Siswi SMA Tunas Daud
7 bulan lalu · 96 view · 3 menit baca · Gaya Hidup 96453_49254.jpg

Generasi Muda dan Lingkungan Sosial

Pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendiri. Tiap manusia membutuhkan individu yang lain, seperti berada di dalam kelompok sosial atau kelompok primer. Salah satu contoh kelompok sosialnya adalah Karang Taruna.

Menurut Wikipedia, Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda non-partisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial.

Di dalam Karang Taruna, tidak hanya terdiri dari laki-laki saja, perempuan juga termasuk di dalamnya. Pemuda dan pemudi yang bisa masuk di dalam Karang Taruna adalah pemuda-pemudi yang berusia rentang 11-45 tahun dan batasan sebagai pengurus adalah berusia mulai 17-35 tahun.

Organisasi Karang Taruna sedikit memudar karena banyak anak-anak muda zaman sekarang lebih mementingkan media sosial daripada lingkungan sekitarnya. Kurangnya komunikasi lisan antarsesama juga merupakan salah satu faktor penyebabnya.

Contohnya ketika sedang berbicara dengan orangtua masing-masing. Banyak anak muda yang sambil memainkan ponselnya dan mengabaikan pesan atau amanat dari orangtuanya ketika diajak berbicara. Orangtua bahkan sudah tergantikan oleh sang ponsel pintar. Sungguh ironis.

Dengan adanya Karang Taruna ini kita bisa mendidik bagaimana caranya anak-anak muda bisa mandiri dan menunjukkan rasa tanggung jawab dari diri sendiri. Dan juga dengan adanya Karang Taruna ini bisa membantu pemuda atau pemudi mendapatkan kesempatan untuk belajar membuat suatu organisasi

Apakah Karang Taruna mendapatkan dampak positif buat lingkungan sekitar kita? Iya. Pemuda-pemudi ini jadi memiliki sifat sosial dalam bentuk kepedulian terhadap kemajuan daerah tempat tinggalnya. Dengan cara membantu orang-orang yang kesusahan ataupun yang sedang dalam bencana.

Kehadiran Karang Taruna di setiap wilayah bukanlah untuk membuat kelompok-kelompok negatif untuk tawuran. Keberadaann Karang Taruna sendiri justru menjadi salah wadah positif generasi muda untuk tetap menjaga komunikasi antarsesama masyarakat yang kini sudah semakin memudar termakan arus globalisasi.

Sesama pemuda-pemudi di Indonesia kita harus saling mendukung satu sama lain agar tidak terjadinya perpecahan kelompok dan juga menimbulkan kesalahpahaman SARA. Karang Taruna yang terdiri dari kumpulan para pemuda-pemudi tentunya akan berperan besar dalam mewujudkan perdamaian desanya sendiri.

Apakah kita harus mempunyai social group atau kelompok sosial? Jawabannya adalah, ya. Manusia tak hanya membutuhkan makanan pokok untuk menyambung tali kehidupannya, namun ia juga membutuhkan kehidupan berkelompok untuk memenuhi kebutuhan rohaninya untuk diterima oleh lingkungannya sendiri.

Nah, ternyata di Lombok juga masih ada Karang Taruna. Di Lombok daerah yang salah satunya masih memiliki Karang Taruna, yaitu Daerah Gunung Sari, Karang Taruna Setia Bhakti. Pemuda-pemudi di Lombok juga masih mementingkan rasa kebersamaan. Tidak hanya terfokus pada kehidupan di media sosial.

Terlepas dari semua itu, sebenarnya masih pentingkah peran Karang Taruna di zaman sekarang ini? Tentu sangat penting. Seperti yang dipaparkan sebelumnya, kita adalah makhluk sosial. Kita membutuhkan orang lain ketika berinteraksi. Kita butuh teman yang nyata, bukan teman yang semu seperti di dunia maya.

Karang Taruna adalah salah satu cara untuk kita bisa berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Karang Taruna tidak hanya sekadar berkumpul. Karang Taruna juga memiliki tujuan tertentu agar anggota di dalamnya memiliki perannya masing-masing.

Namun di zaman seperti ini rasanya anak-anak muda terlalu asyik dengan dunia barunya. Mereka enggan untuk berkumpul lagi. Mereka mulai sibuk dengan kegiatannya. Menunduk setiap saat, seolah-olah sedang menyembah ponsel pintar. Tetapi kenyataannya demikian, anak-anak muda sudah seperti diperbudak oleh social media.

Jadi apa yang harus kita lakukan agar anak-anak muda dapat kembali ke perannya masing-masing? Jawabannya adalah kita harus memberi contoh terlebih dahulu dengan perilaku kita yang patut untuk dicontoh.

Belakangan ini banyak anak muda yang berdebat melalui media sosial yang dikarenakan perbedaan fisik, ketenaran di kehidupan orang lain, menjatuhkan nama artis-artis, dan juga menjatuhkan agama lain.

Mereka bertindak sangat beringas terhadap kelompok lain. Sikap etnosentrisme yang selalu merasa bahwa kelompoknya sendirilah yang paling benar telah semakin membakar semangatnya untuk saling menjatuhkan yang lainnya. Mereka telah lupa bahwa mereka sendiri adalah sesama saudara, yang seharusnya saling mengasihi dan menyayangi.

Di zaman modern ini, sosialisasi mengenai Karang Taruna juga harus lebih ditingkatkan. Agar para orangtua bisa membimbing anak- anaknya untuk masuk ke kelompok sosial yang bermanfaat.

Dari apa yang telah dipaparkan di atas, maka kita harus membangkitkan semangat para pemuda-pemudi agar membuat sebuah organisasi atau kelompok untuk saling membantu satu sama lain.

Jadilah diri sendiri dan juga bisa berguna untuk orang lain, agar bisa menjaga Bhineka Tunggal Ika dan merawat keutuhan NKRI. Negara kita sudah terlalu banyak masalah dari hari ke hari. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mengobatinya dengan baik. Jika tak mampu membantu, setidaknya tak usah menambah beban masalah baru.