Mahasiswa
6 hari lalu · 198 view · 3 min baca menit baca · Olahraga 94861_86455.jpg
Foto: FCB

Griezmann Datang, Abidal Sengaja Bangun Rezim Prancis di Barca?

Siapa yang tidak kenal dengan klub sepak bola yang identik dengan taktik “tiki-taka” ini? Menjadi besar dengan segudang pemain muda yang dicetak oleh akademi sendiri, Barcelona membangun gaya baru permainan sepak bola offensive dengan operan pendek khas Tim Catalan tersebut. 

Tim besar ini dikenal bukan hanya dari permainan sepak bolanya yang mendunia, akan tetapi juga sering dikaitkan dengan isu perpolitikan yang terjadi antara Kota Catalan dengan Negeri Matador Spanyol. Pasalnya, tim biru merah ini juga diklaim merupakan instrumen perjuangan rakyat Catalan agar mendapat keadilan dari pemerintah Spanyol. 

Mes Que Un Club, begitulah singa sepak bola itu dipanggil. Ya, artinya adalah bukan sekadar tim biasa.

Bermarkas di stadion terbesar kedua dunia yang berkapasitas 99.354 kursi penonton, Barcelona mampu menjelma menjadi raksasa Eropa bahkan dunia di kurun 15 tahun terakhir ini. Terhitung sampai 2018 lalu, Blaugrana telah mengoleksi 25 Juara Liga, 5 Liga Champions, 30 Copa del Rey, 3 Piala UEFA, dan 3 Piala Dunia Antarklub. 

Kedigdayaan Barcelona dinilai sangat disokong oleh melejitnya anak-anak muda yang dilahirkan di akademi milik Tim Catalan tersebut. Ialah akademi La Masia yang menjadi industri pencetak pemain muda berbakat yang menghujam persepakbolaan dunia. 

Siapa yang tidak mengenal trio gelandang milik Barcelona dan juga tulang punggung Spanyol? Merekalah Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets. Tiga pangeran lapangan tengah Barcelona itu yang berperan besar untuk menggaet berbagai trofi pada kurun 15 tahun terakhir Barcelona. 


Xavi Hernandez yang mengabdikan 17 tahunnya untuk menggalang lini tengah. Ia merupakan pemain dengan caps yang cukup banyak. Sejumlah lebih dari 477 pertandingan dilakoni bersama Barcelona. 

23 trofi ia persembahkan untuk tim ibu kota Catalan ini sebelum akhirnya memilih untuk meninggalkan Barcelona sekaligus meninggalkan sepak bola Eropa demi bergabung dengan salah satu tim Qatar, Al-Sad. Selanjutnya, dialah yang dikenang sebagai pemilik nomor punggung 6 terbaik Barcelona. 

Adapun partnernya, gelandang lincah nomor punggung 8 Barcelona, ialah Andres Iniesta. Mengawali karier sebagai pesepak bola bersama Xavi dan Sergio di akademi La Masia, Iniesta bertahan 2 tahun setelah kepergian rekannya, Xavi Hernandez. Mereka berdua pula yang gotong-menggotong prestasi El Matador Spanyol di ajang sepak bola internasional dengan gelar Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. 

Hingga kini, tiga gelandang maut Barca hanya tersisa Sergio. Ia tentunya begitu besar perannya dalam menjaga keseimbangan lini tengah Barca hari ini.

Makin ke sini makin menjadi-jadi. Geliat ekonomi sepak bola sudah tak terbendung lagi. Tim-tim besar mulai berlomba-lomba menggelontorkan dana raksasa untuk menggaet pemain-pemain ideal yang sedang naik daun. 

Tak terkecuali Blaugrana. Sederet nama-nama beken dari luar akademi sendiri digaet untuk mengisi pos-pos penting tim. Mulai dari penyerang, silih berganti sejak kepergian Thierry Henry dan Samuel Etoo, Barcelona merekrut sederet penyerang asing. 

Tradisi mengisi tim dengan pemain dalam negeri mulai luntur sejak kepergian penyerang macam David Villa, Pedro Rodriguez, dan Bojan Krkić. Meluncurlah kemudian penyerang seperti Alexis Sanchez, Luis Suarez, Neymar, hingga Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele. 

Begitu pun di lini tengah, ada Ivan Rakitic hingga Arthur Melo. Sangat disayangkan tentunya oleh Culez (pendukung Barcelona) di mana kultur pemain muda mulai bergeser ke arah ekonomi konsumtif sepak bolanya.

Yang menarik dari semua itu adalah perkembangan transfer pemain selama dua tahun terakhir. Klub ini resmi mengangkat Eric Abidal yang tak lain juga adalah alumnus pemain belakang Barca dari Prancis untuk menggantikan Robert Fernandez selaku Direktur Olahraga pada Juni tahun lalu. 

Baca Juga: Dilema Barcelona

Tak berselang lama, Abidal langsung berkolaborasi dengan coach Ernesto Valverde untuk merombak skuad Blaugrana. Sederet pemain didatangkan dengan maksud untuk memperkuat tim, antara lain: Samuel Umtiti, Arthur Melo, Clement Lenglet, Kevin Prince Boateng, Philippe Coutinho, dan Todibo. 

Terakhir yang paling fenomenal pada musim panas ini adalah rumor transfer Barcelona dengan tim ibu kota Atletico Madrid untuk transfer penyerang Prancis, Antoine Griezmann. Grizi (Griezman) dinilai telah sepakat dengan tawaran yang diberikan oleh Barcelona. 

Tentu pro dan kontra menghiasi dinding fans page ataupun laman pendukung Barcelona. Pasalnya, dengan kondisi berlebih penyerang, Barcelona masih berhasrat memboyong penyerang apalagi dengan posisi yang sama. 

Di skuad, kita masih melihat ada Coutinho dan Dembele yang notabene posisinya sama dengan Grizi. Cukup membingungkan memang untuk diprediksi bagaimana cara manajemen bekerja. Namun ketika dilihat dari kacamata awam, tentu sangat merugikan finansial tim.

Bisa jadi manajemen bekerja terstruktur di baliknya. Yang terlihat adalah derasnya pemain masuk ke FC Barcelona adalah tanggung jawab dari Direktur Olahraga tim. 

Terkait Abidal, yang miring pula adalah rekrutan terakhir Tim Catalan. Sederet nama hingga nama terakhir adalah pesepak bola asal Negeri Menara Eiffel. Bisa jadi memang kebetulan, bisa jadi karena mudahnya Eric memantau dan memungut pemain dari negeri asalnya. Menjadi sebuah misteri tentunya, rezim Prancis di kubu Tim Catalan.

Artikel Terkait