Lecturer
4 bulan lalu · 158 view · 6 menit baca · Lingkungan 50499_36813.jpg
forestpeoples.org

Gerakan Sipil Global untuk Produksi dan Konsumsi Kertas Beradab

Cerita Kertas

Tulisan tentang “Cerita Kertas” yang pertama ini hendak menggambarkan tentang keberadaan organisasi dan jejaring masyarakat sipil global yang bekerja untuk melakukan pengawasan, penilaian, dan pengadvokasian atas permasalahan yang timbul dalam industri pulp dan kertas di dunia. Dalam konteks ini dapat disampaikan untuk dipahami bahwa tata kelola produksi dan konsumsi dalam industri pulp dan kertas tidak hanya melibatkan pemerintahan negara dan koprorasi atau perusahaan pulp dan kertas saja, namun juga memunculkan aktor ketiga, yaitu organisasi dan jejaring masyarakat sipil global.

Di antara permasalahan terkait industri pulp dan kertas adalah tentang keberadaan Masyarakat Adat. Dalam www.forestpeoples.org (2018) disebutkan bahwa masyarakat adat memiliki hak, yang diakui dalam hukum internasional, untuk memberikan atau tidak memberikan persetujuan atas pembangunan yang direncanakan yang akan memengaruhi hidup mereka. Kini semakin banyak perusahaan pulp dan kertas berkomitmen untuk menghormati hak-hak ini serta hak-hak masyarakat setempat yang terkena dampak operasi mereka.

Meskipun demikian, implementasi dari komitmen-komitmen sosial ini serta tindakan-tindakan yang diusulkan untuk memperbaiki kerugian di masa lalu berjalan dengan lambat. Jutaan hektar lahan hutan masyarakat telah diambil alih untuk perkebunan kayu pulp, termasuk di Brasil, Chili, Indonesia, dan Amerika Utara yang menimbulkan sengketa tanah, konflik sosial dan pemiskinan.

Namun, karena kampanye LSM, permintaan pasar untuk pulp dan kertas yang bebas konflik semakin meningkat. Memastikan tanggung jawab sosial dalam industri kertas global akan membantu perjuangan masyarakat adat agar hak-haknya dihormati di daerah penghasil kayu pulp, dan akan menghasilkan dampak positif tambahan – di bidang ekonomi pedesaan, kesehatan, dan air.

Environmental Paper Network (EPN) dalam http://environmentalpaper.org/ (2019) adalah sebuah koalisi global organisasi masyarakat sipil (OMS) yang bekerja bersama untuk mencapai Visi Kertas Global (VKG), menerbitkan laporan berjudul The State of the Global Paper Industry 2018 atau “Keadaan Industri Kertas Global 2018”.

Environmental Paper Network


Lebih lanjut tentang EPN, koalisi ini memiliki jaringan yang tersebar di seluruh dunia, saat ini terdiri lebih dari 140 organisasi masyarakat sipil. Jejaring masyarakat sipil global (MSG) ini bekerja bersama menuju Global Paper Vision atau VKG. Visi yang diklaim mengekspresikan tujuan bersama mereka untuk menciptakan perubahan transformasional dalam industri pulp dan kertas dan masyarakat luas. 

Melalui visi tersebut, EPN menginginkan terwujudnya produksi (industri hutan, bubur kayu, dan kertas) dan penggunaan kertas yang secara global berkontribusi terhadap masa depan umat manusia yang bersih, sehat, adil dan berkelanjutan untuk kehidupan di bumi.

EPN menyatakan bahwa apa yang mereka suarakan selama ini dihormati, kredibel, dan berpengaruh pada masalah keberlanjutan pulp dan kertas di seluruh rantai pasokan global dan siklus hidup kertas. Jaringan organisasi nirlaba ini mencoba untuk secara efektif memberdayakan dan memotivasi konsumen, perusahaan, organisasi masyarakat, dan pemerintah untuk melindungi hutan, iklim, udara, air dan masyarakat melalui produksi pulp dan kertas yang berkelanjutan. 

