Apakah ada di antara kalian yang berbagi akun media sosial beserta password-nya dengan pasangan? Hayo ngaku!

Atau malah bikin akun untuk dipakai berdua? Wah, wah.

Isu ini memang masih menjadi never ending perdebatan. Ada kelompok yang menganggap bahwa akun dan kata sandinya adalah hak privasi masing-masing orang. Bahkan walau sudah menikah pun privasi tetaplah privasi, dan merasa bahwa hubungan yang seperti itu adalah toxic relationship

Ada pula orang-orang yang berpikiran bahwa tidak ada salahnya untuk terbuka dengan pasangan. Agar terlihat tidak ada yang dirahasiakan, jadi biarkan saja pasangan keluar-masuk akun kita.

Saya juga termasuk orang yang dengan sukarela membagikan akun dan kata sandi media sosial saya ke pasangan. Tentu saja dengan berbagai alasan. Pertama, karena saya memang tidak ingin ada yang ditutup-tutupi dalam hubungan kami. Dia berhak tahu aktivitas saya di media sosial, begitu pun sebaliknya. 

Toh walau akun saya ada di gawai pasangan dan akun dia juga online di gawai saya, kami cuma sesekali saja melihat ke akun pasangan, tidak ikut campur dalam hal unggahan atau komentar juga pesan pribadi.

Kedua, ini adalah alasan yang paling penting. Saya ini parah sekali dalam hal mengingat kata sandi. Serius. Walau sudah saya seragamkan untuk semua akun dan aplikasi, tetap saja saya sering lupa. 

Nah, salah satu solusinya adalah menitipkan kata sandi tersebut pada pasangan. Nggak usah dikasih saran untuk mencatat deh, hal ini sudah susah sekali berlaku untuk saya.

Ya, ya, saya siap dihujat oleh kalian-kalian yang menganggap bahwa akun dan kata sandinya adalah privasi yang tak boleh dicampuri oleh orang lain, termasuk pasangan sendiri. Tak apa, saya punya pertimbangan sendiri untuk ini dan kami paham benar dengan segala risikonya.

Lalu bagaimana dengan yang sengaja membuat dan memakai satu akun berdua dengan pasangannya? Jangan salah, ada lho yang seperti ini. Entah itu untuk yang masih pacaran atau juga sudah menikah.

Alasannya apa ya? Mungkin saja bagi mereka ini adalah sebuah bukti kekompakan dan lambang kebersamaan. Selain punya akun media sosial masing-masing, mereka juga punya ide untuk membuat akun yang bisa dioperasikan oleh kedua belah pihak. Dikhususkan untuk mengunggah semua hal yang mereka lakukan bersama atau rencana-rencana masa depan, mungkin.

Salah satu alasannya juga mungkin sama seperti saya tadi yaitu agar adanya keterbukaan ke pasangan, tidak ada rahasia, tidak ada yang ditutupi. Semuanya clear. Bisa juga dengan alasan untuk belajar berbagi (Hah? Berbagi?). Berbagi mulai dari hal kecil seperti akun media sosial dan yang lainnya.

Namun yang namanya jodoh dan takdir, kan, bukan kita yang punya hak untuk mengatur. Sudah ada jalannya sendiri-sendiri. 

Yang jadi pertanyaan saya adalah, apakah misalnya nanti mereka ini ternyata tidak jodoh dan berpisah lalu akun ini akan diapakan? Dihapus begitu saja? Dibiarkan? Dipegang oleh salah satu pihak sebagai pemilik hak asuh atas akun? Atau malah dijadikan harta gono-gini?

Bagi saya yang mellow-mellow syedap ini, menghapus foto mantan pasangan dari akun media sosial saja sudah terasa berat sekali. Bagaimana bila harus menghapus atau menonaktifkan akun media sosial yang selama ini dipakai berdua ya? Belum lagi menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari teman atau saudara tentang hilangnya akun itu. Duh, anteeep iki cah!

Karena itulah seberapa pun saya ingin terbuka bersama pasangan, saya dan dia tidak ada niatan untuk membuat satu akun yang dipakai bersama. Pakai akun masing-masing sajalah. Cukuplah saling tahu aksesnya asalkan bisa bijak dalam menggunakan dan mengatasi.

Saya sih tidak menyarankan pada kalian untuk membuat akun atas nama cinta ini. Tapi kalau memang ternyata ada yang punya niatan atau bahkan sudah telanjur membuat, semoga ke depannya tidak akan ada masalah yang muncul hingga menyebabkan akun tersebut harus dihapuskan. Semoga semuanya lancar-lancar saja. 

Dan kalau mungkin ada juga yang sudah punya akun bersama dan akhirnya pisah, yang sabar ya. Besok coba lagi kalau dapat pasangan baru. Juga tolong jangan lupa kasih tahu saya bagaimana penghitungan persentase pembagian harta gono-gini akun atas nama cinta itu.