Bagi kalian orang Kristiani, apakah kalian benar-benar mengerti gereja? Atau jangan-jangan kalian hanya orang Kristiani di KTP saja?

Tahukah kalian aturan-aturan gereja dan cerita-cerita rohani yang ada di dalam kitab suci? Atau jangan-jangan sebenarnya kalian tidak tahu mengenai cerita mengenai adanya gereja?

Tidak usah mengenai cerita bagaimana adanya gereja, kalian tahu atau tidak siapakah kepala gereja di dalam kepercayaan iman Kristen? Jika kalian masih menjawabnya dengan salah, maka kalian harus belajar lebih dalam mengenai gereja agar status ‘Kristen’ kalian tidak hanya di dalam KTP.

Jadi, gereja itu merupakan persekutuan orang-orang beriman yang disebut dengan istilah ekklesia. Ekklesia sendiri sering dimaknai sebagai orang-orang yang dipanggil keluar dari dunia.

Orang yang dipanggil keluar memiliki arti bahwa kehidupan manusia itu seturut dengan firman Tuhan yang menjaga kekudusan, tidak tercemar, hidup sebagai anak manusia baru dan sebagai anak-anak terang.

Gereja dikepalai bukan oleh pendeta ataupun pastor, namun Yesus Kristus sendiri yang merupakan kepala gereja sehingga persekutuan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus-lah yang disebut gereja.

Sadarkah kalian bahwa gereja itu terus mengalami perkembangan? Contohnya, sebelum zaman para rasul gereja hanya merupakan perkumpulan-perkumpulan untuk beribadat. Namun lama kelamaan, para umat pun semakin sadar bahwa hanya berkumpul saja tidaklah cukup untuk mewartakan kebenaran Injil Tuhan di dunia ini.

Selain itu, sebelumnya pada awal-awal gereja orang-orang Kristen tidak memiliki gedung gereja untuk beribadah. Mereka hanya tersebar di rumah anggota gereja untuk melaksanakan ibadah.

Sebagai umat Kristen, tahukah kalian di mana gereja pertama kali dibentuk? Atau kalian mengira bahwa gereja pertama kali di bentuk di Yerusalem? Atau bahkan di Israel?

Sebenarnya, gereja pertama kali dibentuk di sebuah desa yang bernama Edessa di wilayah Mesopotamia sekitar tahun 200.

Setelah gereja pun terbentuk, tata ibadah atau liturgi pada saat kebaktian pun masih kacau dan itu ditulis dalam kitab 1 Korintus 14. Di sana ditulis bahwa Tuhan tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera (1 Korintus 14:33) dan Tuhan meminta bahwa segala sesuatunya harus berlangsung sopan dan teratur (1 Korintus 14:40).

Namun sekarang, bangunan gereja sudah banyak didirikan. Setiap negara, kota, daerah, bahkan desa pun didirikan gereja. Entah itu besar atau kecil, tetapi Tuhan menghendaki adanya gereja.

Sekarang pun tata ibadah saat kebaktian pun sudah berlangsung secara sopan dan teratur. Sehingga tak ada lagi kekacauan yang ada dalam beribadah namun menciptakan ketenangan dan kedamaian dalam hati kita sehingga kita dapat meresapi firman Tuhan.

Di zaman modern ini, gereja tidak bisa lagi menolak segala perkembangan dunia yang semakin maju ini. Justru gereja harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang ada.

Mungkin sebagian orang akan bertanya, “Bukankah gereja harus menjaga kekudusannya dan tidak tercemar akan hal-hal dunia yang telah berkembang dengan pesat sehingga umat gereja tidak salah jalan?”

Gereja tidak akan menerima hal-hal buruk yang berkembang di dalam dunia ini, namun gereja akan menyaring mana yang dapat memajukan gereja dan gereja tetap bisa menjaga kekudusannya.

Contoh kecilnya, dalam perkembangan yang maju ini sudah diciptakan projector LCD untuk membantu kita dalam membaca ayat alkitab saat ibadah bila kita tidak membawa alkitab. Tak hanya itu, saat menyanyikan lagu penyembahan gereja kita bisa melihat di layar LCD jika kita tidak hafal dengan liriknya.

Itu adalah salah satu contoh positif dari perkembangan teknologi yang dipakai dalam gereja untuk memudahkan umatnya. Contoh lainnya, pendeta yang ingin menyampaikan kotbahnya tidak perlu lagi menggunakan kertas, pendeta bisa menggunakan tab/ipad atau slide power point agar umatnya bisa mengerti firman yang disampaikan pendeta.

Perkembangan-perkembangan seperti ini yang dapat membantu gereja untuk berkembang menjadi yang lebih baik lagi.

Gereja pun dalam perkembangannya harus menghadapi tantangan dan hambatan yang ada. Sehingga gereja pun harus mengambil sikap yang beragam. Sebagian ada yang mengambil sikap menentang ataupun menyesuaikan diri.

Oleh karena itulah gereja di zaman sekarang harus kritis dalam menempatkan diri. Arti dalam gereja harus kritis dalam menempatkan diri adalah, gereja harus berani dalam mengkritik dirinya sendiri (self-criticism) dengan dunia ini.

Gereja harus berani mengkritik dirinya sendiri dimaksudkan agar gereja tidak terjebak dalam kebudayaan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, berpartisipasi dalam politik dan memberikan pemahaman-pemahaman bagaimana berpolitik yang benar dan seturut dengan firman Tuhan karena umat gereja juga harus berpolitik.

Pada intinya, gereja yang ada di dunia ini untuk melayani dunia. Yesus Kristus sendiri, Sang Kepala gereja datang ke dunia ini bukan untuk dilayani, justru Ia melayani orang-orang yang mau masuk ke dalam persekutuan umat beriman.

Sumber: Teladan Kehidupan 3; Pendidikan Agama Kristen SMA kelas XII