Kalian pernah merasa dirugikan oleh seseorang? Bahkan orang yang merugikan itu adalah teman dekat kalian sendiri. Kalian pernah merasa direndahkan hingga kalian menyalahkan diri kalian sendiri? Kalau iya mari kita bahas tentang ini.

Mungkin gejala yang kalian rasakan adalah kalian berada dalam suatu circle yang baik namun menemui beberapa teman toxic di dalamnya. Suatu circle yang terlihat baik bukan berarti memiliki semua orang baik di dalamnya. Tidak jarang di dalam circle pertemanan, kalian menemukan hubungan kalian dengan salah satu orang di dalamnya tidak baik dan tidak akrab.

Sebenarnya apa sih definisi dari teman itu sendiri? Teman merupakan orang baik yang memiliki hubungan erat antara seseorang dengan lainnya. Terkadang teman yang dekat dan datang akan silih berganti. Meskipun begitu, tak jarang juga ada yang berhasil membangun pertemanan bertahun-tahun. Menghabiskan waktunya dengan saling bercerita antar teman dan membangun kebahagiaan bersama.

Suatu circle akan terasa nyaman apabila di dalamnya diisi oleh teman-teman yang baik dan saling mendukung. Teman yang baik adalah teman yang membawa Anda ke dalam hal-hal yang mengarah ke arah positif. Teman yang baik juga menjaga hubungan pertemanan dan berani mengubah sikap serta perilakunya lebih baik lagi.

Banyak orang yang datang ke hidup kita dan kita melabeli mereka dengan kata teman, namun tidak dapat dipungkiri tidak semua orang yang datang merupakan teman yang baik, terkadang orang yang datang ke kehidupan kita merupakan teman yang toxic

Teman yang toxic merupakan teman yang dapat membuat hubungan persahabatan tidak sehat dan hanya merugikan satu sisi. Ciri dari teman yang toxic adalah hobi mengkritik, tidak ada empati, keras kepala, dan selalu bergantung.

Terkadang teman toxic hanya menebar kebencian, tidak suka jika orang lain bahagia, cemburu dengan orang lain, pesimis dan lain-lain. Pertemanan yang sudah dijalani akan terasa buru dan negatif apabila ada teman toxic di dalam circle tersebut. 

Hal yang seperti itu harusnya dapat dihindari agar sesama teman dapat merasakan nyaman, parahnya terkadang beberapa orang malah membiarkan saja teman yang toxic tetap berada di dalam circle tersebut hingga lama-kelamaan hanya akan membuat diri kita sendiri stres. Kita tidak boleh membiarkan kan hal ini terjadi dan terjebak dalam circle yang berisi teman toxic.

Teman yang toxic memiliki banyak pengaruh terhadap hubungan pertemanan kalian. Setiap hubungan biasanya memiliki sedikit sifat kompetitif dan itu merupakan hal yang normal. 

Berbeda halnya ketika kompetisi tersebut melampaui kendali hingga membuka jalan untuk saling menjatuhkan dan tidak memperdulikan temannya. Sifat kompetitif yang terlalu berlebih menandakan teman kalian merupakan teman yang dapat dikatakan toxic.  

Sifat cemburu merupakan faktor utama yang tidak diperlihatkan namun disebut sebagai hal yang negatif untuk dilakukan. Cemburu itu di saat teman kalian merasa bahwa kesuksesan kalian merupakan hal yang menyebalkan. Mereka merasa keberhasilan yang teman mereka raih mengusik hati mereka dan memunculkan perilaku untuk membuat orang lain merasa buruk. 

Maka lebih baiknya dalam berteman harus saling mendukung satu sama lain tanpa menjadikan mereka saingan bahkan cemburu dengan keberhasilan yang telah teman kalian raih.

Apakah memiliki teman yang baik memang penting?

Pada kenyataannya memang iya. Pertemanan akan membawa kebaikan dan keburukan pada saat bersamaan. 

Artinya, jika kita berteman dengan orang baik maka kita akan terpengaruh untuk baik juga, sebaliknya jika berteman dengan orang jahat kita akan terpengaruh menjadi jahat juga.

Teman memiliki pengaruh besar terhadap perilaku dan gaya hidup seseorang. Anda tentunya bisa ikut lebih boros saat circle yang Anda ikuti juga merupakan orang-orang yang boros, Anda jadi bisa menjadi sering membaca buku saat teman Anda sering mengajak ke perpustakaan. 

Memang tidak semua akan terpengaruh oleh lingkup pertemanan, tapi tidak dapat dipungkiri lingkup pertemanan memang memiliki pengaruh besar.

Mengubah sifat menjadi lebih baik tentunya sangat diinginkan oleh semua orang. Maka dari itu, seleksilah teman kalian sehingga kalian dapat berteman dengan orang-orang yang baik juga. Terdapat penelitian yang mengatakan bahwa ketika kita bertemu dengan teman yang membawa pengaruh positif, maka dapat membawa perspektif yang baik pula kepada kita.

Banyaknya jumlah waktu yang dihabiskan bersama teman-teman lebih banyak dibandingkan masa lainnya di kehidupan manusia. Banyaknya pertemuan dapat membentuk diri kita lebih baik ke depannya. Teman yang baik tentu akan sangat membantu membentuk jati diri seseorang menjadi lebih baik pula.

Tips menghindari teman toxic dalam suatu circle adalah dengan berhati-hati dalam memilih teman. Bukan berarti kalian menjadi pemilih, namun selalu ingat untuk tidak langsung menaruh kepercayaan begitu saja kepada seseorang tanpa melihat bagaimana sifat asli dari orang yang akan kamu jadikan teman.

Perlu dipahami bahwa kenyamanan diri sendiri terhadap bagaimana lingkup pertemanan kita sangat bergantung kepada bagaimana kita memilih teman dan tentunya bagaimana sikap kita terhadap orang lain.

Selayaknya teman yang baik, hendaknya kita dapat mengingatkan teman kita apabila mereka sudah mulai melakukan hal-hal buruk terhadap kita. Apabila orang yang diingatkan memang tidak mau mendengarkan, maka selanjutnya adalah hak dia untuk bersikap ke depannya, tetapi setidaknya sebagai manusia yang baik kita dapat mengingatkan satu sama lain, terlebih apabila kalian memang sudah saling berteman.

Jangan lupa juga untuk menjadi orang yang baik untuk orang lain. Jadilah orang yang baik maka lingkungan sekitarmu akan ikut membaik pula.

Tidak apa-apa apabila semakin hari pertemanan kalian akan semakin mengecil atau sedikit. Seseorang yang dewasa tidak memerlukan teman yang banyak, karena dalam pertemanan tidak ditentukan dari kuantitasnya melainkan kualitasnya. Tidak masalah teman kalian semakin sedikit asalkan yang datang ke kehidupan kalian adalah teman-teman yang baik.

Kuantitas tidak selalu menandakan kualitas. Bukan lagi tentang seberapa banyak orang yang kamu kenal dan orang yang mengenalmu melainkan seberapa dekat dan akrab kita dengan orang yang kenal dengan kita.

Baca Juga: Teman Tapi Toxic