EPN selama ini memfasilitasi gerakan organisasi yang kuat dan independen, secara strategis memanfaatkan keahlian dan sumber daya kolektif untuk memulai perubahan dan perbaikan lingkungan di dalam industri pulp dan kertas.

EPN dimulai pada tahun 2002 sebagai aliansi yang –awalnya- tidak memungkinkan antara organisasi lingkungan dengan pendekatan yang sangat beragam untuk masalah bersama: menangani skala tantangan dan peluang untuk keadilan sosial dan konservasi yang disajikan oleh perluasan hutan, industri pulp dan kertas di Amerika Utara.

Pada tahun 2005, jaringan serupa terbentuk di Eropa dan menuliskan visi baru yang mencakup masalah sosial dan lingkungan. Pada tahun 2009, Jaringan Kertas Lingkungan Tiongkok atau Chinese Environmental Paper Network dibentuk. 

Pada tahun 2014, organisasi dalam Jaringan ini secara kolaboratif menulis VKG yang diperbarui, untuk memasukkan isu-isu utama saat ini, dan menyelaraskan upaya global. EPN bekerja bersama melalui kelompok kerja regional dan internasional dalam berbagai topik, termasuk penghematan kertas, isu hutan hujan Indonesia, keuangan pulp dan hutan, iklim dan energi biomassa. 

EPN saat ini diorganisir menjadi tiga hub non-hierarkis, masing-masing dengan Komite Pengarah dan stafnya sendiri. Ada EPN Amerika Utara, EPN China atau Tiongkok, dan EPN Internasional.

Penyatuan EPN dengan banyak organisasi lingkungan yang berupaya mengubah industri kertas telah membantu mengatalisasi perubahan pasar yang signifikan. Bukti nyata dari perubahan ini pertama, adanya perlindungan hukum jutaan hektar Hutan Langka. Kedua, adanya peningkatan signifikan dalam jumlah sertifikasi terkait kertas dan luasan hutan yang disertifikasi oleh Forest Stewardship Council (FSC). 

Ketiga, adanya ratusan perusahaan besar yang mengembangkan kebijakan kertas lingkungan. Keempat, adanya ketersediaan kertas lingkungan asli yang berkembang pesat untuk pembeli. Kelima, adanya pengurangan konsumsi yang berlebihan di Amerika Serikat dan Eropa. Dan keenam, adanya peningkatan permintaan dan penggunaan terhadap serat yang bisa dipulihkan. 

Kini, EPN adalah jaringan lebih dari 140 organisasi yang bekerja dalam keselarasan menuju tujuan bersama untuk menciptakan perubahan transformasional dalam industri yang dijelaskan dalam Visi Kertas Global.

Visi Kertas Global


EPN menyebut dirinya mencari dunia dengan pola baru yang memenuhi kebutuhan semua orang sementara juga menghilangkan limbah dan konsumsi yang berlebihan. Cara-cara untuk mewujudkan vis tersebut, menurut EPN, pertama, produksi kertas yang berkurang ketergantungannya pada serat yang perawan. Kedua, produksi kertas yang tidak terkait sama sekali dengan hilangnya keanekaragaman hayati atau hutan. 

Ketiga, memaksimalkan penggunaan bahan daur ulang dalam produksi. Keempat, menghormati hak asasi manusia (HAM) termasuk hak atas tanah yang dimiliki masyarakat setempat/tempatan/lokal/pribumi. Kelima, penyediaan pekerjaan dan memiliki dampak sosial yang bermanfaat. Dan keenam, proses produksi yang bebas konflik dan berkadilan.

EPN berupaya untuk menemukan transisi yang sukses berkaitan dengan produksi pulp dan kertas sebagai bagian dari solusi untuk perubahan iklim. Produksi pulp dan kertas harus dibuat dari serat dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan. 

Dalam produksi menggunakan sepenuhnya karbon yang rendah, energi terbarukan, dengan air yang bersih setelah produksi kertas seperti sebelumnya, menghasilkan nol limbah dan nol emisi. EPN juga bergiat menemukan transparansi yang sepenuhnya dan kemitraan dengan beragam pemangku kepentingan untuk berhasil menerapkan visi tersebut.

