Arsiparis
2 tahun lalu · 414 view · 4 menit baca · Budaya img-20160727-wa0002.jpg

Gus Huda Terapkan Corporate Social Responsibilty melalu Ruqyah

Tidak banyak pengusaha yang sekaligus ulama atau ustadz yang sekaligus juga berkemampuan menyembuhkan melalui ruqyah (pengobatan dengan doa-doa ). Dan bisa juga tokoh yang satu ini disematkan label seniman pada dirinya karena beliau ini juga mempunyai grup musik religi Kyai Kawung. Muhammad Huda Pria berumu 42 tahun ini adalah salah satunya yang membuktikan bahwa lebih dua bidang profesi, ulama sekaligus pengusaha dan sekaligus juga seniman bisa dilakukan berbarengan. Ditemui penulis ketika sedang santai di Tanjung kodok Beach Resort. Pria yang akrab disapa Gus Huda banyak menceritakan pengalaman jatuh bangun hidupnya hingga menuai kesuksesan seperti sekarang ini.

Jum’at malam itu 15/7/2016 sambil duduk santai ditemani anak lelakinya dan beberapa kru grup musik Kyai Kawung binaannya, Gus Huda seolah hendak berbagi jalan menuju kesuksesan yang ia rasa diluar kendalinya sebagai manusia. “ Semua yang ada ini tak kan pernah terjadi, semua semata-mata karena Allah SWT, dekatilah ia dan hidupmu akan menjadi mudah,” katanya.

Berawal dari Menjual Tanah Warisan

Lahir dari keluarga agamis karena ayahnya adalah Modin desa, tanggal 1 Maret 1973 di Lamongan sejak kecil Gus Huda memang sudah mengenal ilmu agama dari keluarganya. Sejak kecil  beliau sudah dimasukkan pesantren oleh orang tuanya salah satunya di Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Lamongan. Tak heran bila disetiap obrolan dengannya pasti banyak diselingi ayat Alquran maupun hadist nabi.  

Di lingkungan warga sekitar tempat tinggalnya Gus Huda memang lebih dikenal sebagai penyembuh berbagai macam penyakit ruhani yang berimbas pada sakit fisik melalui ruqyah.

Sebelum sukses menjadi direktur utama PT Kawung, Pria yang tinggal di dusun Karang Wungu Kecamatan Balong panggang Kabupaten Gresik ini pernah melakukan banyak ragam pekerjaan. Beliau pernah jadi sales krupuk, kuli bangunan, buruh tani dan hampir semua jenis pekerjaan kasar pernah ia jalani.

Kini omzet PT Kawung yang bergerak dalam penyediaan tenaga kerja bernilai milyaran rupiah. Dan kesuksesan ini , seperti dikatakannya malam itu, penuh liku dan tetesan airmata. Pada awal awal ia berniat mendirikan PT Kawung Gus Huda hanya bermodalkan Rp 250 juta hasil penjualan tanah warisan keluarganya.

Pernah suatu ketika di awal kiprah PT Kawung, ratusan pelamar sudah menumpuk namun belum ada kontrak karya dengan perusahaan yang membutuhkan. Beliau dan Istrinya Nunik Khurdiatun sempat hampir putus asa karena belum bisa menyalurkan para pelamar pekerjaan itu.

Hal ini dikarenakan kenekadan beliau pada awal awal menjalankan perusahaan meski belum mempunyai perjanjian kontrak dengan rekananan perusahaan pengguna jasa tenaga kerja beliau nekad membuka lowongan perusahaan di PT Kawung bagi para pengangguran yang mau bekerja di Pabrik pabrik. Dan buah kenekadan,  dan tentunya seperti dijelaskan oleh Gus Huda, serta ikhtiar dan doa yang tak pernah berhenti itulah kesuksesan itu bisa terwujud seperti sekarang ini. Ketika mengenang hal tersebut ada raut sedih di wajahnya.  

Menggunakan CSR Perusahaan untuk beramal beramal dan beramal

Kini perusahaannya sudah berkembang dan bertambah dengan aneka usaha lainnya. Sejak berdirinya PT Kawung tahun 2009 kini Gus huda juga mengelola usaha lainnya mulai dari Jasa travel haji dan Umroh, Juga jasa konstruksi peluang yang Gus Huda dapatkan seolah semakin banyak. Di tengah berbagai kemudahan ternyata Gus Huda masih mengenang saat saat susah dahulu dengan cara  berbagi dengan orang lain yaitu menolong orang orang yang sakit ruhani untuk disembuhkan dengan jalan Ruqyah. Pasiennya datang dari berbagai kalangan dan gus Huda meladeninya dengan tidak membedakan satu sama lain. “Yang membedakan kemulyaan orang hanyalah tingkat ketaqwaan di hadapan  Allah SWT,” ujarnya.

Setiap hari pasien yang datang ke rumahnya tidak pernah sepi. Mereka datang ke kediaman gus huda dengan berbagai macam penyakit yang diderita. Dan hampir semua pasien menemukan jalan kesembuhan lewat perantaraan ruqyah yang dilakukan oleh Gus Huda. Untuk hal yang satu ini Gus huda tidak memungut se sen pun bayaran bahkan semua pasien yang datang disambut sebagaiman tamu biasa. Mereka di kasih makan di rumahnya. Luar Biasa!

“Dari mana gus huda memperoleh dana untuk memberi makan para pasien ini?” Tanya  penulis mencoba mengorek keterangan tentang hal tersebut pada Gus huda . Beliau hanya tersenyum dan berujar, “ ya semua rejeki saya dapat dari Allah SWT untuk saya bagikan lagi kepada yang berhak.”

“Sebenarnya saya mempunyai perusahaan, yaitu PT Kawung yang bergerak dalam penyediaan tenaga kerja pada perusahaan. Perusahaan saya tersebut mempunyai belasan ribu tenaga outsourcing di sejumlah perusahaan besar di negeri ini seperti; PT Semen Gresik. Tbk, PT KAS Wing food, PT SIERAD Tbk. PT INDO JAYA, dan lain lain. Dari keuntungan perusahaan yang saya keleola  tersebut itulah saya gunakan untuk membiayai kebutuhan orang orang yang minta tolong ke saya kalau dalam bahasa kerennya Corporated Social Responsibility ( CSR ).” jelasnya.

Meski pasien datang tak mengenal waktu jika ketemu dan pas berada di rumah Gus Huda tidak pernah menolaknya. Baginya memudahkan jalan hidup orang lain dalah cara memperoleh kemudahan bagi diri sendiri.

“ Carilah bentuk prestasi ibadah di hadapan Allah SWT dan percayalah Allah SWT itu  maha kaya dan maha memberi niscaya kesuksesan itu tinggal menunggu waktu. Dan ingatlah bila kesuksesan itu tiba jangan lupa untuk beramal baik amal ilmu maupun harta. Dengan semakin banyak beramal ternyata keuntungan saya semakin menjadi jadi, “ pungkasnya. Amin….

Artikel Terkait