Pergi ke berbagai tempat dengan menggunakan transportasi umum, khususnya dengan bus, adalah hal biasa bagi saya, namun tidak bagi kebanyakan orang. Nyatanya beberapa kali saya menemui orang yang kebingungan ketika di terminal. Bahkan beberapa di antaranya agak takut untuk naik bus.

Adalah hal wajar jika kita takut ketika melakukan kegiatan yang baru pertama kali dilakukan. Hal demikian juga saya alami. Kita semua akan merasa tenang jika melakukan kegiatan yang biasa dilakukan. 

Saking tenangnya, kita cenderung melakukan hal yang biasa dilakukan tanpa mau melakukan hal baru. Kecenderungan tersebut sering disebut dengan comfort zone atau zona nyaman.

Saya memang bukan ahli dalam isu transportasi. Saya juga bukan influencer yang “dianggap” mampu memberikan pencerahan seputar isu yang diangkat. Namun izinkan saya berbagi pengetahuan dasar seputar naik bus.

Setidaknya selama 2 tahun saya pernah menjadi penumpang aktif bus Lamongan-Surabaya-Malang. Bahkan sesekali pernah naik bus Malang-Jogja. Meski ini bukan prestasi yang perlu dibanggakan, namun hal tersebut membuat saya percaya diri untuk membagikan hal-hal yang harus diperhatikan saat naik bus.

Pertama, siapkan tujuan yang pasti.

Adalah konyol jika Anda naik bus tapi tidak tahu mau ke mana. Yang saya maksud adalah Anda harus tahu mau turun di mana, atau di terminal mana. Tidak sekedar kota yang dituju saja.

Ketika bus yang Anda tumpangi melaju, selang beberapa saat kondektur akan bertanya mau turun di mana, bukan Anda mau ke mana, karena tujuannya adalah menentukan harga sesuai perjalanan. 

Misal Anda dari Lamongan, kemudian mau ke Malang dengan transit terlebih dahulu di Surabaya. Maka Anda harus paham mau turun di terminal Surabaya yang mana, mau ke Oso Wilangun, atau Purabaya (Bungur), karena tiap kota terkadang ada lebih dari satu terminal. Jadi pastikan tujuan Anda terlebih dahulu ya mylov.

Kedua, tidak ada salahnya menjawab pertanyaan "mau ke mana" saat di terminal

Ketika berada di terminal, akan ada banyak orang yang menanyakan tujuan Anda, “mau ke mana mas/mbak/pak/buk”. Bagi Anda yang baru pertama kali naik bus, saran saya tidak usah ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Terkadang mereka juga bisa sangat membantu ketika Anda kebingungan. Tujuan mereka bertanya tentu saja untuk mencari penumpang yang tujuannya sama dengan bus mereka. Jika tujuannya berbeda, biasanya mereka memberikan petunjuk ke mana harusnya Anda mencari bus yang dituju.

Selain itu, menjawab pertanyaan tersebut setidaknya membuat mereka tidak tersiggung. Ya, gimana, bayangkan saja Anda bertanya kemudian dicuekin, pasti sakit dong.

Pernah juga saya menemui hal tersebut, saat ditanya “mau ke mana” tapi tidak dijawab, akhirnya lontaran kalimat kasar pun diucapkan oleh mereka sebagai wujud kekecewaan atas respon penumpang.

Saran saya, jika Anda kebingungan saat mencari bus mana yang harus diambil, bertanyalah pada orang yang mengggunakan seragam armada bus agar mendapat jawaban yang memuaskan. 

Mungkin bisa saja Anda bertanya pada penumpang, tapi kebanyakan mereka hanya mengetahui jalur bus yang mereka tuju, dan saya punya pengalaman bertemu orang abstrak yang memberikan jawaban konyol saat ditanya tentang bus mana yang harus saya ambil.

Ketiga, pastikan kemampuan Anda 

Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan bertahan dalam bus dan kemampuan finansial Anda.

Hal dasar yang harus dipahami adalah ada 2 jenis bus, yaitu ekonomi dan patas.

Bus ekonomi umumnya tidak memiliki AC (meski beberapa ada juga yang ber-AC). Rute perjalanan bus ini lebih panjang dari bus Patas, karena tiap terminal atau tempat tertentu dapat menaikkan atau menurunkan penumpang.

Berbeda dengan bus Patas yang tidak bisa sembarangan menaikkan atau menurunkan penumpang. Karena itu bus Patas memiliki waktu tempuh yang lebih cepat dari bus ekonomi.

Namun, karena perbedaan harga yang biasanya sekitar 2x lipat, penumpang bus ekonomi lebih banyak, karena itu penumpang bus ekonomi sering tidak mendapat kursi duduk atau berdesak-desakan.

Dan karena tidak bisa sembarangan menaikkan atau menurunkan penumpang, dalam bus Patas ini jarang sekali ada pengamen atau orang jualan. Berbeda dengan bus ekonomi yang sering dijumpai pengamen dan orang jualan.

Jika anda pemabuk, dalam artian mabuk kendaraan, maka lebih baik ambil bus Patas saja, Selain lebih cepat, di sana juga lebih nyaman karena jarang ada pengamen atau penjual yang bisa saja mengganggu Anda.

Jadi pastikan memilih bus sesuai kemampuan Anda, Jangan sampai Anda malah tersiksa ketika naik bus sepanjang perjalanan.

Keempat, bawa perlengkapan hiburan dan kebutuhan

Tentunya perlengkapan yang dimaksud bersifat minimalis, jadi jangan bawa PS 5, istri tetangga, atau yang sejenisnya, karena selain merepotkan, hal tersebut juga tidak mungkin dilakukan.

Jika perjalanan jauh setidaknya bawa headset, headphone atau sejenisnya. Bawa juga makanan, minuman, baik berat maupun ringan. Jika tidak sempat bersiap, tenang saja, biasanya di Terminal akan ada beberapa orang jualan makanan atau minuman, meski dengan harga di atas harga normal.

Kelima, hindari ketakutan berlebihan

Bus bukan sarang kriminal, setidaknya selama saya menaiki transportasi ini tidak pernah menjadi korban atau menyaksikan tindakan kriminal dalam bus.

Tidak masalah jika Anda tidur dalam perjalanan, meski jangan teledor juga. Pastikan barang yang Anda bawa sudah aman, setelahnya Anda bisa tidur dengan nyaman. Namun jangan terlalu asik untuk tidur, jangan sampai tujuan Anda malah terlewati karena tertidur.

Keenam, Bersiap ketika mau turun

Ingatlah, Anda sedang menaiki transportasi umum, bukan pribadi. Jadi pastikan Anda sudah mempersiapkan diri untuk turun ketika bus hampir sampai di tujuan Anda.

Biasanya saat akan melakukan pemberhentian, kondektur akan meneriakan nama tempat yang dimaksud. Jika tempat itu adalah tujuan Anda, maka bersiaplah dan segera menuju pintu keluar.

Jangan sampai ketika bus sudah sampai tujuan, Anda baru bersiap-siap. Hal ini dimaksudkan agar bus tidak berhenti terlalu lama dipinggir jalan sehingga tidak menyebabkan pengguna jalan raya lainnya terganggu.

Sekiranya cukup hal-hal dasar tersebut yang perlu diketahui oleh “pemula” saat naik bus. Selebihnya jangan lupa berdoa, hati-hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan. Jaga barang bawaan Anda, jangan sampai tertinggal atau berpindah tangan, waspadalah…