Terjadinya pandemi COVID-19 sejak tahun lalu membuat masyarakat Indonesia berlomba-lomba untuk menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Tagar #stayathome sempat ramai digaungkan di seluruh platform media sosial oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia dengan harapan masyarakat menghindari kerumunan untuk mencegah penularan virus COVID-19.

Berbagai trend baru pun muncul di tengah-tengah pandemi sebagai hasil kreatifitas masyarakat yang menghabiskan seluruh waktunya di rumah. Mulai dari konten memasak, vlog kegiatan di rumah, dance Tiktok hingga berjemur dan bersepeda.

Olahraga bersepeda mulai digemari masyarakat Indonesia sejak pertengahan tahun 2020 sebagai upaya untuk membangun hidup sehat dan mengusir kejenuhan di rumah.

Bersepeda menjadi pilihan karena selain bermanfaat dari sisi kesehatan untuk meningkatkan imunitas tubuh, masyarakat tidak melakukan banyak interaksi fisik dengan orang lain yang berpotensi menularkan virus COVID-19.

Di Yogyakarta sendiri masyarkat tidak luput dari euforia bersepeda yang tengah terjadi di Indonesia. Hal ini terbukti dengan banyaknya club bersepeda yang muncul di jalanan kota Yogyakarta. Akhir pekan merupakan puncak dimana jalanan dipenuhi dengan pesepeda dari berbagai kalangan.

Berbondong-bondong masyarakat di Yogyakarta turun ke jalan di pagi hari untuk menikmati akhir pekan dengan melakukan kegiatan bersepeda. Tidak jarang antusiasme yang besar dari masyarakat Yogyakarta dalam bersepeda menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Ada banyak sekali rute yang dapat dipilih saat hendak menentukan jalur bersepeda yang diinginkan di Yogyakarta. Yogyakarta tidak hanya kaya akan keindahan budayanya namun juga hamparan keindahan alamnya yang sangat memanjakan mata yang dapat me-refresh pikiran.

Geblek Pari Nanggulan merupakan jalur bersepeda yang sangat digemari di kalangan pecinta gowes di Yogyakarta. Hal ini karena keindahan alam yang ditawarkan dan suasana tenang yang jauh dari hiruk-pikuk kota yang membuat pesepeda dapat bersepeda dengan nyaman.

Hamparan sawah yang hijau dan sangat luas dengan jalan beraspal yang menjuntai panjang di tengah-tengah persawahan membuat pesona Geblek Pari semakin terkenal di kalangan pecinta gowes di Yogyakarta.

Besarnya animo masyarakat yang datang ke Geblek Pari untuk bersepeda membuat warga lokal memanfaatkan peluang ini. Bagi pengunjung yang tidak ingin kerepotan membawa sepedanya tidak perlu khawatir, karena ada banyak sekali persewaan sepeda yang disediakan oleh warga lokal.

Jenis sepeda yang disewakan pun sangat beragam mulai dari sepeda gunung hingga sepeda lipat semuanya disewakan dengan tarif yang menyesuaikan namun tetap ramah di kantong.

Harga yang dipatok untuk sekali sewa tergantung jenis sepeda dan rute yang diambil yang berkisar antara Rp10.000,00 – Rp150.000,00. Keramahan warga lokal terhadap pesepeda juga menjadi alasan Geblek Pari selalu ramai dikunjungi setiap akhir pekan. Mereka akan merekomendasikan berbagai rute menarik dan menjelaskan medan jalur bersepeda yg sebaiknya diambil sesuai dengan kemampuan pesepeda.

Selain menyuguhkan pemandangan alam yang ciamik, Geblek Pari Nanggulan juga dikenal akan wisata kulinernya yang akan memanjakan perut pengunjung. Ada banyak sekali warung makan yang berjejer dengan desain gubug ala pedesaan yang akan menemani pesepeda beristirahat.

Kebanyakan warung makan yang ada di Geblek Pari dibangun ditepi sawah sehingga pesepeda dapat melepas letih dan menikmati sajian makanan dengan keindahan hamparan sawah yang disuguhkan.

Kuliner yang disediakan di Geblek Pari juga sangat beragam mulai dari nasi, sayur, lauk pauk, sambal yang sudah berjejer ditaruh di wadah baskom lurik jumbo atau bisa langsung mengambil dari wajan.

Konsep yang diusung adalah prasmanan sehingga pengunjung dapat dengan bebas mengambil nasi dan lauk yang diinginkan sepuasnya. Sambil mengambil makanan, pengunjung juga dapat melihat proses memasak karena berada persis di samping tempat makanan berjajar.

Seluruh proses memasak masih menggunakan cara tradisional dengan tungku kayu sehingga ini menjadi pemandangan yang sangat unik dan berbeda. Menu makanan yang disediakan pun berubah-ubah setiap harinya.

Untuk rasa tidak perlu di pertanyakan lagi, mengusung konsep masakan ndeso, masakan di Geblek Pari benar-benar menyihir pengunjung semakin larut dengan suasana desa yang asri, tentram dan nyaman dengan masakan khas rumahan yang mengingatkan pada masa kecil.

Selain masih menggunakan cara tradisional dalam memasak, Geblek Pari juga ikut berpartisipasi dalam keberlanjutan lingkungan dengan tidak menyediakan plastik sama sekali untuk membungkus makanan. Sehingga untuk dapat membawa pulang makanan, pengunjung harus membawa peralatan makan sendiri.

Seluruh perlatan makan yang digunakan pun tidak ada yang menggunakan plastic mulai dari sendok, garpu, piring, dan gelas semuanya menggunakan bahan stainless.

Geblek Pari Nanggulan menyuguhkan pemandangan indah hamparan sawah yang luas dan berbagai macam wisata kuliner khas pedesaan membuat banyak orang kembali ke Geblek Pari untuk sekedar melepas penat ataupun bersepeda.

Tidak heran setiap akhir pekan, Geblek Pari selalu ramai dikunjungi pesepeda dari berbagai kalangan untuk menikmati udara bersih dibalut suasana desa sambil bersepeda di pagi hari dilanjutkan dengan berburu kuliner pedesaan.