Berkembangnya zaman saat ini diiringi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Hal ini tentunya dapat membawa berbagai dampak positif dengan segala kemudahan yang diperoleh setiap orang untuk melakukan berbagai aktivitas. Perkembangan teknologi yang sangat pesat  menjadi alasan fenomena para pemuda yang selalu lekat dengan dunia maya, dengan berbagai situs media sosial yang memudahkan seseorang berkomunikasi.

Media sosial seperti seperti Line, Whatsapp,  Facebook, Twitter, Path, dan sebagainya mampu mendorong lahirnya beberapa lembaga ‘semu’ bersifat filantropi yang mempraktikkan ‘cara-cara baru’ yang lebih inovatif dalam menggalang dan mengelola dana sosial. Kampanye yang sekarang dimanfaatkan anak muda lewat media sosial tergolong sebagai salah satu strategi yang biasa digunakan dalam menggalang dana sosial.

Selain itu, kepopuleran sosial media dianggap sebagai sebuah kecanggihan teknologi yang dapat membuat kegiatan filantropi seperti penggalangan dana dan donasi semakin mudah untuk dilakukan. Tanpa harus mengunjungi panti asuhan, panti jompo atau yayasan sosial lainnya, donasi bisa kita lakukan melalui situs-situs yang diprakarsai oleh anak muda seperti kitabisa.com, beranimimpi.id, ayopeduli.com dan situs kegiatan donasi lainnya.

Website-website tersebut dapat digunakan sebagai wadah online yang menyediakan asa penggalangan dana dan penerimaan donasi untuk pemilik ide dan/atau kampanye sosial. Mulai dari program yayasan/NGO, inisiatif komunitas, gagasan mahasiswa, bantuan bencana alam, hingga patungan untuk pribadi yang membutuhkan. Dana donasi diterima dari pengguna situs yang mendukung ide dan/atau kampanye sosial tersebut.

Sebagai contoh, situs kitabisa.com melakukan verifikasi untuk setiap pengguna yang menggalang dana, serta mewajibkan setiap penggalangan dana untuk memberikan laporan penggunaan dana kepada donatur. Untuk setiap donasi yang terkumpul, kitabisa.com mengenakan biaya administrasi (5%) kecuali untuk kategori darurat medis (2.5%) dan bencana alam (0%). Sebagai social enterprise, kitabisa.com menggunakan fee ini sebagai penunjang kebutuhan operasional.

Situs online yang ditunjang dengan media sosial dalam penyebaran informasi bertujuan untuk memfasilitasi para penggunanya dalam melakukan atau menggalang donasi secara online. Pihak pemilik proyek sosial ataupun donatur yang memanfaatkan situs online tersebut tidak perlu khawatir karena transparansi untuk menjaga kepercayaan sangat dipegang teguh.  

Semua donasi yang masuk ke rekening pemilik proyek sosial akan ditangani oleh tim admin sehingga tidak mungkin tercampur-campur dan dokumentasinya bisa terlihat di website. Pemilik proyek dan donatur juga bisa memantau secara realtime semua donasi yang masuk, macam-macam proyek penggalangan dana, alasan diadakannya proyek, target pendanaan dan yayasan yang ditunjuk sebagai fasilitator penerimaan dana.

Langkah yang dilakukan untuk menggalang dana di situs-situs tersebut sangatlah mudah. Hanya tinggal klik "Galang Dana" dan para pemilik proyek sosial bisa langsung isi formulir online yang disediakan oleh situs tersebut. Setelah mengisi formulir, para pemilik proyek sosial akan mendapatkan  Link Campaign untuk menggalang dana yang bisa disebarkan ke keluarga, teman, dan publik dengan memanfaatkan akun-akun media sosial.

Dalam waktu singkat, campaign penggalangan dana akan cepat tersebar luas di kalangan masyarakat Indonesia pengguna setia media sosial. Dalam jangka waktu tertentu, para pemilik proyek sosial diharuskan menulis update serta laporan penggunaan dana secara transparan di website tersebut.


