“Selain pangsit Cwimie sebagai maskot kuliner, maka Bakso khas Malang juga menjadi menu wajib bagi petualang cita rasa yang asyik melangkahkan kaki, melenggang di kota Malang.”

Bertualang Rasa

Berkah mendapat udara yang bersih, karena tiap hari tersapu angin lereng gunung Kawi, maka hawa sejuk kota Malang telah memicu kebutuhan maupun keinginan syaraf-syaraf indera pengecap untuk bertualang cita rasa.

Tak banyak variasi masakan dan jajanan khas Malang. Karena kebanyakan orang asli Malang punya karakter tak begitu menjunjung tinggi kelimpahan dan cita rasa aneka masakan.

Mengambil satu istilah bahasa Jawa, yaitu Cikrik, yang kurang lebih berarti cukup berselera pada beberapa jenis masakan saja.

Menikmati sepiring nasi lauk sayur lodeh yang bersanding pecel atau nasi lauk sayur asem bening berhias sambal tempe kukus dan tahu goreng saja sudah cukup. Sepiring nasi berhampar daging masak lapis kecap atau semur daging kentang, itu sudah dinilai mewah.

Kebiasaan kebanyakan warga Malang dalam menikmati hidangan tersebut, memengaruhi keberadaan aneka masakan yang tersedia bagi penggemar kuliner di kota Malang.

Cita Rasa Gurih Renyah Tempe Khas Malang, Olahan Warga Kampung Sanan.

Tak banyak ragam masakan yang terkenal sebagai kuliner olahan khas Malang. Cukup berkisar bakso, cwimie, gado-gado siram, sego goreng mawut, rawon, mendol. Juga, tak ketinggalan tempe kedele ataupun menjes tempe kacang olahan warga kampung Sanan.

Menjes Tempe Kacang Hasil Olahan Kedelai Hitam, Hanya Ada di Kota Malang.

Adapun untuk minuman, maka wedang jahe, susu telor madu, kopi Dampit dan teh cap Naga, menjadi andalan saat semilir angin sejuk menerpa.

Di kota Malang terdapat banyak penyaji masakan yang terkenal sejak puluhan tahun lalu, ataupun yang relatif baru beberapa tahun pun beberapa bulan terakhir.

Sebut saja mulai dari beberapa sajian masakan, yang menarik dan perlu dicoba oleh para petualang cita rasa, saat berkunjung di kota Malang.


Pangsit Cwimie

Mulai dari kesukaan saya, pangsit Cwimie khas Malang.

Sajian mie yang satu ini memiliki cita rasa unik, yang berbeda dengan masakan mie di daerah lain. Beragam penyedia pangsit Cwimie, menggunakan beraneka kualitas mie dengan racikan berbumbu khusus, demi memenuhi selera pelanggan masing-masing.

Mulai dari mie kuning bertekstur kenyal, baik yang berbentuk bulat panjang bukan kriting, hingga penyaji pangsit Cwimie dengan mie berbentuk pipih.

Berbeda dengan cara memasak bakmi goreng ataupun kuah yang terdapat proses menggoreng di atas wajan berminyak, maka memasak mie untuk sajian pangsit Cwimie hanya direbus hingga matang. Lalu diaduk menggunakan sumpit bersama berbagai bumbu unik dalam sebuah mangkok, bukan piring.

Adapun taburan utama di atas semangkok Cwimie bukan ayam suwir. Melainkan olahan daging ayam cincang halus, hampir menyerupai abon.

Sensasi khas aroma adonan mie matang dalam mangkok bertabur bumbu dasar dan tambahan minyak sayur serta minyak ayam bawang, dipadu dengan sedikit tuangan kuah acar mentimun, bisa menarik perhatian.

Semerbak aroma Cwimie matang yang menebar luas, menjadi penanda bagi pejalan maupun pengendara, bahwa mereka sedang berada tak jauh dari tempat pengolah pangsit Cwimie. Dengan demikian, mereka tertarik untuk singgah sejenak, menikmati semangkok dua mangkok Cwimie hangat, melepas lelah, mengusir penat.

Cita rasa gurih sedikit asin berpadu segar sawi rebus atau slada air, juga acar mentimun dan ceplusan pedas acar lombok hijau serta kriuk pangsit goreng, menjadi sensasi tersendiri bagi penikmat pangsit Cwimie.

