Wartawan
2 tahun lalu · 86 view · 21 sec baca · Puisi kopi_moanemani.jpg
ilustrasi google

Getaran Kopi Malam

Belum ku mengerti

Rembulan dan bulan

Mengakhiri secangkir kopi

Ia terlena sudut jantung hati

Memojokan dari hamparan sinar kedamaian

Memohon sinar itu kembali

Berjaya menginari

Tapi sayang

Dalam cekapnya gelap malam

kilauan hitam kopi

Hati manusia penuh

Mata akan rasa, mengcengkram menyebar

Sayup hati mati kejar kelamnya

Malam

Recikk embun

Kipas manusia bermata dua

Kopi hitam

Penggemar getaran hati

Pengemangat duka

Kau abadi

siap memilihmu

Menjadi teman penghilang kerinduan hatiku.

Artikel Terkait