Siswi SMA Tunas Daud
8 bulan lalu · 90 view · 3 menit baca · Gaya Hidup 20785_49729.jpg
gubukbelajar.com

Hidup Berkelompok dalam Kehidupan Sosial

Lepas gadget-mu dan kembalilah ke kehidupanmu. Gadget itu banyak yang memengaruhi kehidupan kaum milenial.

Menurut wikipedia, kaum milenial adalah mereka mereka generasi muda yang terlahir antara tahun 1980-an sampai 2000. Generasi milenial adalah generasi dengan rentang usia sekitar 38 tahun sampai dengan usia 18 tahun pada tahun 2018.

Generasi milenial lebih suka berkomunikasi di dunia maya daripada berkomunikasi di dunia nyata. Misalnya dalam berorganisasi, generasi milenial tidak harus selalu mengadakan rapat yang face to face. Generasi milenial tersebut dapat sewaktu-waktu mengadakan rapat dalam jaringan online.

Kaum milenial terlahir di mana dunia modern dan teknologi canggih diperkenalkan publik, salah satu contohnya adalah gawai. Dengan adanya gawai atau sering kita sebut gadget, menyebabkan adanya individualisme. Contohnya bermain game online menimbulkan keasyikan tersendiri dan membuat kita lupa dengan situasi yang berada di sekeliling kita.

Banyak orang yang celaka karena gadget. Mereka bermain gadget ketika sedang berjalan. Itu menimbulkan adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya, tertabrak dengan orang lain, tersandung dengan sesuatu, dan lain-lain.

Ini bukan contoh yang baik untuk ditiru oleh anak-anak kecil zaman sekarang. Banyak anak kecil zaman sekarang yang sudah terpengaruh besar terhadap gadget tersebut. Bahkan mereka lebih memilih dengan gadget-nya daripada lingkungan sekitarnya. Maka dari itu, dibutuhkannya kelompok sosial di dalam kehidupan kita masing-masing untuk mengurangi hal-hal yang tidak di inginkan tersebut.


Ada sisi positif juga dari adanya gadget tersebut. Kita juga bisa lebih mengetahui tentang berita-berita tersebut dengan cepat. Contoh sosialisasi itu adalah ketika gempa di Lombok kemarin. Banyak masyarakat yang berada di dalam daerah Lombok maupun di luar daerah Lombok datang untuk membantu saudara-saudara yang terkena bencana gempa di Lombok Utara ataupun Lombok Timur.

Sukarelawan yang datang untuk membantu itu disebut dengan volunteer. Di dalam kelompok sosial, salah satu contohnya adalah volunteer.

Dalam keseharian kita, manusia tidak bisa terlepas dari yang namanya interaksi, baik interaksi sesama individu maupun kelompok. Dari proses interaksi ini dapat menimbulkan sebuah kelompok sosial. Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.

Salah satu contoh simple dari kelompok sosial adalah MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Dari sini, satu kelompok yang dibentuk merupakan gabungan dari berbagai macam individu yang berbeda dan belum mengenal satu sama lain.

Mungkin banyak dari peserta MPLS merasa malu dengan teman-teman baru yang lainnya sampai mereka memilih kembali teman sekolahnya yang dulu. Tetapi karena adanya keharusan untuk mengenal satu sama lain, maka masing-masing di antara mereka harus memiliki proses interaksi tersendiri.

Contoh kelompok sosial lainnya yaitu Kepanitiaan Acara. Umur berapa saja boleh tergabung di dalamnya. Yang penting mereka bisa berinteraksi dengan baik dan juga mempunyai tujuan yang jelas di dalam kelompok tersebut dan tidak mengecewakan anggota lainnya.

Sahabat juga merupakan salah satu kelompok sosial yang melibatkan individu satu dengan lainnya untuk bisa melakukan pola interaksi dengan teman dekatnya. Hanya dia dan temannyalah yang dapat mengetahui interaksi tersendiri yang mereka ciptakan.

Belum tentu orang lain tahu apa yang menjadi perbincangan dari mereka, karena orang lain tidak mempunyai ikatan batin dari satu sama lain, sehingga proses interaksi tidak dapat diketahui.

Sahabat tidak perlu memiliki banyak anggota, yang penting mereka bisa bersama-sama untuk mencapai tujuan yang sama, Saling membantu satu sama lain, dan juga susah senang bersama.

Kelompok sosial ini sangat penting dalam suatu masyarakat, karena masyarakat sangat membutuhkan interaksi satu sama lain. Juga adanya kelompok sosial, maka masyarakat menjadi lebih mudah untuk bersosialisasi. Dan juga kita bergabung didalam kelompok sosial (Volunteer) bukan karena kita ingin diklaim sebagai pahlawan. Kita bergabung di grup tersebut untuk membantu dengan ketulusan hati dan tanpa meminta suatu imbalan apa pun.

Jadi kita harus membantunya dengan ketulusan hati. Kalau semisalnya Anda merasakan bahwa diri anda membantu mereka hanya senang diklaim sebagai pahlawan, tolong segera buang sikap Anda yang seperti itu.


Dalam kelompok sosial itu, memiliki tujuan masing-masing dari setiap kelompoknya. Contohnya mengarahkan anggota kelompok untuk menjadi pribadi yang diharapkan, menumbuhkan dan mengembangkan karya anggota, sebagai bentuk kerja sama antar anggota kelompok sosial, dan masih banyak lagi.

Untuk membuat kelompok tidak perlu banyak anggota. Yang penting mereka memiliki tujuan yang sama.

Jadi, mulai sekarang jika Anda masih suka menyendiri dan enggan berinteraksi dengan teman atau pun orang-orang yang berada di sekitar Anda, Anda harus mencoba menghilangkan hal tersebut perlahan-lahan, karena jika tidak Anda akan menyesal ketika kelak teman-teman Anda sudah memiliki banyak teman dan Anda sudah dewasa nanti.

Artikel Terkait