Terdapat tiga format sajian pangsit Cwimie versi warung ataupun gerobak dorong, yakni;

  1. Cwimie kering, yang berarti semangkok Cwimie tak berkuah kaldu.
  2. Cwimie basah, yang berarti semangkok adonan Cwimie ditambah kuah kaldu.
  3. Cwimie nyemek, yang berarti semangkok Cwimie dalam kondisi tak kering, juga tak basah.

Kata 'Nyemek' dengan pengucapan huruf 'e' seperti huruf 'e' dalam kata 'sedang'.

Pangsit Cwimie olahan nyemek dengan tingkatan basah yang moderat, sering kali dipesan olah kaum hawa. Sebuah fenomena wajar karena sudah menjadi kodrat, wanita bakal bahagia jika tersentuh relung hatinya dalam kondisi yang berimbang, moderat.

Sementara kaum pria yang lebih berkarakter jika iya maka bilang iya, jika tidak maka katakan tidak, maka mereka lebih sering memilih olahan Cwimie yang jika tak kering, ya basah sekalian.

Kalaupun memilih keduanya, yaitu pangsit Cwimie basah dan kering bersamaan, karena suasana hati dan cuaca sekitar menggugah selera, maka menyantap pangsit Cwimie basah lebih didahulukan. Baru setelah tandas tak tersisa, berlanjut menuntaskan semangkok pangsit Cwimie kering.

Sebuah fenomena yang menggambarkan pepatah berakit dahulu berenang ke tepian. Berbasah-basah menanam padi dahulu, bersenang panen kemudian.

Ketiga variasi basah, kering dan nyemek hasil olahan pangsit Cwimie itu, tak bakal ditemui pada tempat makan level Depot atau Restoran. Pada kedua level ini, pangsit Cwimie hanya disajikan dalam kondisi kering, berdampingan dengan semangkok kecil kuah kaldu.

Jika kita memesan semangkok pangsit Cwimie yang dipisah kuah pada penyaji level warung atau gerobak dorong, maka kuah bakal disajikan dalam mangkok yang berukuran sama dengan mangkok wadah pangsit Cwimie.

Hingga saat ini belum ada pangsit Cwimie Malang, dalam bentuk olahan mie Yamin berkecap manis atau asin. Juga, kecap manis langka ditemukan berada di meja makan penyedia pangsit Cwimie. Seringkali, cukup tersedia kecap asin, acar lombok, acar timun dan sambal saos berwarna oranye.

Menghidangkan pangsit Cwimie memiliki adab tersendiri, yakni semangkok porsi lengkap Cwimie dengan tumpukan sendok dan garpu. Tertata demikian, agar sang penikmat lebih mudah mengambil garpu terlebih dahulu untuk dipegang jemari tangan kanan, sementara sendok dipegang jemari tangan kiri.

Sehingga, menikmati pangsit Cwimie bakal lebih mudah dengan cara untaian mie panjang dibebat pakai garpu. Sedangkan kuah bisa ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam mangkok pangsit Cwimie atau diseruput langsung menggunakan sendok.

Kebanyakan warung maupun gerobak pangsit Cwimie menghidangkan semangkok Cwimie sekaligus menyertakan sepasang sendok dan garpu di bagian samping kanan dalam mangkok. Sedangkan penggunaan sumpit hanya sebagai alternatif, bukan utama. Sepasang sumpit disediakan dalam wadah sendok dan garpu bersih di atas meja.

Terdapat beberapa pengolah pangsit Cwimie yang memiliki cita rasa khas Malang. Mulai dari olahan ala gerobak dorong, warung, depot hingga restoran, yaitu;

  • Gerobak pangsit Cwimie Pak Soemarto yang mangkal di ujung Jl. Merapi arah stadion Gajayana. 

Pak Soemarto yang telah malang melintang didunia pengolah pangsit Cwimie format gerobakan sejak tahun 1975-an memang telah berpulang pada tahun 2015.

Saat ini, beberapa anak Pak Sumarto melanjutkan rintisan sang ayah.

Pak Soemarto (Alm.) Penggiat Pangsit Cwimie.

  • Warung pangsit Cwimie Kebo Ijo yang mangkal di daerah pasar Bareng sebrang Masjid sejak tahun 1984-an.

Pemilik warung sekaligus sang koki adalah seorang wanita paruh baya yang ramah dan sigap melayani permintaan pangsit Cwimie dari para pelanggannya.

