Aku merupakan benda tipis bersih tak berdosa yang memiliki berbagai karakter sesuai kebutuhan manusia mulai dari warnahku, corakku, teksturku sampai dengan ketebalanku. Aku lahir dari penemuan manusia beribu tahun yang lalu untuk mempermudah kehidupannya. Aku merupakan saksi bisu perjalanan manusia dengan berbagai karya-karya indah yang tertulis indah di atasku.

Aku sangatlah dibutuhkan oleh orang banyak dengan mempercayaiku di berbagai kegiatan untuk mempermudah kehidupan, mulai dari aku dipakai sebagai  alat pembersih, alat mencetak, media tulis, alat pembungkus, alat dan bahan kecantikan, alat transaksi,  media komunikasi, media edukasi dan aku juga berguna untuk memasak. 

Aku biasa ditemukan diberbagai tempat kehidupan manusia mulai dari perusahaan sampai di tempat sampah sekalipun. Sosokku selalu dikenang oleh orang banyak tapi banyak pula yang tak menghargaiku setelah mengotoriku. Apakah sebegitu tak bergunanya aku lagi setelah terpakai ???????? 

Aku sangat sedih setelah aku digunakan sekarang aku dibuang begitu saja di tempat sampah, aku ingin sekali berteriak kepada bumi ini untuk mengadu mengapa manusia memperlakukanku begitu kejam bahkan menggunakanku untuk hal negatif.

Aku sadar dalam proses pembuatanku banyak manusia yang terganggu mulai dari penanaman bahan bakuku sampai dengan limbah pembuatanku  seperti penanaman bahan baku di hutan tanaman industri yang membuat masyarakat resah karena kehilangan pekerjaannya serta bahan baku makanan yang berkurang akibat dari adanya pembukaan lahan yang berdampak buruk pada tanaman di hutan serta perkebunanan masyarakat serta limbahku yang beserakan di mana-mana.

Entah di jalan sampai di kali sekalipun yang mencemarkan lingkungan seperti pencemaran peraiaran, pencemaran tanah dan sebagainya, tapi itu sejalan dengan kegunaanku yang dapat mengubah peradaban dunia dengan berbagai karya-karya indah yang terus berkembang seiring waktu, aku tak bisa mempungkiri kerugian itu.

Saat ini aku tengah hangatnya dibicarakan oleh orang banyak karena fenomenalnya diriku ditengah peradaban dunia termasuk di Indonesia yang membutuhkanku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta kebutuhan ekspor yang terus membludak sedangkan kebutuhan bahan baku produksiku tidak seimbang dengan permintaan pasaran. 

Siapa sih yang tak tahu siapa aku, tak ada orang yang tak pernah melihatku. Yahh betul sekali aku adalah KERTAS. Meskipun peradaban dunia terus bergeser dan sekarang kehidupan dipermudah  teknologi. 

Berbagai teknologi seperti tiket yang dijual pada zaman dahulu berbentuk kertas kini sudah berbentuk digital “ e-ticket, buku yang selalu di baca kini dapat di temukan dengan bentuk e-book, maraknya lapak dagang online saat ini menghancurkan mall-mall besar serta lapak-lapak kecil yang gulung tikar mengapa demikian karena tanpa harus menyebarkan  brosur-brosur yang terbuat dari kertas kini dipermudah dengan memajang lapak dagangannya di layar kaca smartphone.  

Tapi dengan adanya teknologi ini tak dapat menggeser kedudukan kertas, kertas masih eksis di tengah peradaban dunia dan berjalan beriringan dengan tekonologi. Teknologi yang mempermudah kehidupan saat ini tidaklah kalah saing dengan kertas bayangkan jika teknologi tersebut di salah gunakan akan berdampak sangat besar, jutaan data yang hilang, kegiatan perkantoran, dan pelayanan publik terlumpuhkan.

Ini akibat adanya penyalagunaan tersebut seperti maraknya siber  berskala besar saat ini. Kejadian tersebut membuktikan bahwa masyarakat tetap  butuh data yang bentuknya konkrit dan tertulis, membuktikan bahwa kertas berperan penting dalam peradaban.

 Saat ini indistri pulp dan kertas terus berkembang di Indonesia terbukti ada sebanyak 84 perusahaan pulp dan kertas yang beroperasi saat ini. Dalam konteks global, Indonesia saat ini berada di peringkat ke 9 sebagai produsen pulp terbesar di dunia selain itu Indonesia juga menjadi produsen kertas terbesar ke 6 di dunia.( Tempo.com). 

Berdasarkan data di atas membuktikan bahwa industri pulp dan kertas mempunyai kontribusi terbesar untuk perekonomian Indonesia.  Pada tahun 2018, industri ini berkontribusi 17,6% terhadap industri pengolahan non-migas dan 6,3% terhadap industri pengolahan nasional. 

Industri pulp dan kertas diperkirakan akan mengalami pertumbuhan di tahun ini (2019). Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menilai permintaan global maupun domestik masih  akan terus meningkat. Saat ini, kapasitas produksi pulp Indonesia sebesar 11 juta ton per tahun dan produksi kertas 16 juta ton per tahun (Kontan.com). 

