Orangtua selalu berpesan jadilah orang yang bermanfaat bagi orang banyak, kau harus menjadi orang sukses, raih apa yang menjadi impianmu dan tebarkan selalu kebaikan kepada setiap orang. Nasihat semacam ini menjadi makanan setiap harinya, harapan mereka sungguh besar dalam menjadikan anak orang baik dan sukses. Tapi apa mungkin anak mereka tidak terpleset dan jatuh ke dalam keburukan? Tentu mereka akan terjatuh bahkan tidak mampu barangkali berdiri lagi.

Anak akan selalu berkecimpung dalam keburukan, mereka akan terikat oleh hal-hal yang tidak baik tersebut sebab lingkungan mempengaruhi kehidupan seseorang. Jadi jika orangtua selalu bergelimut tentang hal buruk maka mereka tidak mampu melepaskan anak dari kebiasaan buruknya. Karena orang buta tidak dapat menuntun orang buta untuk berjalan, mereka akan sama-sama jatuh ke lubang.

Jadi  baik hanya formalitas dalam kehidupan mereka, tentu benar kalau kita menginginkan sesuatu maka kita harus menyesuaikan diri seperti yang kita inginkan. karena tidak akan mungkin padi yang kita tanam akan tumbuh jadi jagung. Jadi intinya apa yang kita tanam itu juga yang kita tuai.

Di sinilah barang kali penyebabnya anak tidak sukses, kita terlampau sering bahkan hidup kita tidak pernah lepas dengan mengeluarkan kata-kata yang sembrono, menghina, mencemooh, serta merendahkan diri. Perbuatan kita jauh dari kebaikan yang selalu berkecimpung dengan keburukan, tentu akan hal yang sia-sia jika kita mengimpikan kebaikan dalam hidup.

Itulah yang menjadi kendala saat kita menginginkan sesuatu yang baik tanpa menyesuaikan perbuatan ke hal yang baik pula. Jadi jangan pernah bermimpi akan menjadi lebih baik bila kita lebih senang dan sering melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk. Karena untuk mengubah segala sesuatu berawal dari diri sendiri.

Bagaimana dengan sekolah yang menuntut siswanya untuk sukses? Sekolah selalu berkeinginan dan berharap siswa/siswinya mampu hidup mandiri serta beradaptasi di setiap lingkungan yang dia tempati. Sekolah selalu menjunjung tinggi agar muridnya mampu bersaing di daerah perkotaan dan mampu mengikuti pembelajaran di tinggkat Perguruan Tinggi maupun internasional. Namun semua hanya mimpi dan sebatas mimpi, pihak sekolah selalu berprinsip bahwa kesuksesan muridnya berawal dari dirinya sendiri.

Sekolah menyalahkan saat siswanya tidak lulus, tapi pihak-pihak sekolah sering tidak memberikan pembelajaran yang tidak benar, guru-guru lebih sering mangkir dan tidak hadir kesekolah, mereka saling menutupi keburukan-keburukan satu sama lain, mereka menuntut siswa belajar mandiri. Saat siwa tidak mampu! mereka menyalahkan? Tapi mereka tak perna mengintropeksi apa yang sudah mereka perbuat. Mereka membiarkan siswanya bermain-main dan  pulang tanpa membawa ilmu.

Tak terlepas dari semua itu, seharusnya tanpa harus memandang keinginan para siswa/siswinya. Seperti yang dijelaskan di atas bahwa kesuksesan berawal dari dirinya sendiri. Sekolah adalah tempat dimana setiap orang di didik, diajar, dibimbing dari yang tidak tau menjadi tau. Hingga para murid memiliki pengetahuan yang cukup dan mampu beradaptasi di setiap lingkungan dimana ia tinggal.  

Jadi sekolah harus mampu melihat kedalam dirinya sendiri, bahwa sekolah tidak akan mampu mengantarkan setiap muridnya menuju kesuksesan, tanpa perbuatan tentang hal apa yang sudah dia berikan kepada setiap muridnya. Sekolah harus lebih mengutamakan pendidikan yang benar sesuai dengan apa yang dipercayakan pemerintah serta rakyat,  dengan menghiraukan keinginan dari para murid itu sendiri.

Bagaimana dengan kaum pelajar, kita yang selalu menyalahkan orang tua, sekolah, pemerintah dan selalu mencari alasan sebab kegagalan kita, factor kemiskinan atau materi, sistem pendidikan yang buruk dan lingkungan yang tidak mendukung. Kita sengaja menciftakan teori pembenaran hal semacam ini, sehingga kita selalu berada di tempat yang sama dan menetap di zona nyaman yang kita buat sendiri. Batasan ini yang membuat tidak sampai pada kesuksesan, kita cenderung berangan-angan dan bermimpi demi kepuasan hati tanpa ada hasil dari apa yang kita impikan.

keinginan merupakan bagian dari hidup dan sesuatu yang lazim untuk dilakukan. Tapi bagaimana kita mewujudkan apa yang kita ingikan, jika kita selalu bergelimut tentang hal-hal yang buruk. Kita selalu berkeinginan untuk mampu mengubah segala sesuatu menjadi hal yang baik, tapi apakah semua akan tercapai bila tidak di landasi oleh diri sendiri. Perubahan tentang segala sesuatu akan tercapai, ketika perubahan itu dimulai dari diri sendiri.

