Apa sebenarnya arti dari kesuksesan sehinggas setiap manusia pasti ingin meraih sukses? Ada yang ingin memperoleh kesuksesan dari usahanya, ada juga sukses dengan karirnya, atau bahkan suskes dalam membina rumah tangganya. Bahkan ada yang menjadikan sukses sebagai tujuan hidup.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sukses berarti berhasil; beruntung. Sementara menurut ensiklopedia bebas Wikipedia, sukses didefinisikan sebagai suatu kehormatan atau prestise yang dikaitkan dengan pencapaian suatu kedudukan seseorang dalam status sosialnya. Mungkin saya dan semua orang sepakat bahwa sukses bisa dikatakan sebagai pencapaian terhadap sesuatu yang kita impikan.

Selanjutnya, mari kita lihat contoh-contoh orang yang pada saat ini telah kita sepakati bahwa mereka adalah orang yang telah mendapatkan kesuksesan di dunia, dan apa sih rahasia mereka mendapatkan kesuksesan tersebut?

Pertama, Jack Ma. Dia adalah orang terkaya di China. Apa rahasianya?

We are never in lack of money. We lack people with dreams, who can die for those dreams.”

Ma pernah mengatakan bahwa salah satu kunci kesuksesan Alibaba adalah berani bermimpi dan menjaga mimpi itu agar tidak padam. Karena pada suatu hari nanti, mimpi tersebut bisa menjadi kenyataan. Ma juga bermimpi jika suatu saat nanti Alibaba akan mengalahkan Walmart sebagai retailer terbesar di dunia.

Kedua, Bill Gates. Dia adalah orang terkaya di dunia. Dia mengatakan bahwa salah satu cara menjadi sukses adalah dengan membaca. Salah satu buku karangan Bill Gates adalah “Road to Success”. Ia mengatakan,

Have such a sense of curiousity about the world helps anyone to succeed, no matter what job they choose.

Bill Gates percaya, senang membaca merupakan salah faktor dari kesuksesan. Dan hal ini terbukti pada Bill Gates yang sejak remaja gemar membaca buku dan mencari informasi dari buku yang dibacanya.

Ketiga, ini adalah salah satu cara menjadi seseorang yang sukses menurut orang jepang. Mereka yakin bahwa kunci sukses adalah pantang menyerah. Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah.

Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, tapi ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen).

Keempat, atau yang terakhir adalah mereka yang sementara eksodus besar-besaran datang ke Indonesia atau orang China. Di mana dalam jalan menuju kesuksesan mereka mementingkan manfaat dan bukan gengsi semata. 

Coba kamu datang ke rumah orang Tinghoa yang baru mulai bekerja. Lalu tanyakan barang-barang yang mereka punya. Mereka akan menjawabnya dengan alasan utilitas atau kegunaan barang tersebut. Orang Tionghoa paham bahwa suatu barang lebih penting punya nilai guna daripada gengsi. Apakah kita bisa seperti mereka?

Benarkah bahwa menjadi seorang yang sukses di dunia harus menjadi seperti Bill Gates atau Jack Ma. Atau dikatakan sukses di dunia harus dengan mengikuti caranya orang Jepang dan China? Atau selain dari itu adakah kesuksesan yang lebih indah di dunia ini? Apa hubungan antara kesuksesan dan Ibu?

Setelah mendengar kata sukses dan ibu, saya langsung mengingat kepada pemimpin-pemimpin atau orang-orang sukses yang ada di Indonesia yang mengatakan bahwasanya tanpa ibu, mereka tidak akan sukses dan bahkan bukan siapa-siapa. Siapa saja mereka dan apa kata mereka tentang ibu?

Pertama, Bapak Chairul Tanjung. Dia berkata, “Ibu adalah kunci kesuksesan  saya, tiap kali saya ingin mengambil langkah, saya selalu minta doa restu pada ibu.”

Kedua, Presiden keenam Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Dia berkata, “Sungkem meminta restu orang tua itu wajib! Tanpa doa, kerja keras, dan berkat mereka, tidak ada satu pun dari kita yang akan berhasil."

Yang terakhir, KH Mustofa Bisri. Dia berkata, “Saya tidak pernah menolak perintah ibu saya. Apa pun yang diperintahkannya, saya laksanakan. Tanpa berpikir dua kali."

Dari apa yang telah dikatakan oleh para tokoh bangsa tersebut, apakah ibu adalah kunci kesuksesan? Jadi apa sebenarnya arti kesuksesan yang paling hakiki?

Sentak pula saya terpikirkan bahwa dalam Islam dikatakan: “Dan doa ibu itu mampu menembus langit, sangat mustajab di hadapan Allah. Maka muliakanlah ibumu."

Di dalam Islam juga disebutkan bahwa, “Restu orang tua adalah restu Allah.”

Ketika kita mengetahui bahwa begitu pentingnya doa ibu kepada anaknya dalam meraih kesuksesan di dunia, apakah sekarang kita masih belum percaya atas dahsyatnya doa seorang ibu? Bukanlah tidak mungkin jika orang-orang sukses di seluruh dunia ini menjadi demikian sukses lantaran mempunyai hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya, terlebih dengan ibunya. 

Kenapa? Karena rida Allah ialah rida orang tua, dan doa ibu itu sungguh tanpa hijab di hadapan Allah, mudah menembus langit. Sehingga doa seorang ibu yang dipanjatkan untuk anaknya boleh jadi sangat mudah untuk Allah kabulkan.

Diriwayatkan Abu Hurairah, ada seorang laki-laki dating menemui Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, lalau bertanya: “Siapakah manusia yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?“ Rasulullah menjawab: “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi: “lalu siapa?” Rasul menjawab: “ibumu.” Orang itu masih bertanya lagi: “lalu siapa?” Rasul menjawab: “ibumu.” Orang itu masih bertanya lagi: “lalu siapa lagi?" Rasul menjawab: “Kemudian ayahmu.” (HR. Muslim).

Begitu mulianya seorang ibu, dan saya pikir semua agama sepakat bahwa ibu adalah seseorang yang paling mulia di muka bumi ini. Dan seorang ibu bukan hanya bisa memberikan kesuksesan dunia kepada anaknya melainkan ibu bisa memberikan kesuksesan dunia dan akhirat.

Akhirnya penulis menyimpulkan bahwa definisi kesuksesan yang paling hakiki adalah membahagiakan seorang ibu tercinta.

Dariku, untukmu, di harimu, Ibu. 

Jasamu Tak Terlupakan
Ibu...
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padaku waluapun aku suka marah-marah
Ibu....
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu...
kau yang pintar, baik, ramah, cantik, dan sopan
Ibu...
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karena aku selalu diejek
Ibu...
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku
Ibu...
terima kasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu

(Fatma)