Siapa sih yang nggak tau kemerdekaan?. Kapan Indonesia Merdeka? Apa tujuan dari Kemerdekaan? Sejak SD, guru mengajarkan apa itu kemerdekaan kepada kita, sehingga kita tahu bahwa tanggal 17 Agustus adalah hari kemerdekaan Indonesia.

Kemerdekaan Indonesia merupakan puncak piramida perjuangan bangsa Indonesia. Berperang melawan penjajah demi harga diri bangsa, mendapat keutuhan bangsa, dan hidup dengan ketenangan.

Dan yang paling penting adalah mendapatkan penghidupan yang layak dan pendidikan untuk memperoleh kesetaraan dengan bangsa lain atau bahkan lebih unggul dari bangsa lain.

Itulah teori sejarah kemerdekaan Indonesia di mana semua orang tahu ceritanya namun belum tahu harapan pejuang bangsa menghadapi penjajah untuk melakukan keutuhan Bumi Pertiwi, untuk apa negeri ini merdeka?

Zaman semakin maju, logika semakin tajam, teknologi semakin membumbung membuat diri bangsa terlena. Hanyut dalam derasnya arus kehidupan, terombang-ambing mobilitas. 

Kemerdekaan hanya dipandang prasasti kuno abstrak, sebuah formalitas untuk sebuah negara merdeka mendapatkan kebebasan.

Sebagai bangsa yang telah merdeka kita tak tahu bagaimana mengaplikasikan diri setelah kemerdekaan telah menjadi pondasi kaum pelajar, generasi muda bangsa, yang nantinya akan membangun bangsa ini untuk menjadi bangsa adidaya .

Namun tengoklah kini, rakyat semakin terpuruk pada kemelaratan. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Banyak oknum oknum kurang ajar dengan bangganya memakan uang rakyat.

Dalam usia 76 tahun mendapatkan kemerdekaan. Banyak mahasiswa dengan gagahnya menyuarakan opininya dalam anarkisme, mengecam pemerintah, dan menghujat negeri. Apakah tindakan tersebut benar?

Padahal kita tau, pelajar adalah ujung tombak untuk generasi emas di masa yang akan datang. Namun, melihat perilaku pelajar dan mahasiswa, membuat bangsa menjerit. Tawuran, demo, aksi yang memicu kegaduhan sering terjadi. Hal ini sangat memprihatinkan bangsa.

Semua terpusat pada pelajar yang enggan mengabdi dirinya pada keselarasan tujuan pendidikan. Tawuran dan demo menjadi apresiasi diri yang gagah nan penuh dewa kepahlawanan. menjadi sosok yang gagah setelah menjadi pelajar dalam garis merah kehidupan brutal.

Kita bangsa yang terpelajar, kaum pelajar di negeri ini, sudah saatnya kita gebrak diri, bangkit dari segala kemelaratan dan kesengsaraan. Saatnya kita melangkah maju masa depan yang cerah mengolah negeri kaya ini agar mereka di luar sana mengagumi bangsa kita. 

Dengan melangkah hebat, buktikan kepada bangsa lain bahwa Indonesia akan bisa semakin maju. Mari mulailah melangkah dengan semangat kobaran 45 pelajar Indonesia yaitu:

1. Pelajar yang bersekolah bukan karena kewajiban

Kita bersekolah bukanlah karena tuntutan, paksaan, ataupun sekedar kewajiban pada tingkat usia kita. Namun kita butuh ilmu untuk menata diri dan mengolah potensi diri sehingga menjadi pribadi yang lebih berpotensi.

2. Percaya diri

Kita sering bersungkur pada hal yang mungkin kita bisa lakukan. ya, itulah akibat dari kita yang punya rasa yakin pada kemampuan diri kita sendiri. Padahal setiap Insan punya kelebihan dan bakat masing-masing. Untuk apa malu? Untuk apa harus meniru? Lakukan sesuai apa yang kita miliki.

3. Tanggung jawab

Segala sesuatu yang menjadi fundamental dan pada akhirnya yang akan dipertanyakan adalah tanggung jawab. Jangan terlena karena kita masih muda, masih menjadi seorang pelajar yang masih selalu dibimbing.

Maka kita tak mengindahkan tanggung jawab kita masing-masing. justru sejak dini kita harus melatih dan sudah seharusnya bertanggung jawab. Dimana kita berada  harus tegakkan tanggung jawab karena tanggung jawab akan kita bawa sampai akhir hayat

4. Tak banyak bicara

“Sudi tetap berusaha, jujur, dan ikhlas, tak usah banyak bicara terus kerja keras”

Kutipan apa itu? Seperti lirik lagu. Ya, itu lirik dari dari Bangun Pemuda Pemudi. Lirik tersebut sudah cukup memantapkan hati para pemuda-pemudi Indonesia untuk tidak banyak bicara. Dan pantang menyerah dan selalu bekerja keras.

Untuk apa banyak bicara tapi tak ada hasil dan usaha, hanya omong kosong. Tapi lakukanlah, berusahalah hingga tercapai cita-citanya.

5. Semangat

Sudah seharusnya bangsa muda itu bergas dan semangat bukan loyo pada keterpurukan. Bagaimana kita maju kalau kita sudah ogah-ogahan untuk melangkah, maka mari bersama melawan rasa malas dan berusaha mencoba.

6. Berkarakter

Kita punya pribadi, kita punya potensi, dan kita punya kemampuan. Semua hal itu apabila dapat kita olah secara maksimal maka akan terjadi menjadi sebuah kepribadian unggul.

Moral dan tingkah laku yang baik harus dilatih sejak kecil. Hal itu  akan mengantarkan kita pada sebuah keistimewaan untuk menjadi diri yang bermartabat.

7. Prestasi

Setiap orang sudah pasti dianugerahi bakat dalam dirinya dan masing-masing. Kita sering tak menyadari apa sebenarnya bakat yang kita miliki, maka kita perlu mengolah agar kita semakin yakin akan bakat yang kita miliki.

Perlu kita tahu apa yang kita sukai atau biasa dikatakan hobby adalah muncul karena bakat yang kita miliki dari diri kita. Apabila semua itu kita olah dengan sungguh-sungguh, maka bakat dan hobi yang kita anggap sepele atau hal yang bisa biasa-biasa akan tampil sebagai hal yang luar biasa.

Dan menakjubkannya lagi apabila kita lebih memekarkan kemampuan kita lagi, akan menjadikan sebuah prestasi yang sangat memuaskan untuk kita karena prestasi itu muncul dari apa yang kita gemari bukan apa yang kita paksakan

Kalau setiap insan terutama kita sebagai pelajar dapat mengamalkan hal-hal tersebut maka dapat dipastikan negara ini akan kaya dan sukses dalam dunia pendidikan yang akan bermuara pada kesejahteraan.

Kita gunakan waktu yang ada ini untuk bangkit dari kemelaratan dan ke morat-maritan negeri. Sudah saatnya kita berubah, mulai detik ini jangan sia-siakan kemerdekaan yang ada.

Semangat Kaum Pelajar!!!