73178_60038.jpg
Lingkungan · 5 menit baca

Hutan Sahabat Kertas
Merawat Hutan, Menggunakan Kertas

Paru-paru dunia, demikian sebutan untuk hutan yang sering kita dengar dan baca diberbagai media artikel. Paru-paru dunia, sebuah ungkapan atas fungsi hutan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk di dunia.

Sebagai paru-paru dunia, hutan berperan penting dalam meyerap karbondioksida yang ada di udara dan melepaskan oksigen yang lebih banyak yang bermanfaat bagi tumbuhan, hewan dan manusia. Tajuk Pohon yang banyak dan berlapis-lapis pada tanaman yang ada di hutan sangat membantu menahan energi potensial air hujan yang jatuh sehingga aliran air tidak terlalu besar.

Hal ini dapat mengurangi kerusakan tanah, baik erosi percikan maupun erosi alur. Selain itu di hutan tumbuh beraneka spesies pohon yang menghasilkan kayu dengan berbagai ukuran yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan pulp dan kertas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Kekayaan hutan yang berlimbah membuat manusia terpikat dan terlena sehingga kadang lupa untuk melestarikan hutan.

Manusia mengeruk dan menguras hasil hutan tanpa ampun, menyebabkan hutan menjadi tandus dan kosong. Akhir dari semuanya hutan menjadi rusak dan berubah alih fungsi. Menurut World Bank pada tahun 2004, kerusakan hutan Indonesia sudah hampir 45 juta hektar dari luas hutan yang hanya tinggal 120,35 juta hektar, dengan demikian lebih dari sepertiga hutan tropis Indonesia telah hancur.

Ini merupakan tragedi besar, sama halnya dengan musibah-musibah yang pernah terjadi bekangan ini. Tragedi penebangan hutan ini sama dasyatnya dengan bencana tsunami yang terjadi beberapa tahun lalu di Nanggroe Aceh Darussalam. Bila bencana tsunami korban fisik lebih besar lagi, maka tragedi penebangan hutan ini menghancurkan dari segi lingkungan dan keselamatan ekosistem hutan.

Dalam dunia industri pembuatan pulp dan kertas, hutan merupakan ujung tombak dari keberlangsungan industri pulp dan paper. Hal ini disebabkan karena hutan merupakan sumber utama penghasil bahan baku kayu. Kayu merupakan sumber serat utama untuk pembuatan pulp dan kertas, disamping non kayu. Hampir 93% kebutuhan serat virgin dunia diperoleh dari kayu.

Mengutip data Kementerian Perindustrian tahun lalu kapasitas terpasang pabrik pulp di Indonesia mencapai 7,9 juta ton. Tahun 2017 nanti, kapasitas terpasang pabrik pulp diproyeksi meningkat 26,5% menjadi sekitar 10 juta ton. Peningkatan kapasitas terpasang disektor produksi pulp tentu saja akan berdampak terhadap kebutuhan bahan baku kayu.

Pada tahun 2017, kebutuhan bahan baku kayu akan mencapai 45 juta meter kubik (m3), naik 27,5% ketimbang tahun lalu yang mencapai 35,3 juta m3. Seperti halnya industri pulp, kapasitas produksi kertas pada 2017 juga diprediksi meningkat menjadi 17 juta ton atau naik 22,3% ketimbang 2013 yang sebanyak 13,9 juta ton.

Untuk memenuhi kebutuhan kertas sekitar 17 juta ton di tahun 2017, diperlukan bahan baku kayu dalam jumlah besar yang mahal dan tidak dapat tercukupi hanya dari Hutan Tanaman Industri (HTI) Indonesia. Namun kenyataannya, kebutuhan kayu bagi industri pulp and paper hingga saat ini masih juga bergantung pada produksi hutan alam. Praktik penggunaan kayu dari hutan alam penyebab utama kerusakan hutan.

Sudah Waktunya Merawat Hutan

Komsumsi yang berlebih terhadap hasil hutan tanpa disertai dengan pelestarian hutan menimbulkan masalah yang besar bagi makhluk di bumi. Jika hutan rusak, kebutuhan kayu untuk keperluan pembuatan pulp dan paper menjadi terbatas. Terbatasnya pasokan bahan baku kayu akan mengancam keberlanjutan industri pulp dan Paper.

Untuk itu sebagai makhluk paling mulia, kita memiliki peranan penting dalam melestarikan dan merawat hutan. Sebagai manusia sudah seharusnya kita bertanggungjawab untuk merawat hutan. Dengan tingkat intelektual yang dimiliki manusia, diharapkan dapat memberikan perubahan yang berarti terhadap kemajuan Industri kertas pulp dan paper dengan memanfaatkan kekayaan hutan secara wajar disertai dengan merawat hutan secara berkelanjutan.

