Gotong royong adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dan bersifat suka rela. Tujuan diadakan gotong royong agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan dengan lancar, mudah dan ringan. 

Gotong royong juga sangat sesuai dengan ajaran islam, Islam menginginkan umatnya saling mencintai, menyayangi dan saling berbagi, itu sangat sejalan dengan prinsip gotong royong. Semangat gotong royong dalam islam juga bisa dijadikan ukuran keimanan seseorang, dalam hal ini Rasulallah SAW. Bersabda dalam hadist yang di riwayatkan Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasai:

Tidak beriman salah seorang diantara kamu sampai ia mencintai saudaranya sama dengan mencintai dirinya sendiri.

Sesama muslim adalah saudara, jadi antar sesama muslim kita wajib saling mengasihi, saling tolong menolong dan bekerja sama dalam hal kebaikan (Gotong Royong). Dengan landasan cinta, seorang muslim menjadi penolong bagi muslim yang lain.

Contoh kegiatan yang dapat dilakukan secara bergotong royong antara lain pembangunan fasilitas umum dan membersihkan lingkungan sekitar. Sikap gotong royong itu seharusnya dimiliki oleh seluruh elemen atau lapisan masyarakat  baik di kota maupun di pedesaan. Karena, dengan adanya kesadaran setiap elemen atau lapisan masyarakat melakukan setiap kegiatan dengan cara bergotong royong. 

Dengan demikian segala sesuatu yang akan dikerjakan dapat lebih mudah dan cepat diselesaikan dan pastinya pembangunan di daerah tersebut akan semakin lancar dan maju. Bukan itu saja, tetapi dengan adanya kesadaran setiap elemen atau lapisan masyarakat dalam menerapkan perilaku gotong royong maka hubungan persaudaraan atau silaturahim akan semakin erat.

Dibandingkan dengan cara individualisme yang mementingkan diri sendiri maka akan memperlambat pembangunan di suatu daerah. Karena individualisme itu dapat menimbulkan keserakahan dan kesenjangan diantara masyarakat di kota tersebut.

Perubahan ekonomi Indonesia di bawah rezim Soeharto memungkinkan masuknya modal asing dan liberalisasi. Nilai-nilai budaya mulai dengan deras masuk dan menjadi bagian dari hidup masyarakat Indonesia. 

Kehidupan perekonomian masyarakat berangsur-angsur berubah dari ekonomi agraris ke industri. Indusri berkembang maju dan pada zaman sekarang tatanan kehidupan lebih banyak didasarkan pada pertimbangan ekonomi, sehingga bersifat materialistik. Maka nilai kegotong royongan pada masyarakat telah memudar.

Sudah sejak jaman dulu bangsa kita menjalankan sistem kerja masal "GOTONG ROYONG dalam kegiatankegiatan pembangunan. Baik pembangunan untuk sarana umum ataupun pembangunan untuk pribadi. 

Banyak sekali contohcontoh yang masih bisa kita lihat dan kita saksikan sampai sekarang. Terutama di daerah daerah pedesaan mereka bekerja secara bergotong royong dalam pembangunan Balai Desa, Masjid, Saluran irigasi, Rumah, Menanam padi, Perbaikan jalan, dan banyak lagi kegiatan lainnya yang dikerjakan secara bersama-sama tanpa ada imbalan yang mereka terima karena mereka melakukannya secara ikhlas.

Gotong royong bukan hanya dilakukan di pedesaan tetapi gotong royong juga bisa dilakukan di lingkungan kita, seperti membakar sampah,membersihkan selokan air supaya tidak mampet, memotong rumput, dan sebagainya.

Karena kita harus tolong menolong sesama warga negara supaya dilingkungan kita terhindar dari segala penyakit. Sebaiknya gotong royong ini dilakukan dengan rutin misalnya seminggu sekali,sebulan sekali,supaya lingkungan kita terlihat bersih dan jauh dari penyakit.

Dampak positif dari gotong royong : membuat lingkungan sekitar menjadi bersih, terlihat rapi, dan menjauhkan dari penyakit .

Dampak negatif dari gotong royong : membuat lingkungan sekitar menjadi kotor dan tidak baik bagi kesehatan masyarakat sekitar.

