Jaman sekarang siapa sih yang tidak kenal dengan istilah ‘Glow Up’. Entah cewek atau Cowok ingin berlomba–lomba untuk meng-upgrade dirinya agar terlihat lebih glowing, fresh, menarik, cantik atau tampan. 

Sebenarnya sih itu hal yang positif ya, karena kita menyadari apa yang diberikan oleh Tuhan itu harus bisa  dijaga dan dirawat dengan baik.

Banyak sekali simpang siur mengenai pendapat dan bahkan banyak yang belum mengerti apa arti glow up yang sebenarnya. Salah satu contohnya saat kita melihat selebgram, beauty vlogger atau orang di sekitar kita itu pasti ada aja tanggapan “kenapa sih segitunya banget pengen cantik, apa dia nggak bersyukur dengan yang Tuhan kasih ya?”

Hei, bukan tentang mereka tidak bersyukur, tapi mereka lebih ingin merawat dan menjaga anugerah itu dengan sebaik mungkin. Sedangkan, arti dari glow up sendiri adalah perubahan aspek kehidupan manusia untuk menjadi lebih baik, jadi tidak perlu memaksakan tubuh untuk berbuat lebih dari batas. 

Nah tetapi, tujuan dari glow up itu sendiri kembali lagi ke tujuan pribadi masing–masing. Apakah sekedar ingin meng-upgrade diri atau niat bersaing dengan orang lain di dunia ini?

Glow up tidak meliputi aspek fisik saja, namun bisa dalam segala hal. But, kali ini mau membahas yang fisik dulu. Kalau menurut remaja jaman sekarang ya, glow up tu artinya dari yang dulunya dekil jadi glowing, yang nggak ngerti make up jadi ngerti make up, yang nggak ngerti fashion jadi fashionable

Yaps, itu memang pemikiran yang benar, semakin dewasa pasti kita menyadari bahwa glow up itu sangat penting, apalagi di dunia yang tambah maju ini.

Banyak produk–produk skincare berbagai macam jenis dan kegunaannya. Bahkan di setiap negara sekarang punya pabrik perawatan kulit itu terlebih lagi di Indonesia. 

Mulai dari yang usaha kecil–kecilan yang memakai bahan alami atau yang sudah menjadi perusahaan. Namun tidak bisa dipungkiri, banyaknya skincare yang menarik itu justru membuat kita jadi bingung mau pakai yang mana.

Kadang kita lebih milih ke arah yang diinginkan bukan yang dibutuhkan. Misalnya, kita pengen wajah kita jadi putih, bersih, mulus terus kita milih suatu produk atau bisa saja banyak produk di coba karena tergiur review nya tanpa kita tau efek samping dari produk itu apa dan menimbulkan pemakaian berlebihan. Alhasil wajah kita malah menjadi rusak dan jauh dari ekspektasi.

Ada permasalahan yang sering trending juga di sosial media tentang produk skincare dari negara lain. Contohnya negara yang maju dalam per-glow up an duniawi, yaitu negara Korea Selatan. Mereka menawarkan produk mereka dengan biasa saja tapi malah bikin kita mudah tertarik. Banyak orang menjadikan tolak ukur berdasarkan siapa brand ambassador yang menawarkan produknya bukan? 

Nah, itu masalahnya. Sekarang, kita lihat orang-orang di negara tersebut, sudah putih, glowing, cantik, dan tampan sejak mereka lahir bukan? Jadi bisa dibilang produk yang mereka pakai itu hanya sebagai penunjang untuk perawatan saja.

Tetapi kita sebagai pemakai skincare sebenarnya lebih memandang ke “ah kalau aku pakai produk ini pasti bisa seputih mereka” kenyataannya apa? Banyak yang menjadi korban dari ketidakcocokan skincare, entah wajahnya jadi jerawatan, breakout, kulit jadi sensitif, bahkan tidak ada perubahan. Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan juga jika banyak yang cocok menggunakan produk skincare pilihan mereka.

Hampir semua remaja saat ini ingin glow up secara instan. Gimana tuh? glow up itu perlu kesabaran dan ada prosesnya tapi mereka ingin cepat–cepat, karena tidak sabar ingin membuat dirinya lebih menarik di mata orang lain. 

Makanya di Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya bersaing mengeluarkan produk-produk skincare yang ramah dikantong namun ternyata malah mengandung ingredients yang menyalahi aturan, ditambah dengan promosi produk secara gila-gilaan. Misalnya, “Sabun pemutih badan 3 kali pemakaian” atau “krim wajah glow up dalam satu minggu”. Siapa coba yang tidak tertarik?

Saat menggunakan produk itu kita mikirnya “ah baik–baik aja dan hasilnya maksimal aja tuh”. Coba deh pikir satu kali lagi, di dunia ini tidak ada yang instan loh, masak mie saja butuh proses apalagi glow up

Mungkin ketika pemakaian kita menganggapnya aman atau tidak ada efek samping, tetapi mungkin bertahun-tahun kemudian malah bisa menjadi penyakit entah penyakit kulit atau merasuk ke dalam badan.

Jadi gimana? Glow Up itu bikin untung apa buntung sih?

Skincare sendiri merupakan salah satu jalan yang ditempuh remaja yang ingin glow up. Produk skincare fungsinya untuk merawat diri kita, nah tujuannya bikin untung kan berarti. 

Tapi kita harus lebih hati-hati saat memilih produk skincare, dengan  membaca ingredients serta kegunaannya terlebih dahulu. Usahakan jangan membeli itu karena ingin tetapi beli dan pakailah sesuai kebutuhan. 

Secukupnya saja dalam penggunaan skincare tidak perlu yang berlebihan sampai berlapis–lapis. Cari yang sesuai dengan tipe atau kondisi kulit saja, lalu pastikan bahwa produk tersebut cocok, baru kemudian beli lah yang sesuai dengan kebutuhan kantong.

Penting kita harus mengetahui jenis kulit kita sendiri agar tidak salah pilih skincare. Jangan mudah tergiur dengan testimoninya karena faktanya kondisi kulit kita dengan orang lain tentu berbeda-beda. Jadi kalau kita bisa memilih skincare yang tepat pastinya akan menguntungkan diri kita juga.

Kesimpulannya, glow up itu meng–upgrade diri bukan mengubah diri. Itu hal yang berbeda. Cantik dan tampan tidak diukur dari putih dan glowing. Karena kita di ciptakan sesuai dengan porsi masing–masing dan akan terlihat sempurna di mata yang tepat, jadi nggak usah capek berlomba mengejar duniawi ya girls. Karena kita nggak akan pernah tau yang awalnya pengen untung bisa jadi malah buntung di masa yang akan datang.