Secara umum sederet platform digital privat dapat dengan mudah digunakan berbagai kalangan masyarakat yakni seperti Google yang berguna untuk mencari serta menemukan alamat situs yang memuat informasi yang ingin kita dapatkan.

Begitu juga adanya platform digital Youtube bisa juga sebagai media edukasi siapa pun, mendapatkan sesuatu hal baru melalui video tutorial, mengenal dan memasarkan produk, dan sebagai media hiburan.

Sedangkan platform Whatsapp hadir sebagai aplikasi fitur pesan instan, Whatsapp memiliki peran penting dalam berkomunikasi, baik personal ataupun grup. Dengan aplikasi media sosial ini pengguna dapat berkirim pesan teks, foto, audio, video, dokumen, serta melakukan panggilan audio dan video.

Dengan fungsi yang begitu banyak dari beberapa media sosial tersebut, keraguan dalam penggunaan media sosial tersebut tidak akan pernah ada bagi orang-orang yang membutuhkan. Pengguna Media Sosial di Indonesia sejak 2021 aktif sebanyak 170 juta (61,8% dari jumlah populasi Indonesia).

Dilansir dari TiNewss.Com melaporkan pengguna media sosial di Indonesia meningkat sebanyak terdapat 191,4 juta pada Januari 2022. Berdasarkan analisis Kepios dari Data Reportal, mengungkapkan pengguna media sosial di Indonesia meningkat 21 juta 12,6% antara tahun 2021 dan 2022. Data tersebut, terhitung dari beberapa platform digital privat dari pengguna media sosial Whatsapp, Youtube, Google, dan lainnya.

Namun, beberapa hari kemarin, banyak desas desus yang mengatakan bahwa sejumlah PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) Asing terancam diblokir oleh Kominfo yakni platform digital privat yang belum terdaftar di Indonesia, termasuk Google, Youtube, Whatsapp, Instagram, Facebook, dan media besar lainnya.

Menurut PSE bagi platform yang belum melakukan pendaftaran, maka harus segera mendaftar di Indonesia, termasuk platform digital seperti Google, Youtube, Whatsapp, Facebook,” ujar Semuel, selaku Direktur Jenderal dilansir dari laman Kominfo, Selasa (19/07/2022).

Hal itu telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No.71 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik dan Peraturan Menteri Kominfo No.10 Tahun 2021 atas Perubahan Peraturan Menteri Kominfo NO.5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

Kominfo menyatakan mengapa sederet platform digital privat, situs serta beberapa laman yang dijadikan media informasi sebagai pasarnya untuk mendaftarkan diri atau diblokir.

Berdasarkan laporan dari Dirjen Aptika Kominfo Semuel, ia mengatakan "Ancaman pemblokiran beberapa platform tersebut berkaitan dengan aktivitas ekonomi di ruang digital. Sedangkan adanya ruang digital sendiri tak terbatas".

Saat konferensi pers di Gedung Kominfo ia juga mengatakan "Maka dari itu kami ingin mencoba untuk semua pelaku usaha siapa pun di ruang digital yang menargetkan informasi sebagai market wajib mendaftar terlebih dahulu".

Kominfo beri tenggang waktu pendaftaran terakhir PSE lingkup privat hingga hari ini, Rabu (20/7/2022). Berdasarkan laman PSE.Kominfo.go.id, beberapa platform digital privat seperti Whatsapp sudah terdaftar pada layanan tersebut pada Rabu (20/07/2022).

Dari pihak Kominfo menjelaskan jika pihaknya tentu tidak akan langsung melakukan pemblokiran akses secara permanen bagi PSE yang belum mendaftar.

Ancaman rencana pemblokiran yang akan dilakukan oleh Kominfo untuk platform digital yang belum melakukan pendaftaran itu hanya bersifat sementara.

"Bersifat sementara, jika mereka mendaftarkan ada proses normalisasi. Apabila mereka sudah mendaftar sesuai tenggang waktu maka otomatis hilang datanya di mesin pemblokiran," ujar Semuel.

Dirjen Aptika Kominfo Semuel A. P. mengatakan jika pihak Kominfo serta merta tak akan langsung memblokir PSE yang belum terdaftar. Sebab dalam melakukan pemblokiran terdapat 3 tahapan administratif yang harus dilakukan.

Tahapan pertama melalui teguran, lalu denda administratif dan terakhir pemblokiran. Pemberian denda pun adalah hak prerogatif Menteri Kominfo.

Artinya beberapa platform digital privat tidak jadi diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika karena media platform tersebut telah memenuhi aturan yang berlaku.

Masyarakat Indonesia pengguna media sosial sempat dibuat ketar-ketir adanya isu ancaman Kominfo menghilangkan beberapa platform digital privat, kini masyarakat pun bisa bernafas dengan lega.

Bagi masyarakat media sosial sering dijadikan sebagai sarana menyimpan dokumentasi dalam tulisan, gambar, maupun video. Selain itu, media sosial juga dapat digunakan sebagai sarana berbagi informasi kepada pengguna lainnya, baik teman di dunia nyata maupun teman di dunia maya.

Terlebih lagi di zaman digital seperti sekarang, media sosial saat ini memegang peranan besar dalam kehidupan pelajar. Media sosial bagi para pelajar berfungsi sebagai sarana untuk belajar mengetahui hal hal baru, dan memotivasi belajar secara online.

Para pelajar dapat bersaing meningkatkan prestasi mereka masing-masing dengan memanfaatkan media sosial untuk berusaha mencari dan mengumpulkan informasi penting dari berbagai media sosial yang digunakan.

Media sosial juga memungkinkan untuk seseorang untuk mengekspresikan dirinya dengan berbagai cara, seperti memgunggah foto, blog, artikel individu, video, klip audio, yang bisa dikatakan membuat konten.

Dengan mengunggah konten di sosial media, Anda dapat memberi kesempatan pada pengguna sosial media lainnya untuk melihat, memberi tanggapan konten anda, bahkan membuat mereka terinspirasi.

Selain itu juga dapat membantu sesorang untuk keluar dari kotak dan mengeksplorasi bakat yang dimiliki masing-masing individu. Dalam media sosial berisikan berbagai jenis konten. Jenis konten edukasi yang sangat menarik dapat membuat para pelajar lebih semangat dalam belajar, bahkan pada mata pelajaran yang mungkin awalnya tidak mereka sukai.

Berbagai platform digital privat yang tersedia berisikan berbagai konten di media sosial yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh kalangan usia baik dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak.

Dalam platform digital privat pada media sosial berisi segala macam konten. Namun dari konten yang tersedia tentu tidak hanya mengandung hal hal positif saja, pasti ada beberapa konten negatif yang tidak layak ditayangkan untuk anak-anak.

Dari kemudahan akses bersosial media melalui platform digital privat tersebut dapat mempengaruhi perkembangan anak-anak apabila mereka melihat hal hal seronoh yang belum pantas diperlihatkan di usianya yang masih muda.

Maka dari itu disinilah peran penting orang tua untuk selalu mendampingi buah hati mereka saat mereka berusaha mengakses informasi dengan menggunakan media sosial melalui berbagai platform digital privat yang tersedia.

Akan tetapi jika sampai platform digital privat penting seperti Google dihilangkan oleh Kominfo maka masyarakat terutama para pelajar akan kesusahan untuk mencari berbagai informasi yang mereka ingin dapatkan.

Alangkah baiknya jika Kominfo berusaha memberi solusi lain dengan memikirkan dampaknya terlebih dahulu, jika sederet platform digital privat, situs serta beberapa laman yang dijadikan media informasi diblokir.