Hipertensi atau tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukkan gejala. Seseorang dikatakan terkena tekanan darah tinggi apabila tekanan darah tersebut melebihi 140/100 mmHg.

Umumnya penderita hipertensi terjadi pada umur 50 tahun ke atas. Akan tetapi, hipertensi juga bisa diderita oleh ibu hamil saat usia kehamilannya di atas 20 minggu. Hipertensi pada Ibu Hamil disebut juga Pre-Eklampsia.  

Lalu, apakah Pre-Eklampsia bahaya bagi Ibu Hamil?

Iya, dikarenakan Pre-Eklampsia merupakan salah satu tanda bahaya kehamilan pada trimester ke 3. Pre-Eklampsia adalah kondisi  terjadi peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein urin, yang biasanya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu.

Terdapat protein urin pada Ibu Hamil, apabila hasil tes laboratorium terdeteksi kadar protein (1+), (2+), dan sebagainya. Hal ini terjadi dikarenakan ginjal yang seharusnya menyaring zat sisa tidak berfungsi dengan optimal sehingga menyebabkan adanya kebocoran protein dalam urin.

Ibu Hamil yang terkena hipertensi akan mengalami beberapa gejala seperti nyeri perut bagian kanan atas, nyeri ulu hati, sakit kepala yang terasa berat, pandangan kabur, dan, terdapat oedem atau pembengkakan sekitar kaki dan tangan.

Kemudian saat dilakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan terdekat Ibu Hamil akan mendapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah tinggi, pemantauan frekuensi buang air kecil yang semakin menurun, dan terdapat protein urin saat dilakukan tes laboratorium.

Apa penyebab terjadinya Hipertensi pada Ibu Hamil?

Pertama, penyebab Ibu Hamil mengalami hipertensi karena faktor keturunan dari keluarga atau sudah pernah mempunyai riwayat hipertensi sebelum hamil. Penyakit bisa diturunkan karena adanya kerusakan gen dalam tubuh kita, kemudian akan menurun ke keturunan kita.

Kedua, kehamilan yang pertama bagi Ibu. Hal ini terjadi karena Ibu perlu penyesuaian dengan fisiologis tubuhnya. Ketika hamil jumlah darah Ibu akan meningkat sebanyak 45 % dari biasanya, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Ketiga, hamil saat umur kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun. Selain berisiko terkena hipertensi, hamil di bawah umur atau di atas umur yang ditentukan, maka bayi akan lahir prematur atau mengalami gangguan tumbuh kembang.

Keempat, mengalami obesitas atau kelebihan berat badan saat masa kehamilan. Karena hal ini dapat meningkatkan diabetes gestasional yang juga meningkatkan kemungkinan Ibu untuk melahirkan secara caesar.

Berat badan normal atau IMT (Indeks Massa Tubuh) untuk Ibu sebelum hamil sekitar 18 - 25 kg/m2 dan berat badan normal atau IMT untuk Ibu saat hamil yaitu sekitar 25 - 30 kg/m2.

Cara menghitung IMT atau Indeks Massa Tubuh :

Terakhir, penyebab Ibu Hamil mengalami hipertensi adalah stress atau kecemasan yang berlebihan terhadap kehamilannya, sehingga menaikkan tekanan darah pada Ibu Hamil.

Apa saja komplikasi terhadap Ibu Hamil yang terkena Hipertensi dan tidak segera ditangani?

Komplikasi Pre-Eklampsia seperti eklampsia atau kondisi medis yang darurat pada wanita saat kehamilannya. Jadi, apabila mengalami salah satu gejala di atas, segera datang atau hubungi layanan kesehatan terdekat.

Selanjutnya, komplikasi Pre-Eklampsia seperti kerusakan organ, penyakit jantung, gangguan pembekuan darah, syok hemoragik, dan sindrom HELLP.

Cara Mencegah Hipertensi pada Ibu Hamil 

Pertama, makan makanan yang bernutrisi dan lakukan diet makanan dengan kandungan cukup protein, rendah karbohidrat, lemak, dan garam. Serta memenuhi kebutuhan cairan dengan meminum air putih sebanyak 2-3 liter perhari.

Kedua, hindari melakukan aktivitas atau pekerjaan yang berat agar stamina Ibu Hamil tetap terjaga dan tidak mudah kelelahan.

Ketiga, tetap tenang dan jangan cemas berlebihan terhadap kondisi Janin dan Kehamilan Ibu. Karena semua akan baik-baik saja, setiap wanita hamil pasti akan merasakan melahirkan dengan normal ataupun dengan tindakan caesar.

Keempat, istirahat yang cukup seperti tidur pada malam hari berdurasi sekitar 8 jam dan tidur di siang hari berdurasi sekitar 2 jam.

Kelima, untuk menghindari rasa nyeri ulu hati di bagian perut kanan atas, Ibu Hamil bisa memposisikan tidur miring ke kiri. Posisi ini berguna untuk meningkatkan aliran darah ke plasenta, sehingga janin mendapatkan aliran darah yang optimal.

Keenam, mendapatkan dukungan keluarga atau orang yang tersayang seperti ayah kandung, ibu kandung, dan suami. Sehingga Ibu Hamil merasa tidak sendiri, nyaman, merasa dibutuhkan, dan tidak akan merasa cemas berlebihan.

Maka, dapat disimpulkan bahwa Ibu Hamil yang memasuki usia kehamilan trimester 3 itu rentan mengalami hipertensi. Hal ini dikarenakan Ibu Hamil merasakan cemas yang berlebihan menjelang persalinan.

Ibu Hamil yang mengalami gejala seperti pandangan kabur, pembengkakan yang terdapat pada kaki dan tangan, serta nyeri pada ulu hati, segera periksa atau hubungi Bidan terdekat, agar segera ditangani untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Penulis berharap tulisan ini bermanfaat bagi pembaca atau Ibu Hamil di luar sana. Tetap jaga kesehatan, sayangilah keluarga dan sekitar Anda, apabila merasa aneh dengan kondisi fisik Anda, segera lakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan terdekat.