Bagi sebagian orang menggunakan kacamata konon dapat membuat penggunanya terlihat keren atau paling tidak terlihat pintar. Bahkan, beberapa sampai bela-belain beli kacamata untuk aksesoris. Enggak masalah juga sih.

Namun, sebagai pengguna kacamata dengan umur hampir menyentuh 8 tahun, ada beberapa hal yang ingin saya luapkan ke dalam tulisan ini selama menggunakan kacamata. Ya, ingin saya “luapkan” sebab merupakan hal-hal yang menyebalkan!

 Apa saja? Berikut 5 hal menyebalkan yang dialami pengguna kacamata minus!

1. Kacamata Bakal Mengembun saat Makan Mi

Ritual menyantap semangkuk mi hangat di iklan-iklan televisi tentu terlihat sangat menggugah selera, sayangnya pengguna kacamata seperti saya enggak akan relate dengan hal tersebut. Kenapa? Karena, kacamata akan dipenuhi embun ketika makan mi.

 Kenikmatan mi yang baru saja dituang dari panci lengkap dengan uapnya yang membumbung ke atas memang tampak menggoda. Akan tetapi, godaan itu akan sirna setelah saya sadar kacamata dipenuhi embun sewaktu menyantapnya.

Alhasil, saya memilih untuk melepas kacamata. Sialnya, masalah baru muncul. Barangkali karena minus mata saya yang cukup besar, kondimen yang ada dalam mangkok mi jadi enggak kelihatan. Mulai dari bakso, suwiran ayam, ataupun jeroan jadi satu membaur dan berkamuflase dalam kuah mie. Padahal saya berniat menyisakan mereka di pengujung makan, gara-gara enggak pakai kacamata akhirnya ikut kemakan. Hadeh!!!

Tips dari saya untuk kamu pengguna kacamata yang mengalami problem serupa, siapkan tisu cukup banyak untuk mengelap embunnya. Cara ini memang klasik sebenarnya. Cara lainnya, bisa juga dengan menurunkan kacamata sedikit ke bawah. Kalau kamu punya uang lebih, bisa membeli kacamata yang lensanya anti embun. Silakan pilih tips yang mana?

2. Kalau Kehujanan Pengguna Kacamata Minus Susah Lihatnya!

Hujan memang menyenangkan, selain suaranya yang merdu dan cocok untuk tidur, hujan juga jadi momen yang pas untuk menggalau. Mendengarkan lagu Nadin Amizah sambil melihat rintik-rintik hujan dari balik jendela kamar. Sebuah scene yang terlihat dramatis sekali bukan?

Namun, momen tersebut berbanding terbalik bagi saya pengguna kacamata yang sedang kehujanan. Menggunakan kacamata dan kehujanan adalah perpaduan yang sempurna untuk membuat saya emosi.

Bukan bermaksud mengingkari rahmat tuhan. Akan tetapi, penglihatan saya jadi ngeblur banget bestie! Buliran-buliran yang menempel di kacamata menutupi pandangan mata saya. Mau dilap sampai berkali-kali juga tetap akan basah. Rasa-rasanya menggunakan topi jadi sangat penting di saat-saat seperti ini.

Terlebih sewaktu mengendarai motor, saya mendadak jadi pelan dan memilih jalan agak minggir. Walaupun sebenarnya kalau memakai helm masalah akan teratasi. Cuman, kembali lagi ke nomor satu, kacamata saya bakalan tetap ngembun! Ujung-ujungya daya penglihatan juga berkurang!

3. Pengguna Kacamata Minus Susah Olahraga!

Yup, aktivitas satu ini juga terasa sedikit susah bagi saya pengguna kacamata. Beberapa olahraga sepertinya enggak akan cocok kalau sambil memakai kacamata. Misalnya voli atau sepak bola.

Berdasarkan pengalaman, beberapa kali kacamata saya pernah jatuh, kena bola, bahkan patah kesenggol teman. Teman saya lantas menyarankan untuk melepas kacamata saja ketika bermain. Hasilnya? Saya seperti orang kebingungan di tengah lapangan. Saya enggak bisa membedakan mana kawan atau lawan ditambah posisi bola sukar untuk terlihat.

Mungkin ada baiknya kalau saya memilih genre olahraga yang berbeda dan minimal tidak melibatkan kontak fisik dengan orang lain. Misalnya, senam, sepedaan, atau e-sport. Pilihan olahraga yang tak perlu membuat saya takut keseringan ganti frame kacamata. Pilihan yang juga tetap bisa membuat saya berkeringat dan sehat.

4. Kalau lupa Nyarinya Ribet

Tujuan dari adanya kacamata ialah guna memudahkan penggunanya dalam melihat. Daya penglihatan yang berkurang akan terbantu dengan memakai kacamata. Namun, bagaimana jadinya kalau kacamata tersebut hilang atau lupa diletakan. Bagaimana cara mencarinya? Pasti susah ngeliatnya dong?

Itulah yang sering terjadi dengan saya. Bangun tidur kemudian meraba-raba kasur atau meja. Mencari keberadaaan kacamata menjadi sebuah rutinitas harian. Syukur kalau ketemu, lha kalau tidak? Panik! Buat saya yang memiliki minus banyak pastinya kesulitan sewaktu mencarinya.

Sebab, mencari kacamata enggak semudah mencari HP yang kalau ditelpon nada deringnya bisa kedengeran! Alhasil, satu kamar diobrak-abrik, meja digeser, kasur diangkat, seprei dibuka. Masih belum ketemu, akhirnya napak tilas rute aktivitas semalam. Mulai dari kamar mandi, ke dapur, ke meja makan sampai akhirnya ke tempat tidur, semuanya direka ulang demi mengingat-ingat dimana keberadaan kacamata!

5. Mendadak Dikasih Ujian sama Teman

Well, boleh dibilang ini jadi salah satu hal paling menyebalkan selama saya menggunakan kacamata. Rasa penasaran teman-teman awalnya saya anggap lumrah tetapi makin lama kok semakin menyebalkan. Mula-mula mereka akan bertanya apakah tanpa kacamata saya masih bisa melihat? Untuk pertanyaan ini masih bisa saya jawab sambil cengar-cengir mencoba tetap tenang.

Setelah itu, mereka akan menyuruh untuk melepas kacamata, lalu memberikan tes selayaknya petugas optik yang sedang memeriksa mata. Mengacungkan jari telunjuknya sambil bertanya “Ini angka berapa coba?” Kemudian sewaktu dijawab dan jawabannya benar, mereka akan terkejut “Lah itu bisa lihat,”. Ya memang bisa lihat, cuman ngeblur!!! Rasanya pengin tak hihh!!!!

Itulah beberap hal yang terasa menyebalkan bagi pengguna kacamata minus. Kalau kamu juga pengguna kacamata minus, nomor berapa nih yang paling menyebalkan menurutmu? Tulis di kolom komentar pengalaman apa saja yang pernah kamu alami!