Mahasiswa
1 tahun lalu · 132 view · 2 min baca menit baca · Politik 20077_38994.jpg
news.detik.com

Gus Romy yang Siap Dipinang Jadi Cawapres Jokowi

Banyak pengamat politik memprediksi Pilpres 2019 akan mempertemukan kembali Jokowi melawan Prabowo. Dengan peta politik seperti itu, pertarungan sesungguhnya justru pada perebutan cawapres yang akan mendampingi kedua tokoh tersebut. Dan saat ini, sudah banyak tokoh yang mulai ambil perhatian dan memoles pencitraannya, berharap nantinya dipinang oleh Jokowi atau Prabowo.

Salah satu politisi yang ikut meramaikan posisi Cawapres Jokowi adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, M. Romahurmuziy alias Gus Romy. Bahkan, Gus Romy sudah menyatakan siap ditunjuk menjadi Cawapres Jokowi. Berikut pernyataannya di Jawapos, 17 Maret 2018. 

“Kalau saya mengatakan tidak siap, maka tidak boleh. Karena sejak ditunjuk sebagai Ketua Umum di partai politik (PPP) disiapkan bukan hanya menjadi Wakil Presiden, tetapi disiapkan menjadi Presiden,” kata Gus Romy.

Berdasar elektabilitas dan hasil rilis survei LSI mengenai calon yang cocok menjadi pendamping Joko Widodo dan Prabowo Subianto, nama Romahurmuziy diakui memang elektabilitasnya masih di bawah beberapa nama calon lainnya. Gus Romy menempati posisi ke-5 di bawah Cak imin, Zulkifli Hasan, TGB, dan Sohibul Iman.

Wajar saja. Karena selama ini Gus Romy belum memosisikan dirinya sebagai cawapres.


Gus Romy terlihat menghindar bila ditanya awak media mengenai Cawapres Jokowi yang diusulkan oleh partai dan lebih banyak menyerahkan nama Cawapres kepada Jokowi. Kesan ambisi tidak ingin ditampilkannya dan sepertinya ingin menyampaikan pesan ke rakyat bahwa partainya juga tulus dalam bergabung di partai pendukung pemerintah dan mendukung Presiden Jokowi.

Komunikasi politik yang dijalin oleh Gus Romy dengan berbagai partai pendukung Jokowi maupun partai di luar pemerintahan tidak perlu diragukan lagi. Lobi dan diskusi baru-baru ini dengan beberapa pemimpin partai di luar pemerintahan agar bergabung dan mendukung Jokowi juga telah dilakukan.

Terlepas dari berhasil atau tidaknya komunikasi politik tersebut, jelas terlihat insting dan intuisi politik beliau yang tajam untuk menyukseskan jalannya pemerintahan saat ini. Apakah ini tanda bahwa Gus Romy sedang berproses dan ingin menaikkan elektabilitasnya?

Tentunya elektabilitas Gus Romy berangsur pasti akan naik. Gus Romy yang berusia masih muda, yakni 43 tahun, diyakini oleh berbagai pihak dapat mengeruk suara pemilih dari kalangan generasi milenial dan Islam Santri.


Apalagi akhir-akhir ini Gus Romy sangat dekat dengan Jokowi, bahkan Jokowi terang-terangan sudah sangat dekat dengan Gus Romy. Berikut pernyataan Jokowi pada Tempo, 15 April 2018.

“Pak Romy hampir tiap minggu bertemu dengan saya, diskusi masalah partai, diskusi masalah cawapres, diskusi masalah partai mana yang akan bergabung ke koalisi. Sering sekali (bertemu). Kalau Pak Romy sering membocorkan ke media, yang tanggung jawab Pak Romy,” Kata Jokowi.

Bisa dibilang, Gus Romy sangat cocok dengan Jokowi di Pilpres 2019 nanti, di mana Gus Romy merupakan tokoh politik representasi generasi muda yang santun dalam berbicara dan tenang dalam bersikap.

Ketenangannya dapat terlihat ketika menghadapi badai internal di partainya yang mengharuskan kepengurusan berproses ke meja hijau. Ini semakin memperlihatkan kemampuan kepemimpinan seorang Romahurmuziy yang telah teruji.


Selain itu, darah biru warga NU juga mengalir dalam tubuh Gus Romy yang merupakan cucu dari Menteri Agama RI ke-7, yaitu KH M. Wahib Wahab. Ibundanya seorang pendiri Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) yang merupakan tokoh wanita Persatuan.

Dan yang terpenting adalah Jokowi mesti diwakili oleh figur yang secara chemistry merasa nyaman dan bisa mengikuti irama kerja seorang Jokowi.

Artikel Terkait