Lantaran belum ada pengangguran yang gabut, hingga saat ini belum ada yang bisa menghitung jumlah hubungan yang merajuk, bahkan pupus, gegara game online Mobile Legend atau ML. Game online satu ini begitu laris di Indonesia. Tercatat di tahun 2020, dari lebih 49,000 user aktif setiap harinya, 50% berasal dari Indonesia. Ya, hampir 25.000 orang yang menggunakan waktunya untuk main game ini. 

Hal ini pula yang membuat logo ML nongol di -hampir- semua brosur-brosur operator telekomunikasi Indonesia. Tak jarang, para player-nya pun; dilempari sapu lantaran tidak mendengar panggilan emak; dan naik darah, misuh-misuh, lantaran gambar peperangan di layar smartphone tiba-tiba berubah panggilan masuk. Njay.

Dampak dari game ini bermacam-macam, namun paling banyak adalah penundaan. Hal ini dikarenakan membutuhkan waktu, rata-rata puluhan menit, untuk menyelesaikan satu permainan. Penundaan bisa terjadi pada, abang Ojol (Ojek Online) menunda narik penumpang, mas-mas menunda pulang ke rumah -lantaran- takut diganggu bini, dan yang paling sering terjadi, menunda keluar WC meski telah selesai hajatnya. Semua itu mereka lakukan agar bisa puas main ML.

Kalau penundaan besar dari pengalaman penulis selama lebih 2 tahun aktif di Mobile Legend yakni, menunda mengerjakan tugas kuliah, menunda menggarap tugas akhir; skripsi, yang berimbas menunda wisuda, hingga menunda pensiun dari status jomblo. :v

Tidak hanya itu, bagi yang tidak main game ini pun juga terkena imbasnya, diabaikan keberadaannya lantaran ditinggal nge-push rank Mobile Legend. Atau paling tidak, dampak minimalnya menunggu 5 detik untuk skip iklan game ini saat tengah asyik nonton Dramanya abang-abang, eh opa-opa, ganteng Korea di YouTube.  

Begitu besar dampak dari Mobile Legend ini, di negara kita ini. Bagi anda yang belum tahu tentang ML, saya akan jelaskan sedikit. ML merupakan game online yang ‘diasuh’ oleh Moonton. Mengandalkan strategi dan skill dari setiap pemainnya. Jenisnya game strategi, duel antar tim. Dalam satu tim ada 5 pemain.

Dalam game ini terdapat 10 turet atau tower. 9 turet berada di 3 line; bawah, tengah dan atas. Sedangkan 1 turet lagi menjadi turet inti dan kunci permainan, yakni ada di paling belakang. Turet inti ini ibarat Raja pada permainan catur; tim dinyatakan menang apabila berhasil menghancurkannya. Dan satu lagi setiap turet memiliki tembakan, yang dapat menyerang lawan di area diameter tertentu.

Bagaimana sudah tahu? Tidak sia-sia kan menekuni selama 2 tahun. Hhehe. Ada satu lagi yang ingin saya jelaskan, yakni Minion, boleh dikata prajurit. Minion ini dalam beberapa waktu keluar dari turet inti. Dan membagi tiga rombongan berjalan di setiap 3 line tadi. Satu rombongan berisi 3 prajurit; paling depan prajurit pedang, kemudian prajurit tombak dan paling belakang gerobak panah.

Nah, disini kita akan mengambil ibrah dari keberadaannya minion ini. Biar kita tidak hanya menerima dampaknya. Berikut ini -merupakan hasil pengamatan selama lebih 2 tahun yang sudah- saya rangkum untuk anda, termasuk bagi yang belum pernah main Mobile Legend;

Pertama, Konsisten

Keluarnya minion dari tower inti setiap 30 detik. Selalu konsisten. Tidak hanya dari waktu munculnya, jalannya pun juga konsisten. Mereka tidak buru-buru sekalipun ada peluang untuk menerobos ke depan. Pun juga jika ada ancaman, mereka tetap melangkah seperti biasanya. Meraka tetap santuy, tidak grasah-grusuh dalam bertindak.

