Sains yang Mengasyikkan dan Kamu yang Menyebalkan

Pada suatu masa sekitar tiga belas koma tujuh miliar tahun silam, zat, energi, waktu, dan ruang berasal dari apa yang dikenal sebagai Ledakan Besar

Kisah tentang bagian-bagian mendasar alam semesta ini kita kenal dengan Fisika

Kira-kira tiga ratus ribu tahun setelah muncul, zat dan energi mulai bergabung menjadi struktur-struktur kompleks yang disebut dengan atom dan berkombinasi menjadi molekul-molekul

Kisah atom, molekul, dan interaksinya ini dikenal dengan Kimia

Setelah itu sekitar tiga koma delapan miliar tahun lalu di planet bumi, molekul tertentu bersatu padu membentuk struktur-struktur amat besar dan rumit yang disebut organisme

Kisah organisme-organisme ini kita kenal dengan Biologi

Lalu sekitar dua puluh empat jam yang silam, organisme ini mengirim pesan kepada organisme lain yang disukainya

Namun, walaupun pesannya sudah dibaca dan si penerima sudah memposting eksistensinya sebanyak tujuh belas kali, tetapi pesannya masih belum jua dibalas

Dan, kisah organisme ini kita kenal dengan Elegi

Di Atas Langit Masih Ada Rindu

Plato memandang langit lalu meyakini ada peradaban di dalam air yang terdapat di samudera, dan ia menulis Atlantika..

Rumi memandang langit lalu meyakini ada cinta di dalam kemabukan yang terdapat di hati, dan ia menulis Matsnawi..

Columbus memandang langit lalu meyakini ada dunia baru yang masih tersembunyi, dan ia menemukan benua Amerika..

Newton memandang langit lalu meyakini ada gaya yang menjatuhkan apel ke bumi, dan ia menemukan Gravitasi..

Einstein memandang langit lalu meyakini ada massa dalam kelengkungan ruang waktu, dan ia menemukan Relativitas..

Jokpin memandang langit lalu meyakini ada jiwa-jiwa yang tak bisa pulang ke rumah, dan ia menemukan Jalan Pintas..

Sungguh, langit membuat manusia meyakini dan mencipta hal-hal indah lainnya..

Dan, sore ini aku memandang langit lalu mencipta tulisan ini..

Aku meyakini ada sesuatu di sana, dan aku menemukan Rindu..


-

Aku Hanya Ingin Kamu Merawat Ingat


Aku hanya ingin kamu ingat, bahwa kita pernah sedekat Proxima Centauri, sebelum sejauh Icarus..

Aku hanya ingin kamu ingat, bahwa kita pernah sefamilier Ursa Mayor, sebelum seasing Ophiuchus..

Aku hanya ingin kamu ingat, bahwa kita pernah memiliki cinta sepanas Surya, sebelum sedingin Nebula..

Aku hanya ingin kamu ingat, bahwa kita pernah membangun langit bersama, sebelum semuanya berubah jadi Supernova..

Aku hanya ingin kamu ingat, bahwa kita pernah menyimpan rindu sedalam palung, sebelum sedangkal Litoral..

Aku hanya ingin kamu ingat, bahwa kamu pernah pulang kepadaku yang kamu perlakukan sebagai rumah tunggal..

Namun kamu malah beranjak pergi, dan hati ini mulai kehilangan penghuni..

Apa pula makna sejati dari rumah, tanpa ada yang mengisi dan menghiasi..

Pintaku sederhana, meski terdengar rumit dan terlampau halu..

Aku hanya ingin kamu ingat aku, sebab aku masih ingat yang kamu ingin hanyalah aku..


-


Laut dan Ombak yang Kalut


Aku pelaut yang lihai
Menggulung harapan
Lalu keluar dari Tsunami
Tanpa kompas kenangan

Namun aku terlanjur bodoh untuk
Menenggelamkan jangkar cinta
Pada luasnya punggung samudera
Dan juga palung hatimu yang terkutuk

Namun kau tetap lambung kapalku
Dan, jantung pelabuhan yang kelak akan
Membantuku merakit-rakit sajak rindu
Lalu menuntun memori ke tepian ingatan

Mengalir bak air yang biru
Bahkan abu-abu atau ungu
Hingga aku menjadi nahkoda
Yang dapat berlayar tanpa peta

Namun apakah laut yang beku itu
Telah mencairkan gletser rasa pilu
Ke matamu yang sungguh dingin itu
Kekasihku?

Ataukah ombak yang garang itu
Sengaja menghantam buih asa
Semasih aku berdoa
Kekasihku?

Tapi kasihku, kini aku tahu
Tuhan menciptakan dirimu
Semata agar Ursa Mayor itu
Mendapatkan pancaranmu

Sungguh, kini aku tahu
Tuhan menciptakan dirimu
Semata agar para tiram itu
Mendapatkan mutiaramu

Kasihku, sekali lagi aku tahu
Bahwa Tuhan menciptakanmu
Semata agar laut dan ombak itu
Mendapatkan gaya gravitasimu


-


Denganmu, Aku Jatuh dan Tenggelam


Denganmu, aku adalah Kafka yang lupa diri kepada Praha sehingga jatuh hati kepada Gregor Samsa.

Denganmu, aku adalah Tolkien yang lupa diri kepada Bournemouth sehingga jatuh hati kepada Frodo dan Bilbo.

Denganmu, aku adalah Rowling yang lupa diri kepada Britania sehingga memilih tenggelam dalam frasa Alohomora.

Denganmu, aku adalah Jostein yang lupa diri kepada Norwegia sehingga memilih tenggelam dalam terma Sophia dan Philo.

Hanya denganmu, segala fantasi menjadi lupa diri kepada realita sehingga jatuh hati kepada utopia.

Dan, aku lebih memilih untuk terus lupa diri kepada dunia yang fana dan jatuh hati kepada mimpi-mimpi.

Karena, aku sadar bahwa yang fana adalah dunia bukan segala yang disebut fiksi.

Karena, aku sadar bahwa bahan dasar dari kenyataan hanyalah imajinasi, aporisma, dan cinta.

Sebab, aku telah jatuh hati dan tenggelam dalam kesadaran bahwa dirimu adalah metafora yang paling nyata dari bunga, jagat raya dan cinta.