjar". Dimana pemaparan mereka berintikan bahwa,

Gerakan yang mereka lakukan sekarang ini, adalah wujud informasi kepada masyarakat luas bahwa Indonesia memiliki sosok "Calon Presiden" yang layak dan pantas, dimana salah satu di antaranya adalah Ganjar Pranowo. 

Dan mereka pun memberi pengakuan bahwa yang tergabung ke dalam "Sahabat Ganjar" ini juga merupakan "Tim Sukses Jokowi" dulunya.

Lantas kenapa terlalu dini?

Karena Ganjar Pranowo merupakan Kader "Terdigdaya" dalam partai politiknya, namun Puan Maharani juga berada di dalam partai politik yang sama.

Jika Ganjar Pranowo dicalonkan menjadi Presiden, tentu Puan Maharani kehilangan kesempatan dalam periode ini, dan jika Puan Maharani dicalonkan menjadi Presiden, tentu partai politik akan kehilangan Kader "Terdigdaya" mereka.

Sehingga, gerakan yang dilakukan oleh para "Sahabat Ganjar" sekarang ini saya simpulkan sebagai alternatif B, sekiranya benar partai mereka justru mencalonkan Puan Maharani, diharapkan ada partai politik lainnya yang memilih Ganjar Pranowo untuk dicalonkan lantaran damage positif yang sudah mencuat. Tapi malah disangka caper, atuh dimaklumi saja.

Wahai masyarakat Indonesia, ketahuilah! Sungguh ada kejadian yang sangat-sangat menarik "Di sini".

Dalam satu waktu, Puan Maharani mengadakan pertemuan dengan para Kader yang ada di Jawa Tengah. Para Pejabat Provinsi turut diundang dalam rapat tersebut, dan sangat jelas terlihat bahwa tidak ada Ganjar Pranowo selaku Gubernur pada rapat itu.

Sempat Puan Maharani menyebut-nyebut kepada para kader untuk tidak hanya berkontribusi di sosial media sedang dalam pertemuan langsung tidak terlihat. 

Selang beberapa hari, beredar lah fakta bahwasanya Ganjar Pranowo bahkan tidak diundang dan sama sekali tidak mendapatkan undangan untuk rapat.

Dan yang tidak kalah menggemparkan dunia perpolitikan, ini saya juga akan bertepuk tangan namun justru untuk keberanian Puan Maharani.

Ketika masyarakat Indonesia bertanya di salah satu postingan Puan Maharani,

Masyarakat : Kalau Kader "Terdigdaya" dipinang partai lain bagaimana?

Tak lama, Puan Maharani muncul dengan postingan terbarunya,

Puan Maharani : The Game is On!

Luar biasa! Keberanian, ketangguhan, ambisi perempuan yang satu ini sangat amat saya acungkan jempol.

Terlepas dari masing-masing damage positif yang sedang mereka munculkan, saya mendapati beberapa damage positif dari seorang Ganjar Pranowo yang diberitakan di stasiun televisi atau pun sosial media lainnya.

Mulai dari, kunjungan Gubernur Jateng ini ke Rumah Sakit demi menjumpai seorang anak yang positif covid 19 hingga akkhirnya anak tersebut diberikan kotak pensil dan juga cokelat. 

Di sini saya tidak hanya melihat sosok Ganjar Pranowo yang keras dan tegas ya, namun saya mengenalinya secara personal dan itu cukup terlihat pada damage yang satu ini.

Berlanjut video tiktok yang viral ketika Ganjar Pranowo menyeruput kopi Hitam yang rasanya pahit seperti PPKM level 4 sehingga tidak bisa kemana-mana. 

Tidak hanya saya, tapi sepertinya lagi-lagi damage positif baru pun muncul selain sosok yang keras dan tegas, Ganjar Pranowo juga merupakan sosok yang humoris.

Sebagai penutup, tentu saya menuliskan pemaparan ini dalam keadaan sadar, bahwa "Setiap Pejabat Negara" tidak akan terlepas dari embel-embel "Citranya". 

Namun harus tetap saya akui, dalam sebuah film pendek berjudul "Anak Negri" yang menceritakan kisah kehidupan seorang Ganjar Pranowo, ada satu part yang sangat amat saya suka, bahkan saya dibuat merinding karenanya.

Part ketika Ganjar berangkat ke sekolah, berbincang-bincang dengan kernet di bus. Dan ketika Ganjar turun dari bus kemudian melangkah menuju gerbang sekolahnya, kernet bus tersebut berteriak,

"GANJAR! KAMU HARUS JADI SOEKARNO!"