Karyawan
4 bulan lalu · 37 view · 3 min baca menit baca · Puisi 39331_11377.jpg

Hari ini 6 tahun yang lalu....

Rindu Ayah

Hari ini

3 Maret 2019

Di tanggal yang sama

6 tahun yang lalu

3 Maret 2013

Kau pergi tinggalkan kami

Istri dana Anak-anak mu serta seorang cucu

Papa...

Tepat di tanggal yang sama dengan hari ini

Kau pergi tanpa menungguku 

Untuk memeluk dan mencium mu

Dan katakan Aku sayang Papa

Dan maaf atas semua salah

Dan hilafku pada Papa

Aku  belum bisa membahagiakanmu, 

Membuatmu bangga Memiliki ku

Anak perempuan satu-satunya

Papa...

Tepat di tanggal 3 maret

6 tahun yang lalu

Ketika ku mendengar suara itu

Dari kejauhan telepon

Suara mama yang lirih dan haru

Aku tau itulah saat terakhir

Kau dapat bernafas dan melihat dunia ini

Karena selang beberapa jam setelah itu

Kau pergi...

Kau menutup kedua matamu

Kau hembuskan nafas terakhirmu

Detak jantungmu berhenti

Tak ada lagi nafas hidup mu

Papa...

6 tahun yang lalu

Aku berdoa dan berharap 

Kau dapat menungguku tiba

Berada di sisimu ketika itu

Tapi ....

Tuhan berkata lain

Setelah kau mendengar bahwa

Aku akan berangkat melalui Surabaya

Agar dapat tiba lebih awal 

Kau pergi... Tinggalkan kami

Dan aku pun ketinggalan pesawat

Harusnya aku tiba sore hari 

Karena harus transit

Akhirnya...

Aku pun tiba malam hari .

Papa...

Ku tiba dan melihat sosokmu

Tertidur pulas dengan menggunakan sepasang jas baru

Ya aku ingat tentang jas itu

Jas yang baru pemberian Gereja

Seharusnya Kau pakai saat peneguhan majelis baru

Dan Kau berkata saat itu

"Gantung saja Jas itu 

Dan akan Ku pakai nanti"

Dan benar...

Jas itu Kau pakai saat Kau pergi

Dan disiapkan dalam peti jenazah

Serta pemakaman

Papa...

Masih teringat jelas olehku

Bahwa Liang lahat, kubur mu

Telah Kau tentukan dan Kau atur

Kau katakan pada saudara sepupu Papa bahwa

Tempat itu, ya kubur itu

Yang berada diantara orang tua Papa

Adalah akan menjadi tempat

Peristirahatan terakhirmu

Bahkan, Engkau berkata..

"Kubur ini di buat bersusun saja,

Jika Mama pergi suatu saat nanti,

Makamkanlah bersusun diatas makam Papa"

Papa...

Semua masih teringat jelas di ingatanku

Air mata Ku membasahi pipi

Dan wajah yang Mata ini

Adalah matamu

Cerminan wajahmu

Tak dapat Ku bendung

Papa...

Maafkan Aku

Aku tidak menangis 

Karena Kau telah pergi

Karena Ku tahu pasti

Bahwa Kau telah bahagia

Bersama Bapa di surga 

Namun....

Aku menangis karena

Jika Kau dapat melihat

Dari atas sana, dari surga 

Mungkin Kau pun menangis

Sedih melihatku

Papa...

Maafkan Aku, Maafkan anakmu

Jemariku tetiba kaku, gemetar

Ku tak sanggup ? 


Papa...

Aku rindu Papa

Aku rindu sosokmu

Aku ingin menangis di dadamu

Aku ingin ungkapkan semua

Yang harusnya kukatakan padamu

Papa...

Tepat di tanggal hari ini

3 Maret 2013

Ku hanya bisa menatapmu

Menangis karena kehilanganmu

Kehilangan sosok Papa

Yang luar biasa

Kau adalah Papa terbaik

Papa adalah pahlawan keluarga

Papa...

6 tahun tlah berlalu

Raga tak bersama

Dunia Kita berbeda

Namun hatiku tetap 

Ku selalu merindukanmu

Papa...

Mungkin Kita tak bisa berbicara

Antara ayah dan anak

Tetapi semua tentangmu

Pengalaman hidupmu

Perjuangan hidupmu

Ajaran dan didikanmu

Tetap tinggal dalam hati dan pikiranku

Papa...

Begitu banyak teladan

Yang Kau tunjukkan pada Kami

Istri dan anak-anak

Bagaimana Kita jalani hidup

Senantiasa bersyukur pada Tuhan

Selalu mengandalkan Tuhan

Selalu berserah dan meminta padaNya

Atas semua kebutuhan dan

Pergumulan yang Kita hadapi

Karena ketika berserah dan 

Kita libatkan Tuhan 

Dalam setiap perkara

Maka Tuhan akan memberikan

Jawaban terbaik yang harus dipilih

Dan memberikan yang terbaik

Dalam hidup Kita

Papa...

Kau seorang Ayah

Yang penuh tanggungjawab

Terhadap keluarga, pekerjaan 

Dan pelayanan pada Tuhan

Kedisiplinanmu 

Menghormati orang lain

Caramu berbicara

Sungguh membanggakan

Papa bukanlah lulusan universitas

Tidak bertitle Sarjana

Jangankan kuliah, SMA pun 

Tidak tamat

Namun kegigihanmu dalam hidup

Sungguh luar biasa

Seorang yang lahir dari kampung

Anak desa, anak petani

Tetapi pekerja keras

Menjunjung tinggi kejujuran

Itu teladan luar biasa

Papa...

Tak lekang diingatanku

Sampai kau pergi 

Tinggalkan dunia fana ini

Handphone mu hanyalah Nokia

Jadul, tak ada kamera apalagi teknologi lainnya

Papa tidak malu dan minder

Bukan karena tidak mampu

Papa mampu beli...

Hanya saja, bagimu itu tidak perlu

Beli dan gunakanlah barang

Sesuai kegunaan dan kebutuhan 

Papa pun mengajarkan Kami

Bahwa hidup tidak perlu mewah

Sederhana namun bahagia

Jangan sekali kali

Kita iri terhadap orang lain

Atas semua yang mereka miliki

Papa...

Kau selalu katakan,

Papa kerja, banting tulang

Demi menyekolahkan anak-anak

Raihlah cita-cita dan sekolah yang tinggi

Lebih dari Papa dan Mama

Selagi otak mampu dan Papa bekerja

Setelah kalian dapat ilmu

Carilah pekerjaan dan hidup mandiri

Jangan pernah mengharapkan

Harta orang tua

Karena harta yang paling berharga

Adalah Ilmu pengetahuan

Harta dunia tidak dibawa mati

Yang utama kebahagiaan

Papa...

Terima kasih 

Terima kasih untuk cintamu

Terima kasih untuk kasih sayangmu

Terima kasih untuk pengorbanan

Perjuanganmu bagi kami 

Papa adalah pahlawan keluarga


Hai angin malam 

Dan denting jam yang nyaris saja

Memasuki tanggal yang baru

Titip rinduku tuk Papa

Ku rindu Papa

Ku sayang Papa


I miss you Dad


Borneo, Handil 3 Maret 2019

#Inmemoriam#6tahunpapapergi

#papaadalahpahlawankeluarga 






Artikel Terkait