Pernahkan kalian menonton sinetron yang terkenal dengan soundtracknya “Ku menangis” atau sekilas melihat dan mendengarnya? Yah, sinetron dari sebuah stasiun televisi swasta yang cukup viral dengan menggambarkan bahwa hidup itu berlebihan dan dramatis. 

Di mana tokoh utamanya terus menderita dan terancam yang dikelilingi oleh orang-orang jahat dan hasut. Padahal, di kehidupan asli tidak sedramatisir seperti itu kan? Walaupun ada satu dua yang menjalani hidup seperti itu, namun semoga itu bukan kita. Hidup memang sulit. Namun yang membuatnya semakin sulit adalah mindset kita. Apa yang kita pikirkan itulah yang akan kita dapatkan nantinya.

Dalam kehidupan, bukan hal yang tidak mungkin jika kita sering merasa susah, menderita dan merasa tidak ada jalan keluar. Seseorang yang paling mulia seperti Rasulullah Saw saja pernah merasakan itu. 

Tetapi beliau menghadapinya dengan sabar dan tabah serta tidak pernah putus dari rahmat Allah. Akan tetapi, jika hal itu yang kita alami justru kita malah  berburuk sangka kepada Allah. Berpikir bahwa tidak akan pernah ada jalan penyelesaian masalah yang kita hadapi. Bukankah buruk sangka adalah kezaliman besar pada Tuhan kita? Di mana rasa iman di dada? Seperti dalam QS Al-Hujurat (12):

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Dijelaskan dalam tafsiran dari kitab Jalalain sebagai berikut: (Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa) artinya, menjerumuskan kepada dosa, jenis prasangka itu cukup banyak, antara lain ialah berburuk sangka kepada orang mukmin yang selalu berbuat baik. 

Orang-orang mukmin yang selalu berbuat baik itu cukup banyak, berbeda keadaannya dengan orang-orang fasik dari kalangan kaum muslimin, maka tiada dosa bila kita berburuk sangka terhadapnya menyangkut masalah keburukan yang tampak dari mereka (dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain) dan janganlah kalian mencari-cari aurat dan keaiban mereka dengan cara menyelidikinya (dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain). 

Artinya, janganlah kamu mempergunjingkan dia dengan sesuatu yang tidak diakuinya, sekalipun hal itu benar ada padanya. (Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati?) lafal Maytan dapat pula dibaca Mayyitan; maksudnya tentu saja hal ini tidak layak kalian lakukan. (Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya) maksudnya, mempergunjingkan orang semasa hidupnya sama saja artinya dengan memakan dagingnya sesudah ia mati. 

Kalian jelas tidak akan menyukainya, oleh karena itu janganlah kalian melakukan hal ini. (Dan bertakwalah kepada Allah) yakni takutlah akan azab-Nya bila kalian hendak mempergunjingkan orang lain, maka dari itu bertobatlah kalian dari perbuatan ini (sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat) yakni selalu menerima tobat orang-orang yang bertobat (lagi Maha Penyayang) kepada mereka yang bertobat.

Pada zaman saat ini banyak bermunculan berbagai permasalahan kehidupan yang lebih kompleks, yang mana tidak jauh-jauh dengan lingkungan sosial kita. Setiap ucapan yang dikeluarkan oleh seseorang saja dapat mengubah lebih dari 180 derajat bagi kehidupan seseorang. 

Ucapan itu didasarkan atas akal atau pikiran yang dimiliki seseorang tersebut. Maka point penting yang perlu diperbaiki adalah pola pikir seseorang, agar dapat merealisasikan sesuatu yang baik terhadap lingkungannya. Nah, bagaimana sih cara mengubah mindset kita agar lebih baik supaya dijauhkan dari pola pikir yang tidak baik itu? Berikut uraiannya: 

Selalu berpikir positif

Cobalah ketika menghadapi permasalahan selalu percaya bahwa ada hal baik. Dan selalu menghindari hal-hal yang negatif supaya terhindar dari sikap suudzon yang nantinya malah berdampak buruk bagi diri sendiri. Berpikir positif juga membawa hidup menjadi lebih baik dan terhindar dari sifat overthinking yang berlebihan.

Hindari overthinking

Overthinking terjadi akibat terlalu khawatir mengenai sesuatu, dan menimbulkan rasa cemas serta depresi. Overthinking terjadi karna kurangnya rasa percaya diri dan terlalu banyak berpikir negatif. Cara mengatasi overthinking adalah dengan menyibukkan diri dengan hal-hal produktif. Dan mencoba berpikir tindakan apa yang dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran itu.

Fokus dengan apa yang dilakukan

Kunci sukses seseorang adalah kemampuan fokus. Fokus artinya konsentrasi, yaitu berkonsentrasi dengan apa yang sedang dilakukan saat ini dan tidak memikirkan hal yang di luar itu terlebih dahulu. 

Rajin membaca

Membaca dapat menambah wawasan dan cara sudut pandang baru. Membaca berguna dalam menganalisa sesuatu, terutama dalam mengambil keputusan. Semakin bisa melihat suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang, maka keputusan yang diambil akan semakin baik.

Pikirkan jangka Panjang

Selain fokus dengan apa yang dilakukan saat ini. Untuk itu jangan juga terlalu menikmati momen saat ini, Akan tetapi hendaknya kita juga tidak mengabaikan dampak jangka panjangnya. Berpikir bagaimana pengaruh suatu tindakan dikemudian hari yang bisa membantu mengambil keputusan dengan bijak.

Yah, hidup yang kita jalani bukan ibarat sinetron melodrama yang harus terus kita tangisi. Banyak skenario hidup yang telah dicontohkan Rasulullah bagaimana menjalani hidup apa adanya. 

Beliau dan para sahabat mengalami ujian yang sangat berat, namun tanpa putus asa apalagi mendramatisir kehidupan. Mereka tidak pernah mengeluh di depan manusia, justru memilih kuat. 

Karena mereka tahu bahwa tempat untuk menampakkan kelemahan dan rasa keluh kesah hanya pada Allah semata. Untuk itu ubahlah pola pikir kalian agar hidup menjadi lebih baik dan terarah.

"....Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku...." (QS. Yusuf: 86)