Pernah melihat buku best seller? Mungkin yang sering ke toko buku akan merasakan setiap kita di sana. Sejauh kita melangkah akan selalu ketemu dengan deretan buku yang sedang hot di penjualan itu. Tak jarang juga poster-poster yang berkaitan dengan buku tersebut menempel di setiap sudut di toko buku tersebut. Itulah buku best seller yang akan selalu dijadikan daya tarik utama di sebuah toko buku.

Begitu pula tulisan-tulisan yang masuk headline di Qureta. Mereka itulah tulisan yang bisa dijadikan daya tarik oleh admin agar pengunjung datang ke situs Qureta. 

Ya, tulisan terpampang menjadi headline itu serasa menjadi buku best seller. Tulisan itu akan menjadi penyapa utama para pengunjung Qureta. Dan efek baiknya, tulisan kita akan semakin disapa pula oleh pembaca setia Qureta atau bisa juga di-follow.

Sebagai orang yang kebetulan suka menulis di situs yang dikelola oleh pihak ketiga ketika mendapati tulisan kita berada di headline, tak dimungkiri bahwa di benak saya pun muncul perasaan serasa menjadi penulis best seller. Perasaan ini lebih terkesan daripada sekadar mendapatkan honor dari sebuah tulisan.

Tak jarang tulisan kita itu tampil berhari-hari di headline karena belum ada lagi yang menggantikan. Setiap kita mau update tulisan di Qureta, begitu masuk dan mendapati tulisan kita masih nongol di headline, perasaan serasa sebagai penulis best seller itu kembali membuncah. Saya menulis hanya sebagai hobi bukan profesi. Maaf, ya.

Dan setiap penulis pasti memimpikan itu, menjadi penulis best seller. Bagi saya, berhasil menjadi tulisan pilihan di Qureta adalah satu langkah awal untuk kita menuju ke sana. Jalan menuju ke sana mungkin tidak mudah, tapi dengan terus membiasakan diri untuk menulis dan saya sering menjadikan tulisan headline di Qureta adalah tolok ukur yang bisa saya pakai.

Dengan terpilih menjadi headline di Qureta berarti tulisan kita sudah dianggap laku untuk dijadikan gerbang utama oleh admin atau editor konten Qureta. Dan itulah yang selalu memunculkan perasaan pada diri saya laksana penulis buku best seller. Yang lebih bahagia lagi, meski tak semeriah di media cetak, menulis di Qureta ada kurasinya. Itu yang saya suka.

Pertama kalinya punya tulisan memang bukan di Qureta, tapi di penyedia layanan blog lainnya. Saat itu tulisan saya hanya sambil lalu di dunia virtual. Setelah tahu Qureta juga menyediakan sarana pembacanya untuk menuliskan ide-ide aktual maupun sastra, saya ikutan penasaran. Apalagi dengan iming-iming masuk headline dan terkadang di-share di medsos lain yang dikelola oleh Qureta, saya jadi merasa tertantang.

Ketika suatu saat membaca Qureta dan menggeser kursor naik-turun, eh…. ada artikelku yang nampang di situ dan terpampang namaku. Waduh, luar biasa rasanya. Langsung tulisan itu aku bagikan di akun medsos dan ngetoplah aku (norak ya…hehe).

Dan lagi saat ada kredit poin bagi penulis produktif yang bisa ditukarkan dengan souvenir, itu semakin membuat aku bersemangat untuk menulis di Qureta.

Dari yang semula tulisanku hanya dikunjungi puluhan orang, dengan menjadi headline di Qureta, risiko untuk dibaca ratusan bahkan ribuan orang menjadi lebih besar. Karena tulisan kita dipasang di medsos milik Qureta.

Kebahagiaan seorang penulis amatir seperti saya adalah tulisan kita ada komentarnya dan kita bisa bertukar pikiran dengan pembaca kita selayaknya diskusi. Kita bahkan sering dibuat terkejut bila tahu hit tulisan kita sudah dibuka ataupun dibaca oleh seberapa banyak pembaca Qureta. Karena Qureta juga menyediakan statistik tampilan seberapa sering tulisan kita diakses oleh pembaca.

Kebanggaan terbesar bila tulisan kita muncul menjadi headline adalah perasaan sebanding dengan para penulis jempolan di negeri ini, misalnya Rizal Malarangeng, Maman Suratman, dan Ayu Utami (jauh, ya, bandingannya….hihi). Tiga penulis yang saya kagumi ini sering berjajar tulisannya dengan tulisan saya. Hebring, kan?

Yang pasti, menulis di Qureta mempunyai banyak keuntungan, yaitu kemudahan tulisan kita diakses oleh pembaca, lebih-lebih tulisan yang menjadi headline, juga dapat hadiah souvenir kalau produktif. Dan kini Qureta sudah memberi honor untuk tulisan yang diakses lebih dari 5000 views yang tentunya membuat kita merasa berbeda dan spesial sebagai seorang penulis amatir

Jangan takut untuk menulis di Qureta karena semua bebas mengirimkan tulisannya. Tema yang diusung pun sesuai dengan apa yang kita mau. Dalam artian, tidak dibatasi tema tertentu. Anda suka menulis isu yang aktual, juga boleh. Mau mengulas buku, juga bisa. Untuk yang suka olahraga, ruang untuk itu pun tersedia.

Nah, khusus untuk yang suka menulis sastra, baik puisi maupun prosa, jangan khawatir karena ruang fiksi pun diakomodasi oleh Qureta, dan semua dikurasi oleh editornya. Jadi, kalau tulisan kita lolos, secara tidak langsung tulisan kita sudah layak dikonsumsi pembaca.

Anda mau? Ayo, menulis di Qureta.