63456_70174.jpg
Galeri Pribadi
Pendidikan · 2 menit baca

Guru Sebagai Kreator Pembelajaran
Lapenmi adakan RGB VII



Pendidikan  merupakan investasi penting dalam menghadapi masa depan dunia secara global. Untuk itu, pendidikan harus dapat menyiapkan generasi muda abad ke-21 yang  unggul, berdaya saing tinggi dan mampu bekerjasama guna mencapai kemakmuran bagi setiap negara dan dunia.

Peningkatan kualitas pendidikan merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan bangsa. Kualitas pendidikan memiliki arti bahwa lulusan pendidikan memiliki kemampuan yang sesuai, sehingga dapat memberikan kontribusi yang tinggi bagi pembangunan. Namun, pembangunan jika tidak akan bisa tumbuh walaupun sudah dilakukan peningkatan mutu pendidikan jika tidak ada rencana dan komponen yang jelas.

Menurut penulis disini, komponen pendidikan teebagi menjadi 2. Yaitu sekolah dan guru. Sekolah adalah sebuah lembaga mengubah manusia atau memanusiakan manusia, yang dalam proses kerjanya selalu berhadapan dengan ketidakpastian dan saling ketergantungan. Maksudnya mekanisme kerja di lembaga pendidikan secara teknologis tidak dapat dipastikan karena kondisi input dan lingkungan yang berbeda.

Mutu kualitas pendidikan seringkali diartikan hasil kerja seorang guru, karena kualitas pendidikan, ditentukan dalam proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar tersebut, guru memegang peran yang penting, guru adalah kreator proses belajar mengajar, artinya seorang guru harus mampu mengembangkan suasana bebas bagi siswa untuk mengkaji apa yang menarik dan mampu mengekspresikan ide-ide dan kretivitasnya dalam batas-batas norma-norma yang ditegakkan secara konsisten.

Selain itu teknik mengajar juga diperlukan dalam menunjang kualitas pendidikan. Menurut W. James Popham dan Eva L. Baker dalam bukunya Teknik Mengajar secara Sistematis mengatakan bahwa, pendidikan pada hakikatnya mempunyai tiga unsur; pengajaran, pembimbingan dan pelatihan. Pengertian ini memungkinkan pekerjaan sebagai guru ada tiga hal: mengajar, membinbing dan melatih.  Sebenarnya ketiga aspek ini juga merupakan penjabaran dari tiga ranah pendidikan yang disebut Taksonomi Bloom yang dikemukakan oleh Benjamin S. Bloom yakni Kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Pengajaran memungkinkan terjadinya sebuah proses tranfer of knowledge, bagaimana membuat siswa mempunyai bekal pengetahuan yang kelak dibutuhkan dalam kehidupannya. Pembimbingan dimaknai sebagai proses penanaman nilai, norma, atau etika yang menjadi sandaran siswa dalam bertingkah  laku. Pelatihan sebagai bagian integral dari unsur pendidikan diharrapkan menghasilkan siswa, alumni, atau output yang mengantongi berbagai bekal keterampilan yang akan menunjang aktifitasnya kelak di masa depan.

Dari permasalahan tersebut, salah satu lembaga kekaryaan HMI cab. Ciputat yaitu Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) mengadakan kegiatan Rekrutmen Guru Bangsa ke-VII  (selanjutnya akan disebut dengan RGB VII) yang dilaksanakan di Graha Insan Cita pada tanggal 6-8 April 2018 dengan peserta berjumlah 40 orang.

Keberadaan Lapenmi juga untuk mewujudkan mission HMI yang termaktub dalam pasal 4 AD, yaitu Terbinanya Insan Akademis Pencipta Pengabdi yang Bernafaskan Islam dan

 jawab atas Terwujudnya Masyakarat Adil Makmur yang diridhoi Allah Swt yang jika ditafsirkan memiliki tujuan yang sangat mulia.

Dalam acara tersebut para peserta diajarkan berbagai macam motode pengajaran, salah satunya adalah active learning. Dalam metode tersebut para peserta diajarkan bagaimana cara berinteraksi dan cara menggunakan berbagai media dalam belajar yang pada substansinya membuat suasana kelas menjadi tidak membosankan serta menjadi guru yang inspiratif.

Dengan adanya kegiatan ini, Lapenmi berharap dapat menciptakan para guru yang profesional, kreatif dan inspiratif. Selain itu, harapan kami juga dapat menciptakan para guru yang siap mengabdi untuk negeri, terutama di daerah pedalaman. Sebab, pendidikan adalah hak segala bangsa termasuk mereka yang dipedalaman.

Hal ini di sebabkan karena guru merupakan titik sentral dalam pembaharuan dan peningkatan mutu pendidikan, dengan kata lain salah satu persyaratan penting bagi terwujudnya pendidikan yang bermutu adalah apabila pelaksanaannya dilakukan oleh pendidik-pendidik yang keprofesionalannya dapat diandalkan.

Namun, peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya tugas guru dan lembaga pendidikan saja. Semua pihak harus saling membantu agar dapat terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah Swt sesuai dengan tujuan Himpunan Mahasiswa Islam.