Diamnya Glenn membuat banyak orang tak menyangka bahwa ternyata sudah sebulan terakhir ia terbaring sakit dan lemah. Pada 8 April Rabu petang, dari Rumah Sakit Setia Mitra di Jakarta Selatan, akhirnya Indonesia dibungkam dengan kabar duka kepergian abadi sang legend Glenn Fredly.

Dua puluh lima tahun dari empat puluh empat tahun umurnya sudah dipakai untuk berkarya sejak ia remaja. Meningitis memang usaikan usianya, tapi tidak dengan kebaikan kesenian dan kemanusiaan lelaki kelahiran Jakarta, 30 September 1975 itu. Banyak orang masih merasakannya. Banyak orang masih mengasihinya.

Ernest Prakasa adalah salah satunya. Melalui podcastnya, komika Indonesia itu mengungkapkan kegagumannya terhadap kegigihan dan aktivisme Glenn semasa hidupnya, dalam memperjuangkan lingkungan hidup, nilai toleransi, hingga pemerataan Indonesia Timur.

Begitu juga dengan Najwa Shihab, yang mendapat kabar duka pada malam setelah petang. Najwa sempat berkabar dengan Glenn untuk yang terakhir kalinya. Ketika itu Najwa meminta Glenn untuk mengirimkan video singkat bernyanyi lagu Rumah Kita, untuk Konser Musik Donasi di Rumah Aja miliknya, karena Glenn tidak bisa tampil live dengan grupnya Trio Lestari.

Di mata Najwa, Glenn adalah seniman sejati. Glenn bukan hanya bicara tentang musik saja, tapi juga tentang demokrasi, toleransi, dan pentingnya berbagi kasih antar sesama. 

“Glenn musikus pengembang cinta,” ungkap Najwa di Intagram Televisi (Igtv) pribadinya.

Lewat akunnya itu, Najwa juga bercerita tentang bagaimana sewaktu hidupnya Glenn bertoleransi. Dengan kebesaran hati dan ringan langkah ia kunjungi Masjid Bayt Al-Quran di Tangerang Selatan, Banten, bersama Ayahanda Najwa, Muhammad Quraish Shihab, pada Ramadhan tahun lalu untuk mengisi acara Shihab-Shihab di kala itu.

Album musik bernapaskan Islam bertajuk Hidayah karya mendiang Glenn merupakan salah satu bukti paling nyata bahwa betapa peacenya Glenn semasa hidupnya. Bagi Glenn mengenai keberagaman dan kemanusiaan, kita semua bersaudara, tanpa harus melihat latar agama yang ada.

Andy Flores Noya pemilik Kick Andy Foundation, yang sudah kesekian kalinya berkolaborasi dari segi pendanaan aksi Glenn pun ungkapkan hal serupa. Baginya, mendiang seorang humanis dan filantropi sejati.

“Glenn selalu cemas ketika ada hutan dibakar dan ditebang sana-sini. Hingga pada akhirnya terbentuklah Yayasan Hijau Glenn,” kata Andy pada dialog interaktif Spesial Report Metro Televisi (Tv).

Selain itu, Glenn dikenal sebagai sosok yang sangat peduli dengan nasib banyak orang. Film layar lebar Cahaya dari Timur: Beta Maluku yang dirilis pada 2014 lalu, karya sutradara Angga Dwimas Sasongko yang diproduseri oleh Glenn sendiri, menjadi saksi bukti besarnya kepedulian Glenn terhadap sesama.

Film tersebut mengilustrasikan kisah tentang bagaimana Glenn bantu wujudkan mimpi anak-anak miskin di Desa Tulehu Maluku Tengah, untuk menjadi pemain bola hebat Indonesia di masa mendatang. 

Di samping itu Glenn adalah pahlawan permusikan Indonesia. Hak cipta pemain musik tidak dilindungi yang diperjuangkannya adalah jasa yang begitu besar. Bukan hanya peduli terhadap penyanyi tanah air, tetapi Glenn turut peduli pada pemain musiknya. Betapa besarnya kecintaan seorang Glenn kepada Indonesia dan keseniannya.

Karya kemanusiaan telah banyak ia ciptakan. Dapat terlihat dan terdengar dari album musiknya Romansa ke Masa Depan. Glenn tiada bosan mengajak musisi pendatang baru untuk peduli dengan dunia musik Indonesia. Tak heran jika yang merasa kehilangan Glenn bukan hanya dari kalangan musisi saja, tapi juga para aktivis hingga petinggi negara seperti Presiden Jokowi.

