10 bulan lalu · 56 view · 5 menit baca · Ekonomi 43207_95836.jpg
Google News

GWK, Gerbang Investasi di IMF World Bank

Persoalan ekonomi negara tidak hanya tugas menteri perekonomian, pemerintah, pemimpin saja, melainkan seniman juga bisa bicara banyak untuk membantu perekonomian Indonesia tumbuh. Cara seniman memberi pada bangsanya sangat dibutuhkan untuk membantu promosi perekonomian yang diharapkan lebih baik dan lebih mantap di masa yang akan datang.

Setelah 28 tahun tanpa kabar pasti, pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana kini malah ditantang di negerinya sendiri. Kemegahan patung Wisnu berkendaraan Garuda ini akan menjadi harapan lain bagi Indonesia, terutama di sektor pariwisata. 

Presiden World Bank, Jim Yong Kim pun sudah menunjukkan wajah terkesima dengan kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK). Bangunan yang agung ini akan menjadi lokasi gala makan malam yang spesial di acara IMF-World Bank Annual Meeting di Oktober 2018.

Perhelatan akbar IMF-World Bank Annual Meeting yang melibatkan seluruh dunia akan ditantang untuk melihat kemegahan Parung Garuda Wisnu Kencana, sebuah karya seni yang berjalan amat panjang. Memanfaatkan keistimewaan GWK ini untuk ajang berskala dunia adalah pilihan yang amat sangat baik. Bali yang terus berinovasi di sektor pariwisata akan membuat kepercayaan dunia bisa tumbuh. 

Tidak hanya berinvestasi di Bali saja, GWK dalam pandangan dunia akan bisa membuka celah yang seluas-luasnya untuk berinvestasi di seluruh Indonesia yang kaya akan potensi wisata ini. GWK sebagai gerbang, gerbang peradaban dan budaya Indonesia yang tak pernah ada putusnya.  

Jelang Annual Meeting IMF-World Bank, Oktober mendatang, wajah Bali semakin dipercantik. Salah satunya dengan pemasangan mahkota berlapis emas di patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).

GWK sangat layak dijadikan host IMF World Bank Annual Meeting 2018. GWK akan menampilkan Bali yang baru, Bali yang terus berinovasi, dan Bali yang tak ada habisnya untuk dinikmati. Dengan target enam ribu kunjungan per hari, bukan mustahil perekonomian Indonesia juga menuju arah yang lebih positif.


Setelah perhelatan bertajuk Swadharma Ning Pertiwi, kawasan GWK telah menampilkan pemandangan yang lain. Semua mata akan tertuju pada karya seni ini. Gerbang investasi terbuka lebar dan akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat. 

Host country reception yang akan digelar 12 Oktober 2018 malam diharapkan dapat menghadirkan 4000-an orang delegasi. Ini akan jadi showcase yang luar biasa buat Indonesia, buat Bali. Perhelatan ini akan mendatangkan banyak turis. Acara yang melibatkan dunia itu akan mempertunjukkan dan memperkenalkan lebih banyak hal tentang Indonesia. Tidak hanya keanekaragaman budayanya, tapi juga kuliner khas tanah air.

Indonesia akan memiliki banyak keuntungan dari penyelenggaraan International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meetings 2018 pada 12-14 Oktober mendatang. Kurang lebih dalam sepekan, Indonesia akan mendapatkan perhatian penuh dari seluruh dunia. 

Selain dihadiri oleh seluruh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank sentral dari 189 negara anggota IMF-WB, pertemuan tahunan ini juga akan dihadiri 3.500-5.000 investor di industri keuangan yang siap berinvestasi, 500 CSO, lembaga internasional, LSM, anggota parlemen, akademisi, media, dan observer dengan total peserta sebanyak 12.500 hingga 15 ribu orang. 

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menuturkan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia Tahun 2018 atau International Monetary Fund World Bank Annual Meetings (IMF-WB) 2018 diprediksi akan menggaet sekitar 20.000 wisatawan asing. Adanya event besar ini menjadi kesempatan untuk mempromosikan Indonesia dengan exposure yang sangat tinggi.

Momentum ini menghadirkan GWK sebagai pilihan untuk pusat penyelenggaraannya. Saatnya untuk unjuk gigi, unjuk peradaban dan kebudayaan Indonesia yang bisa membuat orang-orang percaya bahwa Indonesia bertumbuh dengan baik dan siap menerima perubahan-perubahan terbaik, khususnya sangat menjanjikan di bidang ekonomi.

