Hidroponik atau Hydroponics adalah kata yang berasal dari 2 kata dalam bahasa latin yaitu hydro yang memiliki arti air dan phonos yang memiliki arti bekerja. Secara harfiah kata hidroponik memiliki arti air yang bekerja.

Hidroponik sendiri adalah salah satu cara bercocok tanam yang mulai dikembangkan di zaman modern seperti saat ini.

Hidroponik ini merupakan kegiatan bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai medium tanam utamanya, melainkan menggunakan air sebagai medium penanamannya.

Dapat diambil kesimpulan bahwa arti dari hidroponik adalah kegiatan pengelolaan air sehingga dapat dijadikan sebagai medium tanam bagi tanaman tanpa menggunakan tanah dan mengambil unsur hara dari nutrisi yang dilarutkan di dalam air.

Di era modern seperti saat ini, pekerjaan seperti petani adalah pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan kelas bawah atau golongan bawah. Pandangan bahwa pekerjaan petani adalah pekerjaan kelas bawah merupakan suatu pandangan yang sangat salah.

Sektor pertanian adalah sektor yang sangat vital dan sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup manusia. Sektor pertanian ini sangatlah berpengaruh terutama bagi negara agraris seperti Indonesia.

Bagi Indonesia, sektor ini adalah jantung kehidupan dan menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak orang tetapi, beberapa tahun belakang ini sektor pertanian mengalami penurunan dikarenakan beberapa permasalahan.

Salah satu penyebab menurunnya kinerja sektor pertanian adalah semakin sedikitnya lahan subur yang bisa digunakan. Lahan subur yang digunakan untuk kegiatan pertanian mulai berubah menjadi gedung-gedung pencakar langit, mall, ataupun kompleks perumahan.

Pembangunan secara besar-besaran hanya meninggalkan sisa lahan yang kurang subur dan sulit untuk dilakukan kegiatan bercocok tanam.

Permasalahan lahan adalah faktor utama yang mendorong para petani untuk mencari solusi untuk bercocok tanam tanpa memerlukan lahan yang luas.

Penemuan teknik hidroponik adalah jawaban dari permasalahan lahan yang dihadapi petani saat di zaman modern seperti saat ini.

Teknik hidroponik dianggap cocok sebagai solusi dari permasalahan lahan dikarenakan penggunaan teknik ini tidak memerlukan lahan yang luas.

Pertanian hidroponik merupakan teknik pertanian yang menjadikan air sebagai medium utama tetapi, pertanian hidroponik tidak hanya menggunakan air sebagai media tanam utamanya melainkan media padat seperti apung atau gambut.

Fungsi media padat pada pertanian hidroponik adalah untuk menunjang dan sebagai fondasi bagi tanaman.

Media padat yang digunakan harus steril dan bebas dari segala jenis racun selain itu, media yang digunakan juga harus mampu menyerap dan menahan air serta memiliki kelembaban yang sesuai sehingga tanaman dapat tumbuh secara maksimal.

Sistem pengairan yang baik dan pemberian nutrisi secara tepat dan teratur merupakan penentu keberhasilan dari system pertanian hidroponik.

Terdapat beberapa keunggulan dari pemanfaatan system hidroponik seperti, terjaminnya keberhasilan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal.

Perawatan tanaman hidroponik cukup praktis dan mudah untuk melakukan pengendalian hama selain itu, penggunaan pupuk pada teknik hidroponik terbukti lebih efisien dan hemat.

Kebutuhan tenaga kerja yang tidak terlalu banyak dan peluang pasar yang masih sangat besar juga termasuk keunggulan dari teknik pertanian hidroponik.

Peluang dalam pasar tanaman hidroponik saat ini sangatlah tinggi. Hal tersebut dikarenakan kualitas tanaman hidroponik yang umumnya lebih tinggi dari tanaman hasil lahan biasa.

Kualitas yang bagus tersebut menjadikan hasil pertanian hidroponik sebagai bahan makanan yang termasuk dalam kualitas premium.

Harga sebungkus tanaman hidroponik dapat mencapai dua kali lipat harga dari tanaman perkebunan dengan berat yang sama. 

Begitu banyak keunggulan dari Teknik pertanian hidroponik tetapi, teknik hidroponik juga memiliki beberapa kekurangan seperti, perlunya modal usaha yang besar.

Dalam memaksimalkan lahan yang ada, seseorang perlu merancang denah media tampung hidroponiknya sedemikian rupa sehingga lahan yang ada dapat dimaksimalkan.

Pembuatan media tampung memerlukan bahan yang tahan dengan bahan kimia dan tidak bersifat melepaskan racun apabila berkontak dengan bahan kimia tertentu.

Apabila media tampung melepaskan zat kimia berbahaya, maka zat tersebut dapat terserap oleh tanaman dan menyebabkan tanaman mengalami keracunan hingga mati.

Oleh karena itu, pemilihan bahan media tampung perlu diperhatika agar terhindar dari risiko kegagalan pada saat pemeliharaan tanaman.

Keterampilan kimia yang tinggi untuk meracik nutrisi tanaman merupakan salah satu dari kelemahan teknik hidroponik karena, tidak semua orang ahli dalam meracik bahan kimia.

Diperlukan pemahaman yang cukup dalam membuat takaran nutrisi hingga vitamin tambahan sehingga tanaman dapat tumbuh secara optimal.

Kesalahan dalam pengaturan dapat menyebabkan tanaman mengalami keracunan dikarenakan jumlah zat kimia yang terlalu tinggi. Tanaman yang mengalami keracunan berpotensi mati sehingga tidak dapat di panen.  

Teknik hidroponik adalah jawaban dari permasalahan lahan yang dihadapi petani sekarang. Teknik hidroponik dianggap cocok karena tidak memerlukan lahan yang luas dalam realisasinya.

Terdapat beberapa keunggulan dari teknik hidroponik, tetapi Teknik hidroponik ini juga memiliki beberapa kelemahan dibalik keunggulannya.