Glenn adalah kerabat dekat bagi aktivis Indonesia. Ia sahabat kaum marjinal, mulai dari persoalan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, petani Kendeng, warga Tanjung Benoa dan Aru, keluarga Tapol Maluku dan Papua, serta banyak lagi. Ia adalah pembela setia Hak Asasi Manusia (HAM) yang sedikit orasi tapi banyak aksi.

Media Tempo menyebutkan, Glenn Fredly Deviano Latuihamallo merupakan satu dari sedikit musisi tenar tanah air, yang aktif menyuarakan isu kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (HAM). Glenn kerap terlibat dalam kegiatan seperti kampanye, advokasi, penggalangan dana sampai mendatangi langsung korban pelanggaran HAM yang ia ketahui.

Berikut Rekam Jejak Perjuangan Glenn Fredly dalam Hal Kemanusiaan

1. Glenn Fredly dan Kasus Munir

Bersama Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Glenn Fredly selalu memberikan sokongan dalam penuntasan kasus pembunuhan Munir Said Thalib, tokoh aktivis HAM.

Termasuk ke dalam peresmian pendirian Omah Munir dan Munirpad sebagai nama jalan sepeda di Den Haag, sebagai bentuk penghargaan pemerintah Belanda terhadap aktivis kelas dunia seperti Munir, Glenn pun ikut terlibat beberapa tahun silam.

Pada ulang tahun Munir ke-47, Glenn sepenuh jiwanya menciptakan lagu khusus untuk mantan pemimpin Kontras tersebut. Berjudul Cahaya, dinyanyikannya untuk sahabat Munir di alun-alun Kota Batu Jawa Timur pada 3 Desember 2012, dengan sumpah akan menghantui rezim yang tak berani bicara tentang kebenaran.

2. Suara Glenn Fredly untuk Papua dan Indonesia Timur

Isu-isu yang Glenn Fredly perjuangkan sebenarnya banyak yang tidak populis. Tapi Glenn dengan optimis tetap melakukannya.

Glenn ikut terlibat aktif dalam kampanye pembebasan tahanan politik Papua dan Maluku, kampanye perdamaian dan HAM untuk Indonesia Timur, dalam Voice of the East (VOTE) bersama Kontras dan berbagai organisasi kemanusiaan lainnya.

3. Glenn Fredly Bersama Penolakan Reklamasi Teluk Benoa

Penolakan reklamasi Teluk Benoa Glenn suarakan bersama musisi lainnya. Suara penolakan itu dilantangkan saat tampil di panggung United We Loud, di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana Bali pada 10 September 2017 lalu.

Menurut Glenn, Indonesia punya suara dan alam itu penting dijaga.

4. Glenn Fredly Datangi Korban Penghilangan Paksa 1997/1998

Ketika hidup, dukungan terus diberikan Glenn langsung kepada orang tua korban, yang tak henti menantikan kepastian nasib anak-anak mereka.

5. Dukungan Glenn Fredly kepada GKI Yasmin

Ketika jemaah Gereja Kristen Indonesia atau GKI Yasmin Bogor hadapi masalah larangan beribadah, Glenn bersama putri-putri Gus Dur dan tokoh lainnya, datang untuk menemani perayaan Natal jemaah GKI Yasmin 2011 lalu.

6. Glenn Fredly Isi Sekolah HAM Kontras

Melalui musik dan pandangannya, di sekolah HAM Kontras Glenn sampaikan pentingnya keterlibatan anak muda dan masyarakat dalam promosi HAM, apapun latar belakangnya.

7. Glenn Fredly Galang Dana untuk Korban Perkosaan Mei 2011

Sebulan setelah seorang bayi perempuan usia 8 bulan asal Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan diculik dan diperkosa, Glenn bersama Tompi dan Sandhy Sondoro yang tergabung dalam Trio Lestari manggung di Ballroom Hotel Grand Clarion Makassar.

Mereka ajak penonton untuk sisihkan uangnya guna disumbangkan kepada korban dan keluarganya.

Sejauh ini, siapa yang tak mengenal Glenn Fredly? Setidaknya penduduk Indonesia mana pun itu pasti pernah mendengar satu lagu syahdunya dari lebih sepuluh albumnya. Selamat jalan, bung. Rest in peace.