Pembaca
3 minggu lalu · 157 view · 4 min baca menit baca · Pendidikan 56341_15233.jpg
Foto: LPM Sukma

Geoidealisme Calon Mahasiswa

Selamat datang, wahai mahasiswa baru. Wajah-wajah kalian begitu segar menghadapi jenjang pendidikan yang diagungkan ini. Terlihat jelas betapa terangnya bayangan kalian akan masa depan. Inilah jalan suksesku pikir kalian.

Tapi tunggu dulu, sudahkah kalian memiliki peta akan ranah perguruan tinggi? Sudahkah kalian mengetahui di mana titik awal yang harus kalian tuju? Bukankah kalian harus memiliki peta untuk itu agar kalian tidak mudah tersesat dalam hutan pengetahuan ini?

Hutan ini sangat lebat, berbahaya, dan angker. Banyak hal mistis di dalamnya. Ada hantu-hantu wanita cantik yang siap membuat terlena para lelaki. Ada kumpulan mantra dosen yang siap menghipnotis pikiran-pikiran kosong. Ada aturan birokrasi kampus yang absurd.

Bukan hanya itu, tumpukan ranting-ranting senior yang rapuh juga akan menghujam kalian. Menusuk setiap batang otak kalian dengan dogma. Membuat kalian tak mampu berkutik untuk melangkah.

Lebatnya pohon pengetahuan juga akan membingungkan kalian dalam mengambil langkah. Kalian akan kehilangan arah karena gelapnya kenyataan. Ingatlah, kalian harus berhasil keluar dari hutan ini dan mampu membawa yang paling berharga saja.

Sungguh sangat perlu bagi kalian memiliki peta sebagai petunjuk. Agar perjalanan terarah dan berhati-hati dalam setiap rintangan. Meskipun bukan peta geografis yang lengkap dengan agendanya. Peta ini hanyalah kisah dari orang yang pernah melaluinya. 

Karena orang ini tahu betapa banyak anak yang tersesat. Mereka takluk oleh rintangan. Bingung menentukan arah. Terkapar tak mampu berbuat. 


Meskipun ada yang berhasil keluar, namun banyak yang cacat akan pikiran. Logika tertinggal di dahan-dahan persimpangan. Atau mati terjerumus ke dalam jurang zaman.

Peta ini kiranya mampu memberikan titik peringatan selama kalian di perjalanan. Agar kalian tetap selamat dan mampu menuju kesuksesan manusia. Karena kalian bukan berjuang menempuh ini untuk diri sendiri maupun keluarga. Ada miliaran umat manusia yang perlu kalian jaga. 

Oleh sebab itu, sebelum peta ini diketahui, alangkah baiknya kalian benahi dulu niat diri. Koreksi setiap hasrat yang hanya mementingkan ego pribadi. Tujuan kalian bukan hanya sukses bekerja dan mewah di kemudian hari.

Ada adik-adik kalian yang nantinya perlu kalian sampaikan makna hidup. Ada teman-teman kalian yang tak setangguh kalian sehingga hampir sekarat. Ada pula orang-orang tua yang sudah gila sehingga perlu kalian singkirkan agar tidak mengganggu orang lain.

Tanah air kalian pun sedang dipertaruhkan. Di mana berbagai hal yang ada di dalamnya yang perlu kalian pertahankan. Penjahat dunia sedang mengincar setiap inci tanah serta penduduk negeri ini untuk mereka jajah dan mereka perbudak. Sungguh sangat besar, bukan, tanggung jawab kalian?

Alangkah bijaksananya jika kalian bekali diri dengan rasionalitas. Agar menjadi cahaya petunjuk ketika kalian di sana. Agar kalian mudah memilih tindakan apa yang harus dilakukan. Rendah hatilah, jangan mudah angkuh dalam melangkah. Cermati sekitar karena patahan-patahan itu bisa saja melukai nalar kalian. 

Baiklah, mari kita lihat apa saja yang akan kalian hadapi nantinya.

Di sana nanti, kalian akan dihadapkan dengan berbagai pilihan jalan. Tentu kalian bebas untuk memilih. 

Entah kalian ingin memilih apatis sehingga kalian hanya perlu mementingkan keinginan diri tanpa memperhatikan orang lain dan keadaan. Atau kalian peduli akan mereka, dan berpikiran kreatif serta masuk akal tentunya, agar kepedulian berwujud dan bermanfaat.

Jika kalian peduli, maka kalian harus mengambil setiap daun pengetahuan dan menggunakannya dengan bijaksana. Namun jika tidak, kalian tidak perlu bersusah-susah membaca ini dan jalani saja apa yang kalian inginkan. Kalau beruntung, kalian akan tertolong nantinya. Atau yang terburuk, kalian akan terbuang.

Apabila kalian seorang lelaki yang tangguh, maka hati-hatilah terhadap godaan para hantu wanita. Mereka tidak segan-segan menghabisi waktu kalian. Sehingga ketika kalian sadar, waktu itu sudah habis, dan mereka pergi sebagai bayangan.


Kalian hanya perlu berjalan tanpa menghiraukan. Karena di akhir perjalanan nantinya kalian akan menemukan wanita yang nyata yang dapat kalian sentuh serta sayangi sepenuhnya.

Sedangkan kalian para gadis-gadis yang bermimpi besar, hati-hati dengan setiap gerak-gerik bunga tampan. Tiada yang tahu racun apa yang ada di dahannya. Sehingga ketika kalian memetiknya, tubuh tak mampu berdaya, masa depan kalian menjadi suram.

Kalian semuanya harus waspada dari setiap mantra dosen. Tidak semua dari mereka ahli dalam bidangnya. Namun tidak semua dari mereka harus ditinggalkan. Kalian perlu mengkritisi setiap ucapan serta tindakan mereka. Karena mereka bisa saja menyelamatkan kalian atau mungkin menyesatkan kalian.

Mereka juga tidak segan-segan memanfaatkan kepolosan kalian untuk kepentingan mereka pribadi. Kejelian kalian sungguh sangat diperlukan dalam memperhatikan.

Terlebih aturan-aturan yang absurd. Bersembunyi di balik kebenaran dan kepemimpinan korup. Berkuasa menindas kebenaran demi menutupi segala kebobrokan. Ini harus kalian tantang dengan segala strategi yang telah matang pertimbangan. Tentu perlawanan akan memiliki korban.

Ranting senior ini juga sangat berbahaya. Bisa jadi mereka telah teperdaya seniornya yang dulu dan kini mereka mengincar kalian untuk menjadi korban yang baru. Pikiran kritis kalian memang diperlukan di setiap saat. Lontarkan setiap kata dengan argumentasi. Di situlah kalian akan lihat yang mana senior yang berbobot.

Kalau diperhatikan, semua rintangannya terdengar mudah untuk dihadapi. Dan terlihat mudah untuk dilalui. Namun jangan salah, dan jangan tertipu. Semua penjabaran ini adalah rangkuman tipu daya di lingkungan akademik. Tipuan hanya terlihat bagi orang-orang yang cerdas.

Oleh sebab itu, cerdaslah kalian terlebih dahulu sebelum berjalan dalam hutan pengetahuan ini. Media informasi yang mudah pada zaman sekarang sudah sangat membantu untuk itu. Dan logika kalian sangat membantu untuk mempertanyakan segalanya.

Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung.”

Artikel Terkait