Seperti ungkapan mengatakan” lebih baik mencegah dari pada mengobati”. Lebih baik merawat dari pada merusak. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga hutan agar tetap lestari dan terawat:

  • Mengidentifikasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan

Belakangan ini, negara Indonesia maupun negara tetangga lainnya sangat merasakan dampak dari terjadinya kebakaran hutan yang di alami oleh indonesia saat ini. Dampak tersebut yakni bencana kabut asap. Kabut asap yang terjadi di Indonesia saat ini terjadi karena adanya kebakaran hutan yang terjadi dimana-mana.

Maka dari itu, tugas pemerintah sangat perlu mengindentifikasi apa-apa saja yang menyebabkan kebakakaran tersebut terjadi. Selain itu, diperlukan juga kesadaran kita sebagai warga negara yang baik untuk tidak membakar hutan dengan sengaja. Kesadaran ini harus kita jadikan budaya dalam berpikir dan bertindak untuk kelestarian hutan dan kepentingan kita bersama .

  • Menerapkan sistem tebang-tanam

Sistem ini sangatlah berguna bagi pelestarian hutan yang harus dijalankan. Sistem penebangan hutan yang kemudian diganti dengan menanam hutan yang telah ditebang agar hutan tetap terjaga keberadaannya. Seperti halnya sebuah tanggungjawab di mana setelah dilakukannya penebangan hutan, di tanamnya lagi pohon-pohon agar ada ganti dari proses penebangan tersebut.

Dengan menanam kembali pula atas apa yang sudah di tebang, maka hutan akan tidak menjadi gundul dan hutan akan tetap terjaga kelestariannya dan akan terhindar dari penyebab pemanasan global.

  • Melakukan Reboisasi

Reboisasi adalah salah satu alternatif untuk melestarikan hutan. Reboisasi itu sendiri adalah menanam kembali hutan-hutan yang sudah rusak yang merupakan cara mencegah hutan gundul, yang di kira tidak layak lagi untuk di tempati dan digunakan oleh makhluk hidup, sehingga hutan akan tetap terjaga keberadaannya dan tetap bisa di gunakan oleh manusia dalam ruang publik kehidupan.

Dengan adanya reboisasi tersebut, hutan akan semakin tetap hidup. Selain itu, dengan adanaya reboisasi, hutan akan kembali menghijau dan terus menghijau dan akan menjadi lestari dan bersih.

  • Komitmen Tidak Gunakan Kayu Dari Hutan Alam

Untuk merawat hutan salah satunya adalah dengan melakukan komitmen untuk mengakhiri penebangan hutan alam di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik bubur kertas di Indonesia. Kebutuhan kayu bagi industri pulp and paper hingga saat ini masih juga bergantung pada produksi hutan alam.

Diperlukan bahan baku kayu dalam jumlah besar yang mahal dan tidak dapat tercukupi hanya dari Hutan Tanaman Industri (HTI) Indonesia. Praktik penggunaan kayu dari hutan alam akan menyebabkan kerusakan hutan. Komitmen untuk tidak menggunakan kayu dari hutan alam secara bersama-sama merupakan solusi terbaik yang harus taati dan lakukan.

  • Mengurangi penggunaan kertas berlebih

Kertas yang dibuat di pabrik-pabirk sangat perlu di perhatikan dalam jumlah yang di perlukan dan tidak dihambur-hamburkan atau berlebih karena akan mempercepat proses terjadinya efek rumah kaca. Dengan menekan produksi penggunaan kertas yang berasal dari pepohonan hutan, hutan akan menjadi tetap terjaga kelestariaannya dan menekan pula proses penebangan hutan secara berlebih.

  • Melakukan Seminar Pelestarian Hutan

Sangat diharapkan sekali masyarakat untuk mengetahui cara-cara melestarikan hutan yang sebenarnya untuk menjaga hutana agar lebih bersih, indah dan nyaman. Namun, tidak hanya untuk mengetahui saja, akan tetapi, di perlukan juga aksi atau tindak lanjut yang dilakukan untuk melestarikan hutan dan jenis jenis sumber daya alam alam lainnya.

Dengan melakukan seminar untuk menjaga pelestarian hutan, di harapkan bagi masyarakat betapa pentingnya melakukan pelestarian hutan. Selain itu, diberikan pula apa manfaat hutan bagi manusia dan mahkluk hidup lainnya serta fungsi-fungsi yang dapat di ambil untuk kepentingan-kepentingan positif. Dan juga, tidak hanya manfaat manfaat saja, akan tetapi dampak yang akan terjadi jika manusia itu sendri tidak melakukan pelestarian terhadap hutan.

Dengan terbebasnya hutan dari tragedi kerusakan maka keberlangsungan industri pulp dan paper dapat berjalan dengan lancar serta membawa kepada kejayaan dan kesejahteraan bagi kita dan makhluk hidup yang lain.

Oleh karena itu, ungkapan “Merawat Hutan, Menggunakan Kertas” dapat menjadi semangat kita bersama-sama untuk merawat hutan. Jika kita merawat hutan, hutan akan memberi hasilnya kepada kita. Hasil hutan akan mendukung usaha industri pulp dan kertas sehingga kita dapat menggunakan kertas untuk tahun-tahun selanjutnya. 

We care, we do, we win.