Selain itu industri ini memiliki 260.000 tenaga kerja langsung dan 1,1 juta tenaga kerja tidak langsung yang menggantungkan hidupnya pada industri ini, dengan banyaknya tenaga kerja di industri pulp dan kertas dapat berdampak positif pada kurangnya pengangguran dan angka kemiskinan menurun.

Industri pulp dan kertas dapat berkembang pesat ditengah tantangan yang dihadapi saat ini, negara-negara maju yang menduduki produsen terbesar pulp dan kertas di  dunia seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Kanada, Jepang dll memiliki lahan atau hutan penanaman bahan baku yang relatif sempit daripada negara kita Indonesia yang memiliki hutan yang begitu luas. 

Bagaimana bisa negara-negara tersebut dapat memproduksi kertas yang begitu besar dari pada negara kita ternyata hal tersebut bisa terjadi dengan pemanfaatan kembali limbah kertas menjadi kertas yang siap pakai kembali.

 Di Indonesia juga sudah  melakukan hal tersebut untuk meningkatkan hasil produksi pulp dan kertas serta mengurangi kerusakan lingkungan. Masih banyak kebutuhan bahan baku kertas bekas untuk memenuhi produksi agar meningkatkan produksi pulp dan kertas yang belum terpenuhi serta masih banyak sampah-sampah kertas bekas yang masih berserakan di lingkungan sekitar  saat ini  seperti di kampung halamanku, penyebab dari semua itu ternyata kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pemanfaatan kertas dengan sebaik-baiknya.

Untuk memperbaiki semua itu perlu adanya seminar-seminar dan pelatihan untuk pemanfaatan kertas kepada masyarakat terutama dikalangan pemuda dan pemudi  bangsa ini sebagai generasi penerus bangsa, dengan begitu masyarakat akan sadar mengenai pemanfaatan kertas dengan baik sehingga kertas tidak berakhir di pembuangan sampah lagi. 

Bung Karno mengatakan “ Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Pepata di atas mengungkapakan bahwa pemuda pemudi mampu membuat sebuah perubahan besar bagi bangsa.

Dengan memberikan wadah untuk pemanfaatan kertas di sekolah-sekolah seperti organisasi atau komuitas-komunitas yang memiliki segudang pengetahuan yang telah dibekali dengan ilmu-ilmu mampu mengubah kertas  menjadi karya yang bernilai jual. 

Serta pemanfaatan kertas untuk media pembelajaran di sekolah seperti pembuatan replika tubuh hewan dengan kertas bekas dll, karena dalam proses pembelajaran media pembelajaran sangtalah penting dalam keberhasilan proses pembelajaran dan begitu secara tidak langsung siswa dapat melihat bahwa kertas memiliki berbagai manfaat yang sangat luar biasa maupun kertas bekas sekalipun dapat didaur ulang menjadi karya yang bernilai walaupun media pembelajaran sekarang ini banyak yang berbasis teknologi tapi siswa masih butuh bentuk yang konkrit dan tertulis. 

Adanya komunitas dan organisasi, walaupun kertas-kertas bekas tersebut tidak didaur ulang sendiri tapi dapat dikumpulkan untuk di daur ulang oleh pabrik daur ulang kertas menjadi kertas siap pakai kembali sehingga bahan baku industri pulp  dan kertas terpenuhi dan produksi meningkat dan hutan terselamatkan.

Kini kondisi jalan raya semakin rumit dikarenakan banyakknya percabangan/ persimpangan jalan yang dilalui. Hal ini dapat mengakibatkan kejadian kecelakaan karena belum banyak orang yang mengetahui peraturan apa yang harus dilakukan saat menemukan persimpangan jalan. 

Dipersimpangan jalan sudah ada lampu lalu lintas yang digunakan untuk menghindari hambatan karena adanya perbedaan arus jalan bagi pergerakan kendaraan yang memiliki tiga warna lampu  yang memiliki makna tertentu yaitu merah berarti berhenti, kuning berarti hari-hati atau waspada, dan hijau berarti bebas dan aman untuk berjalan. 

Keadaan ini banyak juga ditemukan dalam hal penggunaan kertas, semakin banyaknya percabangan penggunaan kertas yang ada. Hal ini mengakibatkan kejadian pemanfaatan kertas ke hal yang negatif karena belum banyak orang yang mengetahui bagaimana cara yang harus dilakukan untuk memanfaatkan kertas dengan baik. 

Dengan mematuhi lampu lalu lintas yang berfungsi untuk menghindari hambatan karena adanya perbedaan arus jalan bagi pergerakan kendaraan maka kita juga dapat mematuhi pemanfaatan kertas dengan baik. Prinsip lampu lalu lintas dapat digunakan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya pemanfaatan kertas dengan baik. 

Warna merah berarti “berhenti” ( berhentilah  mennggunakan kertas ke hal yang negatif), warna kuning berarti “hati-hati atau waspada”(Hati-hatilah mrnggunakan kertas karena dengan sedikit kesalahan saja akan berdampak besar bagi kehidupan), warna hijau berarti “bebas untuk berjalan” (dengan ilmu pengetahuan masyarakat akan sadar bahwa banyak pemanfaatan kertas ke hal positif). Jika engkau  mematuhi lampu lalulintas maka kau akan menghargai  aku(kertas).