Ciri khas bangsa Indonesia salah staunya adalah gotong royong, kita mengetahui bahwa modernisasi dan globalisasi melahirkan corak kehidupan yang sangat kompleks, hal ini seharusnya jangan sampai membuat bangsa Indonesia kehilangan kepribadiannya sebagai bangsa yang kaya akan unsur budaya. Akan tetapi dengan semakin derasnya arus globalisasi mau tidak mau kepribadian tersebut akan terpengaruh oleh kebudayaan asaing yang lebih mementingkan dirinya sendiri dan bersifat egois.

Pada umumnya kebanyakan masyarakat sekitar tidak mau melakukan gotong royong padahal gotong royong itu bisa sangat bermanfaat bagi warga sekitar dan tidak menimbulkan penyakit. 

Seharusnya gotong royong itu bukan hanya menunggu perintah dari Pak RT maupun RW,tapi sebenarnya gotong royong juga bisa dilakukan dengan inisiatif kita sendiri dan para warga lainnya yang bisa saling tolong menolong untuk mengangkat nama baik mereka di kota-kota maupun di desa. Agar terlihat nyaman dan para warga yang baru datang juga ke kota Palembang supaya bisa nyaman dan terhindar dari penyakit, warga pendatang baru pun bisa merasakan hal yang baik dan di perlakukan dengan baik-baik pula.

Sebenarnya banyak kegiatan yang sering dilakukan secara bergotong-royong seperti kerja bakti kebersihan, kegiatan keagamaan seperti muludan dan rajaban, pembangunan masjid, pembangunan pos ronda dan masih banyak lagi lainnya.

Contoh yang pertama ialah pembangunan masjid, pembangunan masjid ini sangat di perlukan, mengingat masih sedikit masjid yang memenuhi kriteria untuk di pakai sholat jumat berjamaah. Diantara permasalahannya ialah masjid terlaku kecil. Meskipun ada beberapa masjid yang memenuhi kriteria,tetapi itu belum cukup untuk menampung semua warga yang ingin melaksanakan kewajibannya untuk sholat jumat.

Jumlah masyarakat atau warga di Kelurahan Sayang semakin lama semakin bertambah, ini dikarenakan banyak pendatang dari daerah terpencil dan dari luar kota yang bermukim dan membangun rumah di Kelurahan Sayang. Oleh karena itu, pembangunan masjid ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk beribadah.

Pembangunan masjid ini dilaksanakan secara bersama-sama (gotong  royong), sehingga pelaksanaannya menjadi cepat dan ringan. Berbagai tugas masing  masing dibagikan posnya, mulai dari tim pencari dana, pekerja dan pencari donatur ke berbagai perusahaan. Pekerjaan yang di targetkan dua bulan selesai ternyata satu bulan lebih telah selesai. Inilah salah satu keuntungan dari kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama (gotong-royong).

Contoh yang kedua, ialah kerja bakti kebersihan. Masyarakat di Kelurahan sayang sadar betul bahwa kebersihan itu adalah keindahan, kedamaian dan kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman, maka dari itu pada saat diadakan kerja bakti kebersihan antusias warga masyarakan sangat tinggi. 

Antusias warga itu terlihat dari banyaknya warga masyarakat yang turun langsung ke lapangan untuk membersihkan sampah, rumput liar, memperbaiki selokan, dan masih banyak kegiatan lainnya. Dan ada juga warga masyarakat yang dengan sengaja dan ikhlas memberikan makanan dan minuman kepada warga lainnya yang sedang bekerja, sehingga rasa persatuan dan kebersamaannya pun menjadi semakin tinggi dan baik.

Kesimpulan :

Gotong royong merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dengan cara kerja sama dan saling tolong menolong sesama manusia dan masyarakat sekitar baik dilakukan untuk melakukan pembersihan di masjid maupun untuk membersihkan dilingkungan sekitar, membersihkan selokan, memotong rumput liar, membakar sampah, menebang pohon dan masih banyak kegiatan lainnya yang dilakukan di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini pun yang dilakukan di RT maupun di RW yang dikerjakan secara bersama-sama dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan sedikit pun.