Jika kita ingin mengubah orang lain serta negara terlebih dahulu kita mengubah diri sendiri, karna pada umumnya akan kembali kedalam diri sendiri. Jangan kita mencoba menyelesaikan masalah yang besar, jika masalah kecilpun kita selalu menghindar. Tak seorangpun mampu memperbaiki sesuatu di luar dirinya bila dirinya selalu berkecipung dalam kesalahan.

Bagaimana dengan pemerintah yang selalu menyalahkan pejabat-pejabat yang korupsi? Pemerintah membentuk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memang semua tak terlepas dari kesalahan para koruptor, tak bisa dibenarkan pula bahwa ini semua merupakan kesalahan para koruptor. Jika pemerintah menginginkan rakyat tentram, damai dan bebas dari korupsi. Terlebih pemerintah harus memulai dari dalam dirinya sendiri, karna jika kita menginginkan orang lain berubah, maka terlebih dahulu perubahi diri sendiri.

Pemerintah perlu  menyelidiki dan mengamati bahwa kesejahteraan negara ini berada dalam genggamannya sendiri, tanpa pemerintah rakyat tidak akan sejahterah, maka untuk mencapai kesejahterahan harus dimulai dari padanya. Jangan tanya apa yang sudah diperbuat kepadamu, tapi lakukanlah sebagai  dirimu pondasi bagi rakyat menuju kemajuan bangsa ini.

Para koruptor berbuat sedemikian rupa tidak lepas juga dari pengaruh lingkungan oleh sistem pemerintahan yang disalahgunakan pihak pemerintah itu sendiri. Bagaimana tidak! orang-orang yang melamar pekerjaan dibidang pemerintahan harus membanyar sejumlah uang yang nilainya cukup besar, jadi sangat wajar bilamana orang-orang pada nantinya akan korupsi. Bukan hanya dalam masa pendidikan tapi dalam persyaratan kerjapun tetap butuh biaya yang besar demi mendapat sebuah pekerjaan.

Maka jangan pernah bermimpi ingin mengubah dan mengingikan hal yang baik selalu dalam hidup, bila diri kita sendiri tak mampu kita ubah ke hal yang lebih baik. Manusia kebanyakan dari mereka tidak menyadari segala sesuatu yang mereka perbuat, mereka selalu mempunyai keinginan yang besar untuk menjadi orang lebih baik dan ingin mengubah orang-orang disekitarnya menjadi lebih baik.

Manusia selalu berkeinginan untuk menghilangkan penderitaan, masalah dan hal yang bersifat merugikan diri sendiri, tapi mereka tidak perna lepas dari kesalahan, bagaimana tidak? mereka selalu perbuat kesalahan yang seolah-olah mereka tidak bisa hidup tanpa kesalan. Manusia sering kali ingin terlihat kuat, pintar serta bijak, namun ketika dituntut sesuatu pertanggung jawaban, orang akan menghindar dan lari dari tanggung jawab, juga akan mencari teori pembenaran demi pengampunan dan kesenangan diri sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita berharap semoga orang-orang disekitar kita makin baik, ketika terdapat kesalahan terhadap hidup ini, terhadap diri kita sendiri kita cenderung menyalahkan orang diluar diri kita, orang tua menyalahkan anaknya jika mereka gagal, pihak sekolah menyalahkan murid atau siswa/siswi jika tidak lulus, pemerintah menyalahkan rakyatnya jika korupsi. Semua yang ada dalam hidup ini saling menyalahkan satu sama lain. Sehingga tidak ada perubahan!.

 Hidup akan selalu tetap di ambang kehancuran, jika sifat saling menyalahkan yang terjadi, maka sangat cepat kita maju menuju kehancuran. Jika diri kita selalu mengkomentari diluar diri kita dan tidak sama sekali tentang diri kita, kita selalu menuntut ini harus kaya ngini!, itu harus kaya ngini! Maka sampai kapanpun kita akan tetap berhasil untuk tetap diam dalam keterpurukan.

Perlu kita pahami bahwa dirimu sendiri akan membawa perubahan yang besar, maka belajarlah untuk memahami diri sendiri, sebab inti dari segala sesuatu ada dalam diri kita. Pahami mana yang bentul-betul kita butuhkan, karna sebagai pondasi harus benar-benar kuat, serta mampu bertahan dalam setiap badai yang menerpa.