Komitmen dalam menjaga sikap konsistensinya ini sangat mendukung strategi yang digunakan dalam game. Tak jarang, para player menjadikan itu kesempatan dalam menciptakan peluang dan memanfaatkan momentum. Dari konsistensinya ini, para pemain bisa memperkirakan kapan minion keluar dan kapan ia tiba di tempat-tempat tertentu.

Kedua, Tidak Mudah Terprovokasi

jika mengamati secara detail kiprah minion di medan pertempuran, kalian akan paham bahwa mereka tidak mudah terprovokasi. Belum pernah terungkap minion menyerang temannya lantaran disuap oleh tim lawan, ataupun lantaran dibully temannya.

Minion ini hanya berjalan sesuai dengan line mereka. Mereka tak terprovokasi sekalipun ada yang mencoba mengusik tower di line lain. Mereka hanya memperdulikan line-nya sendiri. Tak jarang lantaran sikap ini, menguntungkan player, bahkan sering kali para minion ini menjadi penentu kemenangan.

Karakter ini, mengajarkan pada kita, bahwa tidak perlu mengurusi urusan orang lain. Cukup memperhatikan urusan diri sendiri. Perbaiki diri, tetap melangkah di jalan yang dipilih dan tidak gampang tergoda, yakin lah kesuksesan menanti.

Ketiga, Pantang Menyerah

Selama lebih 2 tahun saya mengamati minion di Mobile Legend, belum pernah sekalipun saya melihat para minion ini lari terbirit-birit, atau ngumpet di rumput-rumput, lantaran lawan yang bakal dihadapinya lebih besar. Mereka tidak pernah gentar siapapun yang dihadapinya. Baik itu minion lawan, turet atau player musuh sekalipun.

Mereka selalu berusaha menyerang. Tak peduli ia bakal memenangkan medan pertempuran atau tidak. Sikap kesatria dan pantang menyerah sudah tertanam kuat. Mereka selalu optimis, lebih baik mati dari pada mundur.

Keempat, Rela Berkorban

Saat berhadapan dengan turet, minion ini selalu diserang. Tak terhitung jumlahnya dalam satu pertandingan ada puluhan minion yang harus tewas dihadapan turet lawan. Sikap rela berkorban yang tinggi ditunjukkan para minion di medan tempur.

Karena loyalitas yang tinggi, tak jarang kehadirannya ditunggu para player. Mereka memaksimalkan rela berkorban para minion ini untuk menyerang turet lawan. Tanpa keberadaan minion para player itu tak pernah berani, takut mati. Sikap player yang mengorbankan prajurit ini jauh berbeda dari seorang kesatria.  


Nah, sudah jelas bukan, bahwa keberadaan minion tidak hanya penting di dalam game, tapi juga penting bagi dunia kita. Kita bisa mengambil pelajaran dari minion sikap yang ditunjukkan minion. Mulai dari konsistensi, tidak mudah terprovokasi, pantang menyerah, dan rela berkorban.

Minion memang kecil dan tidak mempunyai kekuatan super. Namun karena mereka teguh memagang keempat sikap ini, membuatnya menentukan kemenangan. Bahwa, tanpa keberadaan minion, para player tak bisa memenangkan game. Jika pun semisal mereka tiba-tiba ngambek, tidak mau berkorban semisal. Maka dipastikan game tidak akan pernah selesai, sampe minion itu mau berkorban lagi.

Tidak ada salahnya bukan kita meneladani keempat sikap dari miniom tadi. Gunakan sikap-sikap tersebut ke dalam hal yang baik, dengan takaran yang bijak. Saya sudah berusaha memanfaatkan keempatnya dalam dunia tulis-menulis; dalam tulisan ini. Memang butuh pantang menyerah agar bisa menggapai kemenangan. Amiin :v