Setelah muncul istilah generasi milenial, generasi Z, generasi sandwich, dan lain sebagainya. Muncul istilah generasi stroberi. Istilah ini ditunjukan kepada generasi sekarang yang sangat kreatif akan tetapi mudah sekali putus asa, seperti layaknya buah stroberi yang terlihat sangat menarik akan tetapi mudah hancur

Seseorang yang terlahir sebagai generasi stroberi cenderung memiliki sifat pesimis dan mudah menyerah. Mereka juga sering mendiagnosa sendiri tentang kondisi mentalnya. Oleh karena itu, mereka sering merasa memiliki penyakit mental yang pada akhirnya menimbulkan stres bahkan depresi.

Penyebab munculnya generasi stroberi

Tentu kita harus mengenali terlebih dahulu penyebab munculnya generasi stroberi ini, berikut adalah penyebab munculnya generasi stroberi:

1. Self diagnosis, zaman sekarang mudah sekali dalam mendapatkan informasi, baik dari internet, televisi maupun sosial media. Akan tetapi, apabila kita tidak menyaring informasi yang didapatkan. Pada akhirnya anak muda zaman sekarang sering mencocokan informasi tersebut dengan apa yang ia rasakan. Akibatnya mereka mudah merasa tertekan, stres dan depresi tanpa melakukan serangkaian pemeriksaan psikologi terlebih dahulu.

2. Digitalisasi, zaman sekarang adalah zaman serba mudah, karena semuanya sudah serba digital, sekali tekan layar handphone kebutuhan yang kita inginkan terpenuhi. Inilah yang mengakibatkan generasi masa kini lebih mudah lari dari kesulitan daripada menghadapi dan menyelesaikan masalah mereka.

3. Cara orang tua dalam mendidik anaknya, karena orang tua zaman sekarang sering mamanjakan anak-anaknya, sehingga mereka menjadi anak yang manja dan tidak mau berada pada posisi kesulitan. Berbeda dengan generasi dulu yang selalu mengalami masa-masa sulit, akan tetapi membuat mereka menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.

4. Narasi-narasi orang tua yang tidak berpengetahuan, tidak sedikit orang tua yang selalu menyebut anaknya moody atau mudah sekali berupah suasana hatinya. Sehingga itu membuat anak-anak mereka membenarkan sebutan itu dan berdampak hingga dewasa.

Ciri-ciri generasi stroberi

Setelah mengetahui penyebab munculnya generasi ini, selanjutnya kita harus mengetahui ciri-ciri generasi stroberi. Jangan-jangan kita termasuk dalam kategori generasi ini. Berikut ciri-ciri generasi stroberi:

1. Sering putus asa, dalam menjalani kehidupan ini tentu tidak bisa lepas dengan berbagai masalah. Baik itu masalah kecil yang mudah diatasi maupun masalah besar yang sulit untuk mencari solusinya. 

Oleh karena itu, seharusnya kita menyikapi sebuah masalah dengan kepala dingin dan berusaha keras mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Akan tetapi generasi stroberi selalu merasa pesimis dan pada akhirnya mereka putus asa. Mereka selalu lari dari permasalahan yang ada, padahal sebenarnya itu membuat masalah menjadi semakin besar.

2. Rasa malas yang tinggi, karena mereka terlahir di zaman serba mudah, akibatnya mereka cenderung lebih malas dan selalu ingin bersantai sepanjang waktu. Kemudian, karena mereka selalu mendiagnosis diri mereka sendiri, akhirnya mereka berpikir dia harus selalu healing dan bersantai untuk mengembalikan kondisi mentalnya menjadi baik.

3. Mudah terpengaruh, generasi ini cenderung plin-plan, mereka tidak selektif dalam menerima kondisi lingkungan dan tidak memegang teguh prinsip-prinsip mereka. Pada akhirnya mereka mudah terpengaruh dengan lingkungan yang padahal belum tentu baik bagi mereka.

4. Ingin sukses secara instan, meraih kesuksesan adalah impian bagi semua orang. Oleh karena itu, banyak orang rela berkorban dalam memperjuangkan kesuksesan yang ingin dicapai. 

Seberat apapun proses dan perjalanan menuju kesuksesan maka kita harus kuat menempuhnya. Akan tetapi berbeda dengan generasi stroberi, mereka hanya ingin mencapai kesuksesannya melalui cara yang mudah dan cepat tanpa harus bersusah payah.

Solusi untuk generasi stroberi

Setelah mengetahui ciri-ciri generasi stroberi, apa sih solusi pada fenomena generasi ini? menurut para ahli didikan orang tua yang harus dilihat pertama kali. Orang tua harus lebih mempelajari ilmu parenting yang terus berkembang.

Karena setiap masa ke masa ilmu parenting ini terus berkembang. Sehingga orang tua bisa mendidik anaknya dengan baik dan mengetahui bagaimana bersikap yang tepat terhadap anak khususnya anak zaman sekarang.

Bukan hanya didikan orang tua, sang anak juga harus selektif dalam menerima informasi dari internet dan sosial media. Sehingga mereka bisa mengatur bagaimana penyikapan dan pengambilan keputusan yang baik dalam menghadapi tantangan kehidupan. 

Mereka juga jangan sampai mendiagnosis diri sendiri tentang kondisi mentalnya, seharusnya mereka melakukan konseling terlebih dahulu kepada ahlinya, yaitu psikolog.

Generasi stroberi juga harus belajar mandiri, kita tidak bisa selamanya bergantung kepada orang lain, ada kalanya kita dituntut mandiri dan bertanggung jawab memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Belajar mandiri dapat membuat pola pikir mereka menjadi lebih dewasa. Mereka juga harus selalu belajar dari kesalahan, karena hidup adalah proses yang ada kalanya kita merasakan kegagalan. 

Oleh karena itu, kita tidak boleh mengalami kegagalan yang sama, sehingga kita akan selalu mengevaluasi diri dan berusaha menjadi lebih baik.

Dan solusi yang terakhir adalah memperkuat tekad dan jangan mudah terpengaruh, generasi stroberi selalu ingin mengeksplor sesuatu yang baru. Akan tetapi itu mengakibatkan mereka sulit dalam mencari jati diri sehingga sangat mudah terpengaruh oleh berbagai iming-iming dari berbagai arah.

Generasi stroberi tidak selalu memiliki image yang buruk, mereka adalah generasi yang sangat kreatif dan selalu membuat inovasi-inovasi yang baru. Hanya saja disebabkan beberapa faktor mereka lebih rapuh dalam menghadapi tantangan kehidupan dibandingkan generasi sebelumnya. Kalo kamu merasa termasuk generasi stroberi buktikan kalo kamu bisa menjadi generasi stroberi yang tangguh !.