Setiap manusia mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya. Harmonis dalam kehidupan bermasyarakat adalah salah satu kebahagiaan. 

Tidak perlu berpikir jauh apa makna kebahagiaan. Karena setiap orang memiliki penilaiannya tersendiri tentang makna kebahagiaan dalam hidupnya masing-masing. 

Definisi bahagia bagi saya adalah ketika apa yang saya lakukan bisa menjadi hal yang bermanfaat bagi orang lain. Saya sangat percaya bahwa menjadi bahagia adalah salah satu cara agar hidup menjadi sehat.

Senyum, beramal, dan positive thinking merupakan langkah-langkah mudah dalam menciptakan kebahagiaan. Tentunya semua itu diawali dari diri sendiri. Kadang itu sukar. 

Tetapi apa yang datang dari dalam diri kita, itu juga berasal dari orang lain. Dalam artian, ketika orang lain melakukan satu hal, maka akan ada individu lain yang akan melakukan hal yang sama. 

Karena terkadang mereka adalah refleksi hidup kita dalam mengambil tindakan maupun mencari solusi. Kita bisa menjadi contoh satu sama lain.

Hidup tidak selalu bahagia. Ya, memang benar. Dan itu sangat mutlak. Terkadang kebahagiaan terhalang oleh ucapan-ucapan yang datang dari luar sana. 

Baik ataupun buruk, semua hal itu akan masuk di hati dan di telinga kita. Terkadang hal ini dapat membuat semangat dan juga motivasi kita menjadi lumpuh dan terhenti.

Minder dalam berekspresi, takut dicemooh, bahkan takut dikritik. Nah, di sinilah mental kita dipanggil untuk menghadapi itu semua. Seberapa kuatkah kita melewati semua itu?

Depresi karena dikritik adalah problematika yang masih mendarah. Mungkin karena orang itu belum bisa membedakan antara kritik dan masukan.

Pikiran harus terbuka dan telinga harus bisa memilah mana yang harus didengarkan dan mana yang harus dihiraukan. 

Terkadang hal sepele sekalipun bisa tertancap dalam hati dan kepala kita dalam waktu yang cukup lama. Yang walhasil akan menimbulkan konflik batin yang serius. 

Bagaimana kalau hal tersebut terjadi? Nah, tenangkan diri kita sejenak. Bukan dengan mengendalikan diri kita, tetapi bagaimana mengendalikan respons kita menghadapi hal tersebut. 

Kritikan jangan selalu dipandang negatif. Terkadang kritikan bisa menjadi cambuk agar kita tahu di mana kekurangan kita, dan juga media untuk berbenah. 

Semua orang bisa berkomentar, menilai dengan sesuka hati mereka. Tetapi itu akan menjadi bumerang apabila terlalu sibuk menilai orang lain tanpa melihat dirinya sendiri.

Ada yang suka mengolok-olok, menganggap dirinya yang paling baik ataupun diskriminasi. Orang boleh saja kaya raya, tetapi tidak boleh lupa bahwa kita tidak hidup sendiri. Kita hidup dengan orang lain.

Sekaya apa pun kita, sehebat apa pun kita, apa gunanya kalau kita sakit-sakitan? Tuhan selalu memberikan kita kemampuan untuk bekerja mencari uang.

Karena apa yang kita miliki, ada hak orang lain di dalamnya. Di sinilah kita dididik untuk tidak menjadi tamak. Kita diajarkan untuk berbagi kepada siapa yang membutuhkan.

Bahagia tidak selalu berbicara tentang materi. Kaya ataupun miskin, semua juga datang dari rahim ibu. Orang bisa makan enak pastilah bahagia. 

Tetapi lihatlah dengan orang-orang yang hanya makan nasi tanpa lauk. Ataupun para gelandangan yang tidur di bawah kolong jembatan. Mungkin kita tidak merasakan bagaimana bila kita di posisi mereka.

Status sosial bukan satu juri untuk menilai kebahagiaan seseorang. Tetapi reaksi kita dalam bersikap. Bagaimana kita bisa bersyukur setiap kali mendapatkan berkah. Bagaimana memposisikan diri agar tabah ketika hal buruk datang. 

Karena hal baik maupun hal buruk bisa datang dari arah mana saja, kapan saja dan di mana saja. Bisa saja itu datang dari dalam diri kita, ataupun orang lain.

Setiap orangtua pasti ingin anak-anaknya bahagia. Dengan cara apa pun, pasti mereka lakukan. Karena kebahagiaan anak bagi orangtua adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Tetapi sepertinya bahagia saja tidak cukup. Bukankah seperti itu?

Aku nggak kepingin anakku bahagia doang. Gampang jadi bahagia. Aku kepengin anakku hidupnya tuh ada fungsinya. Bukan hanya sekedar hidup. Tetapi andil dalam hidup. Peka sosial dan mampu menjadi inspirasi untuk orang lain. ~ Anggun Cipta Sasmi

Ternyata hidup harus memiliki fungsi. Tidak hanya sekadar hidup, tetapi mampu menjadi inspirasi dalam hidup. Hidup bukan sekadar mencari dan mengejar materi. 

Uang yang kita miliki bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya. Sumber kebahagiaan manusia terletak pada bagaimana kita mengelola hidup dengan bijak. 

Kita mampu menciptakan hidup bahagia dengan cara kita sendiri, tanpa harus merugikan orang lain. Hidup hemat, saling berbagi, keluarga yang harmonis bahkan teman-teman yang kita miliki.

Ada saatnya kita merayakan kebahagiaan dengan bersyukur, dan ada pula saatnya kita harus berlapang dada ketika sedang dalam kondisi sulit. 

Kebahagiaan yang hakiki bukan terletak pada apa yang kita miliki, tetapi apa yang selalu kita syukuri. Jadilah bahagia dan bahagiakanlah apa yang ada di sekelilingmu.