Singkatnya, prinsip-prinsip untuk mewujudkan VKG tersebut adalah dengan (1) mengurangi konsumsi kertas, (2) memaksimalkan daur ulang kertas, (3) tanggung jawab sosial industri pulp dan kerta, (4) penggunaan serat perawan yang bertanggung jawab, (5) perlindungan iklim, (6) proses dan hasil produksi yang bersih, (6) menegakkan dan menegaskan transparansi dan integritas.

Keadaan Industri Kertas Global 2018

Laporan EPN tentang Keadaan Industri Kertas Global (KIKG) 2018 memberikan gambaran tentang bagaimana kinerja industri pulp dan kertas dunia saat ini. Keterhubungan dengan masing-masing tujuan VKG. 

Di dalamnya juga diarahkan untuk melihat ke masa depan, berbagai risiko yang mungkin harus dihadapi, dan peluang sosial serta lingkungan yang harus dihadapi oleh industri pulp dan kertas global. Setiap bab dalam laporan tersebut, menawarkan wawasan tentang masalah-masalah utama di tahun-tahun mendatang terkait industri pulp dan kertas dunia.

Dalam KIKG 2018, secara umum ada poin-poin tentang (1) mengurangi konsumsi kertas dan memastikan akses yang fair, (2) maksimalkan konten serat yang didaur ulang, (3) memastikan tanggung jawab sosial, (4) penggunaan sumber serat yang bertanggung jawab, (5) mengurangi emisi gas rumah kaca, (6) produksi yang lebih bersih, (7) transparansi dan integritas.

Secara garis besar dalam laporan mengidentifikasi beberapa tema utama: (1) kertas berada pada tingkat yang tidak berkelanjutan dan secara global semakin meningkat, khususnya di Asia, sementara tetap pada tingkat akses yang tidak merata di beberapa bagian dunia, khususnya Afrika. (2) Industri kertas berkembang, terutama di Asia dan Amerika Selatan, dan tantangan pergeseran geografis dan ekspansi di dunia yang terbatas sumber daya ini muncul di seluruh prioritas VKG.

(3) Industri memiliki komitmen menjaga perubahan iklim yang substansial dari sumber bahan bakunya di hutan, melalui produksi, hingga akhir masa pakai produk-produknya, sehingga peluang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan lahan yang lebih baik dan kebutuhan serat sangat dibutuhkan. Para pemangku kepentingan harus secara kolektif membawa isu-isu hutan ke garis depan aksi untuk mengatasi perubahan iklim. 

(4) Ada kesenjangan yang signifikan dalam ketersediaan data secara global di seluruh topik dan antar wilayah, dan seringkali ada tantangan dalam membandingkan data ketika data itu ada karena kurangnya standardisasi dalam pengukuran dan pelaporan.

(5) Potensi kepemimpinan perusahaan di pasar kuat, tumbuh, dan membantu mendorong perubahan di lapangan, tetapi eksekusi dan kemajuan komitmen sukarela tertinggal dalam banyak kasus. Urgensi dan transparansi tambahan diperlukan untuk menemukan solusi kolaboratif pada kecepatan yang cukup untuk mengatasi krisis perubahan iklim dan kepunahan.


Demikian pemaparan dalam “Cerita Kertas” yang pertama saya buat, semoga bermanfaat bagi para pembaca. Setidaknya menambah pengetahuan dan pemahaman tentang dinamika tata kelola produksi dan konsumsi dalam industri pulp dan kertas yang melibatkan pemerintahan negara, koprorasi atau perusahaan pulp dan kertas, dan organisasi dan jejaring masyarakat sipil global, dalam hal ini EPN.

Sumber Bacaan:

https://www.forestpeoples.org/id/responsible-finance-private-sector-pulp-paper/report/2018/keadaan-industri-kertas-global-tahun-2018

http://environmentalpaper.org/

Artikel Terkait