Peran media sosial di sini sangatlah besar. Informasi kegiatan penggalangan dana juga bisa dibagikan melalui beberapa media sosial seperti Facebook, Twitter dan Line. Salah satu kampanye menarik dan kreatif yang dibuat oleh anak muda dengan memanfaatkan media sosial  tersebut di antaranya berasal dari ‘Wahana Visi Indonesia’ yang membuat campaign #BeraniMimpi.

Campaign tersebut merupakan sebuah insiatif penggalangan dana untuk membangun Posyandu dan sumur air bersih di Sumba Barat Daya. Puluhan anak-anak muda menggalang dana dengan cara yang asik dan tidak biasa.

Para penggalang dana yang ingin menggunakan fasilitas yang disediakan situs beranimimpi.id dapat melakukan berbagai tantangan  demi menarik donatur. Di sinilah lahir banyak gimmick menarik yang ditawarkan mereka. Ada yang berjanji akan melakukan berlari jarak jauh, ada yang berjanji akan memasak, bahkan ada yang berjanji akan mengakhiri masa jomblonya. Hal tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan usaha konkret untuk melakukan penggalangan dana.

Program menarik lainnya ditawarkan oleh situs penggalang dana kitabisa.com. Situs ini memiliki berbagai macam campaign yang dibuat oleh anak muda yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan dana. Sebagai contoh campaign terkini adalah #UKTuntukRidho.

Pengumpulan dana  tersebut untuk membantu pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Ridho, salah seorang mahasiswa baru berprestasi IPB yang terancam tidak dapat melanjutkan kuliahnya karena masalah biaya. Atas dukungan ratusan donatur, kini UKT Ridho sudah terbayarkan. Sekarang Ridho tak lagi khawatir akan mimpinya kuliah di perguruan tinggi dan siap menimba ilmu di IPB.

Sama halnya dengan Ridho, campaign yang tak kalah heboh adalah #BeasiswauntukTristanAlif. Rhenald Kasali bersama Andrinof Chaniago, dua orang pemuda yang membuat fundraising campaign ini terinspirasi oleh semangat seorang bocah bernama Tristan Alif yang dijuluki sebagai ’Messi dari Indonesia’.

Dengan bakatnya, Alif mendapatkan kesempatan menjadi siswa akademi klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, yang tertarik pada bakat besar Alif dan sejak 2013 memintanya bergabung dengan akademi mereka. Saat ini seharusnya Alif sudah berada di Amsterdam, namun belum berangkat karena kekurangan dana. Sementara, dukungan dari pemerintah atau BUMN sudah ditunggu sejak lama. Adanya penggalangan dana untuk Tristan membantunya berangkat ke Belanda untuk mewujudkan mimpi.

Penggalangan dana yang dilakukan oleh sekumpulan anak muda tersebut tidak hanya membantu seseorang untuk mewujudkan mimpinya namun juga membantu pengobatan masyarakat kurang mampu. Seperti halnya sekumpulan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang  ingin membantu penggalangan dana untuk Aji, penderita intususepsi.

Campaign #DonasiUntukAjiPenderitaIntususepsi, dapat membantu keluarga Aji  yang tidak sanggup untuk membiayai rawat intensif dan operasi Aji yang membutuhkan biaya sekitar seratus juta rupiah. Atas dukungan ratusan donatur, Aji, hingga 17 Mei 2016 terus membaik dan sudah menunjukkan kemajuan. Setelah ditangani oleh dokter, perut Aji yang sebelumnya membesar karena tidak dapat melakukan BAB maupun sekedar buang angin selama 8 tahun, kini sudah menyusut sebanyak 65%.

Dari beberapa contoh di atas, terbukti bahwa saat ini sudah banyak anak muda yang tergerak hatinya untuk membuat campaign kemanusiaan demi membantu sesama di media sosial. Alasannya sederhana, karena mudah, cepat dan bertujuan mulia.

Pemanfaatan fasilitas penggalangan dana dan donasi yang disediakan oleh situs-situs sosial tersebut mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia yang memanfaatkan teknologi untuk meringankan beban hidup orang lain. Karena manfaat teknologi tidak hanya untuk sekedar mencari informasi atau berkomunikasi saja, namun dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan taraf hidup yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.