Dzulhijjah 1442 H, menandai enam belas pagebluk sejak Maret 2021 diumumkan kasus pertama. Sementara itu, di Makassar dirawat 341 pasien dimana idul fitri sebelumnya hanya 12 pasien.

Kondisi ini dimana terdapat 12 pasien yang terinfeksi varian Delta. Sehingga disebarkan edaran untuk melaksanakan idul adha tidak saja dengan protokol kesehatan yang ketat, juga dengan kapasitas yang terbatas.

Keputusan untuk menerbitkan edaran dicapai setelah diskusi pemerintah kota Makassar dengan pelbagai elemen. Termasuk dengan DPP IMMIM, organisasi kemasjidan pertama di Indonesia yang sampai sekarang tetap eksis dalam membina jamaah masjid dan mengkomunikasikan kepentingan jamaah melalui pengorganisasian masjid.

Bahkan di daerah yang memungkinkan pelaksanaan idul adha, diselenggarakan di tempat terbuka. Walhasil, cuaca yang cerah mengiringi pelaksanaan hari raya.

Bagi masyarakat yang melaksanakan di lorong-lorong, ini menjadi sebuah suratan takdir. Dimana walikota periode sebelumnya justru secara khusus memprogramkan penataan lorong. Tidak saja dalam arti pemberdayaan masyarakat lorong, termasuk juga penataan jalan dan fasilitas penerangan.

Dengan program ini, justru sekarang digunakan untuk pelaksanaan idul adha di lorong-lorong yang sudah tertata rapi. Masyarakat menyelenggarakan idul adha dalam skala kecil dan terbatas dengan memanfaatkan sarana lorong.

Adapun pemotongan hewan qurban sepenuhnya dilaksanakan di tempat terbuka yang memungkinkan tidak adanya kerumunan. Bahkan bagi wilayah yang memiliki rumah potong hewan, disarankan cukup disembelih menggunakan fasilitas RPH.

Dari pelbagai media, salah satunya media sosial, kekhidmatan penyelenggaraan ibadah haji juga terselenggara dengan kapasitas terbatas. Hanya 60.000 jamaah yang diizinkan untuk turut melaksanakan rangkaian ibadah haji, dari kapasitas 2 juta orang.

Sementara itu, jamaah haji Indonesia merupakan jamaah yang terpilih untuk melaksanakan ibadah haji adalah warga Indonesia yang sudah muqim di Saudi. Sehingga tidak ada pemberangkatan dari tanah air. Ini juga berlaku bagi semua negara. Termasuk Malaysia sekalipun.

Tahun-tahun sebelum pandemi, jamaah Indonesia mencapai jumlah 200.000 lebih. Dengan jamaah regular dan juga kelompok jamaah khusus yang dikenal juga dengan istilah ONH plus.

KJRI Jeddah merilis bahwa terdapat 327 jamaah Indonesia yang mendapatkan izin untuk melaksanakan ibadah haji. Pendaftar mencapai 558 ribu orang, dari 150 negara. Walaupun demikian, tetap saja ada warga yang nekat untuk melaksanakan haji.

Media daring, Detiknews mengabarkan bahwa ada Sembilan orang yang menerobos untuk melaksanakan ibadah. Aparat Saudi menangkap para penerobos ini.

Lokasi pelaksanaan ibadah haji tetap diawasi dan dipantau oleh aparat keamanan. Sekaligus menjamin bahwa pelaksanaan haji justru menjadi momentum mendekatkan diri kepada Allah. Bukannya menjadi penyebaran wabah.

Sebagaimana 1421 H yang lalu, dengan jamaah sejumlah seribu orang tetap terlaksana tidak saja sesuai dengan tuntunan ibadah tetapi juga dengan protokol yang memungkinkan kesehatan jamaah tetap terjaga.

Dua tahun terakhir, kerajaan Saudi Arabia menyelenggarakan ibadah haji dengan memfasilitasi bagi warga yang sudah ada di Saudi sebelumnya. Untuk sementara, tidak ada pemberangkatan dari negara manapun.

Ketiadaan jamaah yang berangkat dari Indonesia sepenuhnya bermuara pada kebijakan kerajaan Saudi yang tidak menerima kedatangan jamaah dari negara manapun. Walau sudah divaksin sekalipun.

Termasuk mensyaratkan setiap jamaah untuk mengoperasikan dua aplikasi yaitu tawakkalna dan sihhatiy. Keduanya, akan memantau pergerakan jamaah, termasuk jangka waktu maksimal berada dalam lingkungan masjid, baik di Mekkah maupun Madinah.

Bahkan untuk aplikasi tawakkalna diberikan kemudahan untuk siapa saja, termasuk warga yang sudah habis izin tinggal sekalipun. Persoalan kesehatan menjadi kebutuhan semuanya, dengan tidak memandang status iqamah (izin tinggal).

Begitu pula syarat bagi jamaah untuk mendaftar dengan menyelesaikan dua kali vaksin. Walau sebelumnya hanya menyetujui penggunaan Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca, namun tujuh hari sebelum hari raya haji, penggunan CoronaVac juga sudah disetujui.

Ibadah, Antara Kemeriahan dan Kesunyian

Sebelum ini, pelaksanaan ibadah selalu dirayakan dengan keramaian. Termasuk takbiran, dilaksanakan dalam bentuk takbir keliling. Begitu pula mercon, dan petasan yang mengiringi.

Justru dalam masa pandemi, ibadah terlaksana dengan kekhidmatan yang sama namun dilaksanakan bersama keluarga inti dan dengan skala terbatas.

Inti dari ibadah bukan pada jumlah jamaah tetapi kekhusyuan dan juga kelengkapan pelaksanaannya. Sehingga setiap kepala rumah tangga justru menjadi imam dan juga khatib bagi keluarganya masing-masing.

Justru dengan pandemilah yang menjadi kesempatan kembali belajar. Jikalau selama ini, urusan menjadi imam dan khatib hanya diserahkan kepada orang tertentu, maka kini setiap lelaki adalah imam dan juga khatib.

Jangan sampai justru ketidakmahiran memerankan kedua tugas tersebut menjadi kendala sehingga ibadah tidak dilaksanakan dalam skala terkecil, di rumah masing-masing.

Dalam satu kesempatan bersua dengan Prof. Qasim Mathar bahwa pandemi ini menjadi gong dimana semua aspek kehidupan mengalami reinterpretasi sesuai dengan kondisi kekinian. Diantaranya juga adalah pemahaman fikih yang tidak lagi setakat hanya merujuk pada praktik yang sudah berlangsung berabad-abad lamanya.

Kini, semuanya “direvisi” untuk menjamin keselamatan. Bahkan shaf yang sejatinya tidak saja lurus, tetapi juga rapat, kini dilaksanakan dengan tetap lurus namun dengan berjarak.

Begitu pula rukun Islam yang terakhir, ibadah haji. Juga mengalami penyesuaian dalam prosedur peneyelenggaraan. Bukan dalam arti ibadah haji yang berubah, tetapi proses penyelenggaraan yang selama ini dibuka untuk warga seluruh dunia, kini dibatasi untuk warga yang tetap berasal dari seluruh dunia, namun sudah berada di Saudi.

Ikhtiar yang dapat dilakukan, hanyalah dengan mendaftarkan diri untuk melaksanakan ibadah. Selebihnya merupakan kuasa pemerintah untuk menentukan. Ketika belum terpilih, maka kesempatan itu tentu datangnya dari Kuasa Yang Esa.