Kita harus bangga Indonesia mendapatkan kesempatan ini, karena seluruh mata dunia akan tertuju ke tanah air. 


Salah satu upaya yang juga sudah dilakukan untuk mendukung promosi kemegahan GWK, yaitu dengan diterapkannya digital marketing. Sejumlah objek wisata di Bali mulai menggunakan digital marketing untuk melakukan promosi pariwisata. Salah satunya adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park yang telah menggunakan promosi lewat digital sejak 2016.

Diyakini, berkat digital marketing, banyak turis middle up atau kalangan atas yang datang berkunjung ke sini. GWK menggunakan sosial media berupa Facebook, Instagram, Linked In, Google Plus, dan Twitter untuk melakukan promosi. Bersosial media aktif dilakukan untuk menggaet pengunjung yang hasilnya cukup banyak yang tertarik dengan tiap postingannya.

Ada beberapa keunggulan yang didapat lewat promosi wisata dengan digital marketing, yakni jangkauan luas, mudah diakses dan interaktif, mudah dilacak dan dimonitor karena menggunakan sistem, dapat melakukan multi-posting seperti foto, video, tulisan, testimoni, serta lebih impressive.

Terkait dengan acara Annual Meetings 2018 antara lain, kawasan GWK dan sekitarnya juga harus bersiap untuk menampilkan yang terbaik dan memberikan pelayanan yang maksimal, misalnya sektor perhotelan. Hotel-hotel di seputaran Nusa Dua, Jimbaran, bahkan sampai Sanur dan Kuta sudah kebanjiran pesanan sejak tahun 2017, baik untuk tempat penyelenggaraan rapat dan tempat penginapan. 

Annual Meetings 2018 di Bali merupakan promosi besar-besaran secara gratis pada dunia internasional, bahwa Bali tidak hanya terkenal pada sektor wisata, tapi juga pada sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) atau penyelenggaraan events. 

Bali sangat terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Menurut Panita dari IMF dan Bank Dunia, antusiasme peserta rapat yang akan mengikuti Annual Meetings 2018 diyakini sangat tinggi, untuk mengikuti rapat sekaligus untuk berlibur di Bali.

Bali, GWK, juga Indonesia harus bersiap. Kehadiran GWK menurut sang perancangnya, I Nyoman Nuarta, selain menjadi landmark baru pariwisata Bali yang selama ini mengandalkan warisan, juga akan menjadi pembuktian bahwa negara berkembang seperti Indonesia bisa melahirkan mahakarya untuk dunia. 


Menurut dia, selama ini, dalam forum-forum ekonomi, politik dan budaya, Indonesia sebagai negara kerap dilihat sebelah mata. GWK akan jadi bukti bahwa kita berdaulat di bidang kebudayaan dan kita harap kiblat kebudayaan dunia itu akan terjadi di GWK Cultural Park karena di sini tidak hanya ada patung, tetapi juga forum-forum kebudayaan dunia.

Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana menyatakan setidaknya ada tiga keuntungan dengan selesainya patung GWK, yakni adanya destinasi wisata baru. Sebagai wahana rejuvenasi pariwisata Bali. Tidak hanya budaya dan alam tapi Bali juga menampilkan karya manusia modern. Manfaat kedua adalah GWK bisa menjadi icon baru bagi Bali bahkan Indonesia. Dan GWK bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Patung Garuda Wisnu Kencana akan dapat dilihat dengan mudah sejauh 20 kilometer dari segala penjuru, bahkan diperkirakan dapat terlihat jelas dari Pura Tanah Lot di kabupaten Tabanan sampai daerah Budugul di pegunungan bagian tengah pulau Bali. 

Jika disandingkan dengan patung Liberty milik Amerika Serikat, maka patung liberty akan terlihat mungil dibanding patung garuda wisnu kencana. Patung ini juga nantinya seakan menjadi bentuk penyambutan wisatawan yang masuk ke pulau Bali.

GWK adalah bukti pengabdian seorang seniman. GWK adalah bukti bahwa semodern apa pun manusia pada zamannya, ia akan tetap berakar dari sejarah juga budaya. GWK sekali lagi adalah tentang bagaimana manusia merawat peradabannya. Jangan lantas membiarkannya mudah tumbang.

Artikel Terkait