Kawan, jika kita mengamati kondisi yang tengah terjadi di lingkungan kita pada akhir-akhir ini kiranya kita pun akan mengetahui adanya indikasi hadirnya kembali musim hujan beberapa saat lagi.

Dan kita pun memahami bahwa hujan merupakan bagian dari elemen kehidupan yang sangat penting di muka bumi ini sebagaimana Allah telah menciptakan unsur air, tanah, udara, api hingga ruh sebagai unsur kehidupan pada tiap-tiap makhluk yang diciptakan-Nya.

Berkait dengan keberadaan hujan sebagai bagian dari unsur penunjang kehidupan ini sejalan dengan apa yang diterangkan di dalam QS Al-Anbiya 30 berikut:

"Apakah orang-orang kafir belum mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu pada mulanya adalah satu yang kemudian Kami pun memisahkannya. Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu itu hidup. Apakah mereka tidak beriman (terhadap-Ku dan atas segala penciptaan ini?).

Berdasarkan penjelasan ayat tersebut kiranya kita dapat memahami bahwa sebenarnya langit dan bumi pada mulanya merupakan entitas yang saling menyatu. Kemudian melalui proses tertentu Allah pun memisahkan keduanya sehingga terpisah keadaannya hingga di masa sekarang.

Dari ayat tersebut kita kiranya juga dapat memahami bahwa Allah telah memberikan sebentuk kehidupan di muka bumi ini di mana salah satu mediumnya adalah karena keberadaan air di dalamnya. Hal inilah yang sebenarnya dapat menjadi landasan bagi orang yang beriman kepada-Nya bahwa sebenarnya Allah SWT begitu berkuasa untuk menjadikan tahapan demi tahapan dalam kehidupan di alam semesta ini.

Selain itu, agar masing-masing tahapan tersebut berlangsung secara seimbang maka Allah SWT merawat ciptaan-Nya tersebut dengan menjadikan unsur-unsur alamiah yang dibutuhkan dalam mendukung terjadinya perubahan itu. 

Dengan demikian manakala kita mampu memahami adanya peran serta Allah SWT atas setiap perubahan ini kiranya kita pun akan dapat semakin memantapkan keimanan dan keyakinan kita tentang betapa agungnya kekuasaan Allah SWT yang telah menciptakan itu semua. Sementara itu, kita sendiri yang berposisi sebagai makhluk dan hamba-Nya juga dapat semakin memahami bahwa betapa kerdil dan tidak berdayanya kita di hadapan-Nya. 

Sebab kita telah memahami bahwa sebenarnya kita hanyalah sebagian unsur yang teramat kecil di tengah luasnya alam raya yang semuanya itu berada di bawah kekuasaan Allah SWT. Di antara kekuasaan Allah SWT yang telah menciptakan semesta ini antara lain juga dapat kita telaahi pada proses berlangsungnya hujan sebagaimana yang dijelaskan di dalam QS An-Nur ayat 43 berikut:

"Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikan awan itu bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) berasal dari (gumpalan-gumpalan awan yang bentuknya seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya itu hampir-hampir menyilaukan pandangan (para makhluk-Nya)." 

Melalui penjelasan yang terdapat pada ayat tersebut kiranya kita dapat semakin memahami bahwa proses terjadinya hujan yang barangkali merupakan peristiwa yang alamiah begitu saja menurut anggapan sebagian orang tersebut ternyata merupakan rangkaian proses yang sarat atau begitu penuh dengan muatan ilmu-ilmu pengetahuan. 

Hal itu berpeluang akan dapat kita temukan manakala kita mau mengamati, mentadabburi segala bentuk ciptaan-Nya yang bertebaran di alam semesta ini. 

Sebab jika kita mau untuk menggali dan merenungi segala bentuk penciptaan tersebut maka kiranya kita pun akan dapat menemukan begitu banyak benih-benih maupun sumber-sumber pengetahuan yang begitu luasnya yang terdapat di alam semesta ini. Hal ini sebagaimana diterangkan di dalam QS Ali Imran 190-191 berikut:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang yang berakal. (Yaitu) orang yang senantiasa mengingat Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun ketika berbaring. Mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan (semua) ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, peliharalah kami dari siksa api neraka.'"

Oleh sebab itu, dengan adanya segenap ciptaan Allah yang dapat kita amati ini maka sepatutnya bagi kita untuk dapat mentadaburinya sebagai landasan untuk memperkokoh keimanan. Selain itu, dengan adanya segala ciptaan yang masing-masing memiliki nilai guna ini kiranya kita juga berharap bahwa hal itu akan memberi keberkahan dalam kehidupan kita dan bukan sebaliknya. 

Keberkahan tersebut antara lain dapat kita peroleh karena kita senantiasa menyadari secara sepenuhnya siapa yang telah menciptakan alam tersebut. Dan kita juga memahami tentang bagaimana sebenarnya peran dari ciptaan itu harus ada di alam ini. Berbekal kesadaran kita atas segala ciptaan yang luar biasa tersebut maka kiranya juga dapat menambah keyakinan kita atas keagungan Allah SWT yang telah menciptakan keseluruhannya. 

Selain itu, berbekal keyakinan dan pengetahuan kita atas segenap ciptaan ini maka tugas kita selanjutnya sebagai khalifah (wakil) Allah di muka bumi ini adalah sepatutnya dapat menjaga, merawat dan memberdayakannya demi kemaslahatan kehidupan kita.

Sehingga menjadi sangat tidak mungkin bagi kita yang memiliki kesadaran penuh atas peran penting tersebut manakala kita hendak berbuat apa saja yang dapat merusak alam semesta ini. Sebab peran utama kita adalah menjaga dan memelihara. Dan bukan untuk membuat kerusakan apalagi membuat kehancuran. 

Semoga Allah SWT memberikan hidayah dan ma'unah-Nya kepada kita sehingga kita dapat menyadari dan menjalankan peran kita sebagai pemakmur di muka bumi ini dengan sebaik-baiknya.