Televisi merupakan sarana komunikasi yang sudah ada sejak 26 Januari tahun 1926. Pada zaman sekarang, televisi mulai di tinggalkan. Banyak orang yang mulai beralih ke dunia media yang berbasis online seperti Youtube, Tiktok, Instagram, dan media sosial lainnya. 

Ada sebagian orang yang masih tertarik untuk menonton televisi. Salah satu acara yang di tonton oleh kalangan saat ini adalah sinetron. Betapa tidak, dari berbagai macam stasiun televisi nasional di Indonesia, sinetron menjadi suatu program televisi yang banyak ditayangkan.

Misalnya saja, Indosiar yang menayangkan 90 persen adalah sinetron, MNCTV, SCTV, RCTI, ANTV. Sinetron menjadi daya tarik tersendiri bagi pemirsa Indonesia Sinetron menjadi industri media massa. Apa sih yang dimunculkan di dalam sinetron? 

Saya ambil contoh sinetron catatan hati seorang istri yang di tayangkan di Indosiar. Sebagian besar alur ceritanya sebagai berikut ada sepasang suami istri. Biasanya di dalam cerita, si suami seorang direktur yang naksir dengan sekretarisnya. 

Sekretarisnya dengan sengaja merusak hubungan dari sepasang suami istri. Suami itu mengusir dari rumahnya dengan perlakuan yang kasar. Lalu, suami meninggalkan istrinya dan menikah dengan sekretarisnya. Singkat cerita, suami dari mantan sekretarisnya, bangkrut akibat ulah dari istri barunya dengan menghambur-hamburkan uang suami. Akhirnya sang suami di tinggal oleh istri barunya karena sudah miskin.

Adegan yang sering di tampilkan dalam sinetron tersebut adalah adegan yang sebenarnya tidak pantas dalam rumah tangga. Bisa jadi, dengan adegan perlakuan yang kasar terhadap istri dalam sinetron itu, memicu pertanyaan mengenai hak wanita. Wanita sering kali di sebut sebagai second person atau pelaku kedua. Peran laki-laki harus di kedepankan dibandingkan dengan wanita. Hal ini kembali lagi mengenai persamaan hak wanita dengan pria. Sering kali kita jauh dalam persoalan ini.

Seringkali, menganggap sebagai wanita adalah makhluk yang lemah. Contoh perempuan hanya bisa masak, harus bisa dandan, harus tinggal di rumah saja, tidak boleh melawan suami. Hal-hal yang seperti inilah yang di lawan oleh feminisme. 

Dengan perbedaan jenis kelamin itu membuat salah satu bisa menguasai pihak yang dianggapnya lemah. Hal ini pun terjadi dalam dunia media massa khususnya dalam sinetron. Dalam sinetron catatan hati seorang istri, sering kali alur ceritanya merendahkan wanita di banding pria. Wanita dianggap lemah, tidak berdaya dan hanya bisa menangis. 

Sedangkan pria lebih dewasa, maskulin, dan tidak bisa di tandingi. Pria boleh melakukan apa saja termasuk memainkan hati wanita. Hal ini lah yang terjadi dalam acara sinetron catatan hati seorang istri.

Adegan-adegan yang demikian rupa-rupanya bisa menjadi bentuk wacana untuk mengubah suatu masyarakat. Tentu pasti ada tujuan lain selain dengan menanamkan nilai religi dalam sinetron catatan hati seorang istri yang disematkan dalam adegan-adegan yang ada. 

Menurut Foucault hal ini di sebut dengan injeksi pengetahuan. Dalam injeksi pengetahuan itu, segala macam hal yang ingin dibentuk oleh penguasa di tanamkan dalam pikiran setiap individu. Sehingga apa yang terjadi? 

Masyarakat menjadi normal kembali. Misalnya, ada seorang wanita yang diduakan, tujuannya apa? Supaya salah satunya wanita harus tegar menghadapi suami yang demikian wanita harus sabar dan mendekatkan diri kepada Yang Kuasa agar di berikan suatu ketegaran hati. 

Pada akhirnya, wanita di ajak untuk menuruti apa yang di maui oleh seorang pria. Oleh karena itu, dapat di simpulkan bahwa dengan adanya sinetron mengajak wanita seluruh Indonesia untuk tunduk pada seorang pria dan menuruti apa yang di minta oleh pria.

Adegan-adegan yang demikian terus menerus di tonton oleh sejuta umat manusia di Indonesia termasuk anak-anak yang masih belum paham dengan hal-hal yang demikian. 

Hal ini jelas menjadi suatu pembelajaran baru yang sebenarnya sasarannya bukan kepada anak-anak tetapi kepada orang-orang dewasa yang paham mengenai bahtera rumah tangga. Selain itu, sinetron tersebut mengajak setiap orang untuk menjadi normal.

Menjadi normal artinya membuat suatu pasangan yang harus memahami dan mengerti kemauan dari seorang pria karena pria dianggap sebagai kepala keluarga yang harus selalu di hormati.

Produk yang demikian menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia lebih senang menonton yang demikian di banding menonton suatu tayangan yang berkualitas seperti menonton suatu berita atau suatu diskusi yang menunjang ilmu pengetahuan. Itulah salah satu contoh bentuk industri massa yang sebenarnya membuat manusia di kontrol oleh media buka mengontrol sebuah media massa.

Akhirnya, budaya massa di Indonesia dapat dilihat dari salah satu produk sinetron yang sebenarnya mengajak menjadi manusia yang normal, tidak mengharapkan suatu perpecahan, tetapi mengharapkan keharmonisan yang sebenarnya tidak adil dan setara sebagai manusia.