“Hei, kamu kenapa kamu malah keluar sih? Jaringanmu jelek ya? Ini kita diserang musuh lho”. Begitulah kira-kira kalimat yang sering diucapkan oleh teman-teman saya dengan nada teriak-teriak tidak karuan ketika mereka sedang mabar(main bareng) game online di kelas saat tidak ada jam pelajaran.

Akhir-akhir ini game online memang merebak di tengah-tengah masyarakat. Banyak anak atau remaja yang memainkan game online. Banyak pula ragam atau jenis game online yang dimainkan. Saya sebutkan contohnya, ada Mobile Legends, PUBG, Dota, Free Fire dan yang sekarang sedang hits yaitu Among Us

Sebenarnya itu hanya sedikit contoh dari banyaknya game online yang dimainkan oleh para remaja. Dan kegiatan mabar seperti yang saya sebutkan di atas sepertinya lazim dilakukan oleh para remaja utamanya anak laki-laki.

Tidak dapat dimungkiri memang, sekarang banyak remaja yang memainkan game online tersebut. Mengisi waktu luang adalah alasan klasik ketika orang-orang ditanyai alasan mengapa suka bermain game online. Selain itu, bermain game online juga asyik, iya memang mengasyikkan, kadang hingga lupa makan bahkan lupa waktu. Ada juga yang memang hobi bermain game online.

Namun, dari game online tersebut kita juga bisa mengambil sisi positifnya. Misalnya, sekarang kan sudah mulai ada kompetisi game online atau yang biasa kita sebut e-sport. Nah,  dari e-sport tersebut kita bisa ikut dan bila kita menang tentu ada hadiahnya, lumayanlah untuk menambah pengalaman dan uang jajan.

Bermain game online memang menyenangkan dan mengasyikkan. Hingga terkadang orang-orang yang bermain game tersebut sampai berteriak-teriak. Entah, saya juga kurang paham mengapa kebanyakan orang yang bermain game online seperti itu sambil berteriak. 

Mungkin karena orang-orang terlalu larut dalam game yang dimainkan, misalnya karena nyaris tertembak musuh maka langsung reflek untuk berteriak atau memang kurang afdol jika bermain game tanpa berteriak?

Ya, memang tidak semua orang yang bermain game online sambil berteriak, tapi yang biasa saya temui di lingkungan saya mereka melakukan hal tersebut. Lantas hal itu menjadikan saya kurang menyukai orang-orang yang bermain game sambil teriak-teriak. Bukan serta merta tanpa alasan, ada alasannya kok.

Alasan yang pertama adalah berisik. Iya berisik, hal tersebut pasti dirasakan oleh orang-orang yang berada di sekitar para gamers yang bermain game sambil berteriak. Hal tersebut cukup mengganggu kenyamanan orang lain. 

Kebanyakan dari mereka biasanya bermain sambil menggunakan earphone, jadi mereka tidak mendengarkan suara mereka sendiri sehingga mereka tidak sadar jika mereka berteriak-teriak hingga menimbulkan keberisikan.

Orang-orang yang bermain game online sambil berteriak katanya sih untuk menyusun strategi dengan timnya. Menyusun strategi boleh-boleh saja, tetapi jangan sampai menganggu orang lain juga. 

Kadang tidak hanya sampai level berisik sih, tetapi hingga riuh. Hal ini biasanya terjadi saat kelas ada jam kosong kemudian para siswa laki-lakinya main game bareng satu kelas, wah bukan main ramainya seperti apa.

Alasan yang kedua adalah membuat kaget. Lho kok bisa? Jadi, orang-orang yang bermain game sebagian memang ada yang pendiam, tidak banyak teriak, tenang dalam bermain. Tetapi ada juga orang yang awalnya memang bermain dengan tenang, diam tanpa suara, tetapi tiba-tiba “dorrr” berteriak dadakan yang sontak membuat orang di sekitarnya kaget.

Saya juga pernah dibuat kaget gara-gara ada orang yang bermain game sambil berteriak seperti itu. Jadi, dulu saya pernah kerja kelompok di rumah teman saya, kebetulan rumahnya nampak sedikit horor. 

Saat itu entah mengapa saya bersama teman-teman sedang membahas hal yang berbau horor, di sela-sela kami bercerita mendadak kami semua terdiam. Tiba-tiba “aabjshgshvsh” terdengar suara orang yang berteriak seperti sedang memarahi orang lain. 

Sontak saja kami langsung kaget, karena memang saat itu suasananya sedang hening. Dan ternyata itu adalah suara kakak teman saya yang sedang bermain game di kamarnya.

Alasan yang ketiga yaitu risih ketika mendengar teriakan yang dilontarkan mengandung kata-kata tidak senonoh. Ini adalah alasan terakhir saya mengapa saya tidak menyukai orang yang bermain game sambil berteriak.

Kadang, orang yang bermain game itu terlalu fokus dengan gamenya hingga tidak menyadari kata apa saja yang telah dilontarkan dalam teriakkannya. Mungkin bisa terjadi karena kesal hampir kalah atau memarahi teman dalam timnya karena kurang bagus bermainannya hingga akhirnya keluar kata-kata yang tidak sopan. 

Coba bayangkan, ketika bermain game di kelas karena hampir kalah, lalu tiba-tiba berteriak nggak jelas sambil mengeluarkan kata yang tidak sopan. Parahnya lagi tiba-tiba ada guru yang datang dan mendengar kata-kata yang tidak sopan tadi. Wah, kemungkinan akan dimarahi ya dan merasa malu juga. 

Untuk itu, selalu berhati-hatilah dengan kata-kata yang diucapkan. Karena terkadang tidak menyadari apa yang telah diucapkan karena terlalu asyik dengan game yang dimainkan.

Bermain game itu adalah hak, berteriak-teriak juga hak, tetapi ingat, setiap hak mempunyai batasan. Jangan sampai bermain game sambil berteriak-teriak dengan keras hingga akhirnya mengganggu kenyamanan orang lain. Orang lain juga mempunyai hak atas kenyamanan dirinya. 

Jadi, untuk teman-teman yang masih suka bermain game sambil teriak-teriak, cobalah untuk memelankan suaranya ya dan bersikap lebih sopan.