Lisan merupakan nikmat Allah SWT yang sangat besar bagi manusia. Kebaikan yang diucapkannya akan melahirkan manfaat yang luas dan kejelekan yang dikatakannya membuahkan ekor keburukan yang panjang. 

Karena dia tidak bertulang, dia tidak sulit untuk digerakkan dan dipergunakan. Tak banyak orang yang pandai dalam menjaga lisan hingga pada akhirnya ia akan menjerumuskan manusia ke jurang api neraka.

Dalam hadits disebutkan :“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan yang menyebabkan dia tergelincir ke dalam neraka yang jaraknya lebih jauh antara timur dan barat. Seorang mukmin hendaklah menjaga lisannya, apa jaminan bagi seseorang yang menjaga lisannya dengan baik?

Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda “Iman seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga hatinya istiqomah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga lisannya istiqomah. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya, ia tidak akan masuk surga.”

 Seseorang seharusnya tidak berbicara kecuali jika kata itu baik, yaitu, apa yang tampak bermanfaat. Keraguan dalam munculnya manfaat tidak berbicara. Karena diam bisa menjadi langkah awal yang mudah untuk menjauhkan kita dari hal-hal yang mungkin merugikan diri kita sendiri.

Orang yang menjaga lisan akan memiliki kedudukan tinggi dalam agama. Selain itu, orang lain akan terhindar dari kejahatan lisannya. Dari Abdullah bin Umar dari Rasulullah saw yang bersabda :“Seorang muslim adalah yang orang lain selamat dari kejahatan lisan dan tangannya.”

1. Manfaat Menjaga Lisan.

a. Mendapat tempat dalam agamanya.

Dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ketika ditanya tentang orang yang paling utama dari orang-orang Islam, beliau menjawab: “(Orang Islam yang paling utama adalah) orang yang orang lain selamat dari kejahatan tangan dan lisannya.”

b. Mendapat keberkahan dalam melaksanakan perintah Allah.

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam."

c. Mendapat jaminan dari Nabi untuk masuk surga.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa yang dijaga oleh Allah dari kejahatan apa yang ada di antara dua rahangnya dan kejahatan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka dia akan masuk surga.”

d. Allah mengangkat derajatnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam hadits dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu : “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.”

e. Mendapat ridha dari Allah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah."

2. Bahaya Tidak Menjaga Lisan.

Salah satu bahaya tidak menjaga lisan adalah menyebabkan pelakunya dimasukkan ke dalam api neraka meskipun itu hanyalah perkataan yang dianggap sepele oleh pelakunya.

Sebagaimana hal ini banyak dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salah satunya adalah hadits yang telah disebutkan di atas atau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu.

Ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang rukun iman dan beberapa pintu-pintu kebaikan.

Kemudian berkata kepadanya: “Maukah kujelaskan kepadamu tentang hal yang menjaga itu semua?” .Kemudian beliau memegang lisannya dan berkata: “Jagalah ini” maka aku (Mu’adz) tanyakan: “Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa dengan sebab perkataan kita?”

 Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam menjawab: “Semoga ibumu kehilanganmu! (sebuah ungkapan agar perkataan selanjutnya diperhatikan). Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.”

Lisan sering kali menjadi perkara awal dalam setiap permasalahan manusia. Banyak manusia yang sebenarnya menyadari akan bahaya dari pada lisan itu sendiri,akan tetapi dalam praktiknya justru kebanyakan dari manusia mendapatkan tidak menghiraukan bahaya daripada lisan itu sendiri. 

Padahal, jika ditelaah lebih dalam lagi, lisan yang dijaga mempunyai manfaat yang sangat besar misalnya mengucapkan hal- hal yang lebih bermakna dan bernilai ibadah.

Rasulullah bersabda “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." Dalam hadist lain juga disebutkan “Takutlah pada neraka, walau dengan sebiji kurma. Jika kamu tidak punya maka dengan ucapan yang baik."

Pada dasarnya dalam Islam sangat dianjurkan untuk menjaga lisan dari tutur kata yang buruk. Dan lisan yang tidak dijaga dapat mendatangkan malapetaka yang mungkin hanya berawal dari celaan atau hinaan bahkan hingga fitnah. Seperti kita ketahui juga ada pepatah yang mengatakan bahwa lisan itu lebih tajam dari pada pedang.

Wallahu a'lam bishawab.