“ Kenapa sih setiap manusia harus merasa gelisah? Padahal aku tidak suka dihadapkan dengan posisi ini”

Kegelisahan sering dikatakan sebagai makanan bagi rasa sepi, keadaan di mana tidak ada lagi yang dapat dijadikan tempat untuk berbagi dan terisolasi akibat ketidakhadiran seseorang untuk saling memahami. Sering kali sebagai manusia kita pasti merasakan hal ini. 

Entah apa yang menyebabkannya, rasa ini muncul secara tiba-tiba. Dalam kesendirian rasa ini sering muncul, menjelang tidur malam perasaan ini sering muncul, bahkan ketika diri ini senang kegelisahan muncul. Tidak ada dasar yang jelas mengapa bisa muncul secara tiba-tiba.

Overthinking sering menghantui setiap pribadi umat manusia, rasa takut, gelisah, cemas yang menandakan seseorang sedang ragu dan takut akan pilihannya.

Berdasarkan pengalaman yang sudah dilewati, biasanya kegelisahan mulai muncul karena risih dalam melihat keadaan di sekitar diri. Gelisah dapat muncul apabila apa yang kita jalani sekarang tidak sesuai dengan harapan orang lain.

Rasa takut mengecewakan orang lain sering muncul dalam benak mahasiswa akan pilihan program studi yang di jalaninya sekarang apakah sudah sesuai dengan harapan dan tujuan dari orang tua mereka.

Memang tidak salah apabila orang tua memiliki harapan besar kepada anaknya, tetapi terkadang dengan adanya ekspektasi yang terlalu besar tersebut justru membuat rasa gelisah. 

Sebagai seorang mahasiswa, terkadang saya masih sering berpikir “Apakah pilihan saya sudah tepat untuk memiliki jurusan program studi yang saya jalani sekarang? Apakah nantinya saya akan berhasil dengan program studi yang saya pilih sekarang?”

Biasanya  kegelisahan dapat ditunjukkan dengan keinginan melakukan hal-hal nekat, cepat merasa jenuh, menjauh dari lingkungan sosial sehingga tampak tak bersahabat, mudah dilukai secara emosional, hingga ke tingkat mengutuk diri sendiri. 

Frustrasi hampir mirip dengan kegelisahan. Namun, Jerry Bridges memberikan perbedaan pada keduanya. Jika kegelisahan lebih cenderung kepada rasa takut, frustrasi mengarah pada kemarahan terhadap siapapun yang menurut kita akan menghalangi rencana kita.

Terkadang saya berpikir bahwa diam dan memendamnya rasa kegelisahan itu jauh lebih baik. Namun apakah baik untuk mental health saya?

Rasa gelisah terkadang membuat saya tertekan, cemas, dan berujung stress. Saya juga merasa tidak nyaman berada di zona kegelisahan yang saya miliki. Maka dari itu, tips yang dapat dilakukan untuk menghadapi situasi tersebut antara lain :

1) Mengerti tentang pola pikir yang kita miliki

Pikiran negatif dapat berakar dalam pikiran kita sendiri dan mengubah keparahan situasi. Salah satu caranya adalah dengan menantang ketakutan tersebut adalah dengan bertanya apakah itu benar, dan melihat di mana bagaimana diri kita dapat mengambil kembali kendali.

2) Mencoba terbuka dengan orang lain

Bercerita dengan orang lain merupakan salah satu tips untuk bisa mengatasi kegelisahan tersebut dengan harapan orang yang kita ajak untuk bercerita dapat memberi saran yang membangun. Dengan bercerita, setidaknya kita akan membangun mental health yang lebih baik lagi.

3) Berusaha tetap berpikir positif. 

Berpikir optimis akan pilihan yang telah di buat merupakan cara terbaik untuk mengatasi kegelisahan. Sebagai contoh, saat kita merasa cemas untuk menghadapi Ujian Akhir Semester, kita bisa menjadikan perasaan tersebut sebagai motivasi yang membangun untuk mendapat nilai yang baik.

Kegelisahan tidak selalu mengarah ke hal yang negatif, justru seharusnya kegelisahan dapat menjadi tolak ukur langkah selanjutnya jalan mana yang akan kita ambil. Kegelisahan yang kita alami juga dapat menjadikan kita lebih waspada dalam mengambil sebuah keputusan supaya tidak menyesal nantinya.

Semua itu ialah bagian dari sepenggal proses kita menuju proses dewasa, nantinya akan ada saatnya sebagai diri akan berjuang sendirian tanpa orang lain dalam menemukan jalan keluar dari kegelisahan tersebut. 

Dalam perjalanannya nantinya kita juga akan menemukan orang baru yang bisa memberikan suatu solusi dalam pemecahan kegelisahan tersebut. Saling memberi support system pada setiap kegelisahan yang kita alami. 

Kita juga bisa mengatur mental health kita dengan hal yang positif, harus mampu dan percaya akan bakat yang ada dalam diri kita. Kita harus menempatkan pemikiran kita di tempat yang sepatutnya. 

Tuhan akan memberi jalan kepada umat-Nya yang percaya. Satu hal yang pasti, keraguan hanya akan membawa kita terjerumus hal-hal yang negatif dan overthinking yang tidak ada habisnya. 

"Apabila kita takut untuk mencoba suatu hal baru, lalu bagaimana kita bisa mengetahui apakah kita berhasil atau tidak di medan pertempuan?"

Satu hal yang pasti, selama manusia hidup, bahkan ketika manusia sudah berumur, ia akan selalu disertai rasa gelisah terhadap lingkungan sekitarnya.

Mulai percaya diri akan potensi yang dimiliki ialah salah satu cara yang ampuh dalam menghadapi kegelisahan, selain itu menyerahkan dan mempercayakan Tuhan Yang Maha Esa yang akan menuntun hidup kita sepenuhnya.