Pangsit Cwimie Olahan Warung Kebo Ijo Pasar Bareng.

  • Warung Pangsit Cwimie Mekar Sari yang buka petang hingga malam hari di depan teras garasi, yang pagi sampai siang hari menjadi bengkel aksesori mobil, di ruas Jl. Raya Sulfat arah ke jembatan menuju Sawojajar.

Pangsit Cwimie olahan warung Mekar Sari Jl. Raya Sulfat.

Kualitas mie yang diolah di warung Mekar Sari, bertekstur kenyal ketika matang dan berwarna lebih kuning dibanding mie olahan penyaji pangsit Cwimie lainnya. Merupakan ciri khas tekstur dan warna mie hasil masakan dapur rumah sendiri.

  • Depot TAN yang berada dalam gang di daerah Celaket, tak jauh di belakang satu hotel berbintang tiga.

Pangsit Cwimie Olahan Depot TAN Celaket.

Karena ruang depot tak begitu luas, maka menikmati pangsit Cwimie di depot TAN hanya bisa dibungkus, lalu dibawa pulang. Itupun kudu dipesan beberapa hari sebelumnya. Karena pangsit Cwimie TAN dikemas limited edition. Bahkan sering kehabisan karena telah dipesan oleh pelanggan di luar kota Malang seperti Jakarta dan Bali.

  • Pangsit Cwimie olahan Kedai Mie Sutoyo (KMS) yang terletak di bilangan Jl. Letjen. Sutoyo di samping panti pijat tunanetra.

Pangsit Cwimie olahan KMS termasuk unik. Karena menggunakan mie kuning yang berbentuk pipih, bukan bulat sebagaimana umumnya. 

Bagi penggemar olahan pangsit Cwimie yang bercita rasa manis, bakal termanjakan oleh masakan restoran ini.

Pangsit Cwimie Olahan Depot Klenteng / Restoran KMS.

Adapun biang Cwimie KMS pertama kali dan masih ada hingga kini, adalah gerobak yang mangkal di tempat parkiran ruang bawah di Klenteng kota Malang.


Oskab Ngalam.

Selain pangsit Cwimie sebagai maskot kuliner, maka Bakso khas Malang juga menjadi menu wajib bagi petualang cita rasa yang asyik melangkahkan kaki, melenggang di kota Malang.

Seringkali, istilah Bakso Malang disebut dalam bentuk bacaan terbalik, dari kanan ke kiri, menjadi Oskab Ngalam.

Oskab kebalikan dari Bakso, sementara Ngalam adalah Malang.

Sudah menjadi hal yang dipahami bahwa gaya bahasa terbalik, atau boso walikan, atau osob kiwalan menjadi salah satu ciri bahasa gaul Arek-Arek Malang, yang akrab disebut Kera-Kera Ngalam.

Adapun cara pengucapan 'Kera' dalam bentuk huruf 'e' sebagaimana huruf 'e' dalam kata 'emansipasi'.

Di luar kota Malang, maka istilah Bakwan Malang lebih familiar digunakan untuk menyebut Bakso Malang.

Bisa jadi, disebut Bakwan karena aneka isian Bakso Malang terbilang unik, yang tak hanya berisi bulatan pentol daging semata. Namun juga tersedia variasi isian pendamping pentol bulat, seperti bakso urat kasar yang dulu disebut tim, siomai goreng, siomai basah, tahu putih, tahu goreng, hingga irisan paru dan ati ampla.

Penampilan Bakso Khas Malang Format Gerobak Dorong dari Gang ke Gang Perkampungan.

Lontong, mie keriting dan bihun, juga menjadi isian Bakso Malang.

Namun tidak untuk nasi!

Menikmati Bakso Malang beserta nasi, tak pernah disajikan di warung maupun gerobak dorong. Melainkan, jika si pembeli membutuhkan seporsi Bakso sebagai hidangan di rumah.

Biasanya, seporsi Bakso sebagai pendamping nasi adalah lauk bagi anak-anak agar lebih bergairah menyantap asupan makanan bergizi, supaya menjadi energi pada masa pertumbuhan.

Keutamaan cita rasa Bakso Malang berada pada sensasi gurih dan segar kaldu kuah. Sementara rasa aneka isian, lebih mengikuti dominasi rasa kuah. Oleh karenanya, rasa kuah Bakso Malang menjadi unik, berbeda dengan kuah bakso olahan daerah lain.

Menyajikan semangkok Bakso Malang tak perlu ditambah garam ataupun penyedap rasa, sebelum mangkok dituang kuah panas. Juga tanpa sayur sawi dan kecambah mentah.

Aneka Isian Bakso Khas Malang Dalam Panci Gerobak Dorong.

Terdapat keunikan cara menikmati Bakso Malang. Dari cara menyantap, bisa diduga sang penikmat berasal dari luar kota atau asli Malang.

Warga asli atau yang telah tinggal lama di Malang, lebih memilih untuk tak mencampur langsung saos tomat atau kecap ke dalam semangkok Bakso. 

Sambal bisa saja ditambahkan langsung. Namun, saos tomat, kecap dan sambal ditaruh dalam tatakan kecil, lalu menjadi cocolan atau olesan bagi setiap irisan isian Bakso, hingga tuntas, sampai titik kuah penghabisan.


Invasi Berbuah Inovasi

Akhir-akhir ini, seiring bertambahnya jumlah pendatang, terdapat tantangan bagi pengolah kedua maskot kuliner khas kota Malang, yakni; pangsit Cwimie dan Bakso, untuk berani keluar dari zona nyaman.

Dalam hal pangsit Cwimie, mulai terdapat kecenderungan adanya permintaan dan pemenuhan kebutuhan olahan mie ayam yang punya cita rasa manis, berkuah dengan taburan irisan daging ayam lebih besar, yang notabene berbasis mie ayam olahan khas poros Wonogiri-Solo.

Akhir-akhir ini pula, mulai menggejala terdapat beberapa rumah makan yang dalam daftar menunya menyebut 'Pangsit Mie', yang berarti adalah olahan pangsit Cwimie. Atau menyebut 'Mie Ayam', yang berarti menyajikan cita rasa mie ayam ala Wonogiri-Solo.

Gejala perubahan memesan masakan mie tersebut, membuat pelanggan kudu cermat dalam memilih sajian yang tersebut dalam menu. Agar tak kecewa gegara keliru memesan. Tadinya bermaksud menikmati pangsit Cwimie Malang, ternyata masakan yang datang adalah mie ayam Wonogiri-Solo, atau sebaliknya.

Kecenderungan yang sama juga tengah menguji eksistensi Bakso khas Malang.

Beberapa nama penyaji Bakso khas Malang yang sudah ternama sejak puluhan tahun lalu, saat ini tengah ditantang oleh kehadiran olahan Bakso Solo yang telah diinovasi menjadi Bakso Malang.

Hasil inovasi bakso tersebut berupa cita rasa yang telah mendekati ciri khas Bakso Malang dan variasi isian yang tak sekedar pentol bakso semata sebagaimana bakso khas Solo pada umumnya. Juga, tanpa tambahan irisan sayur sawi dan kecambah, karena sejak dulu Bakso khas Malang tak mengenal tambahan kedua sayur tersebut.

Bakso Solo Kidul Pasar, Salah Satu Bakso Favorit di Kota Malang.

Persaingan pun menjadi nyata, karena pilihan ditentukan oleh para pelanggan yang memilih untuk menikmati sajian Bakso khas Malang yang asli olahan orang Malang, beserta nostalgia puluhan tahun lalu yang tersemat didalamnya.

Atau, lebih memilih kualitas cita rasa Bakso khas Malang hasil inovasi bakso Solo, yang menawarkan sensasi lebih kaya rasa, sebagai buah inovasi yang adaptif, sebagaimana semangat juang para pendatang.

Pada akhirnya, pelanggan menetapkan olahan bakso mana yang sesuai dengan karakter selera masing-masing. Berkenan memilih semangkok Bakso olahan asli Malang atau olahan inovatif Solo.

Semangkok Bakso Malang Hasil Inovasi Bakso Solo.

Saling bersaing dengan wajar untuk tetap bertahan, memang lumrah dalam kehidupan pada dunia yang selalu berputar. Selayaknya petikan syair dalam lantunan satu tembang group band asal Inggris Duran Duran, berjudul Ordinary World.

"But i won't cry for yesterday, there's an ordinary world, somehow i have to find.

And as i try to make my way, to the ordinary world,

i will learn to survive."

Bersambung.