“Jika surga adalah the last destination yang benar-benar kalian inginkan, maka kejarlah. Berlarilah dengan fokus tanpa memperhatikan lawan kalian yang berada di belakang ataupun di samping. Jika kalian melihat seorang gay, tetaplah fokus pada jalur kalian. Maaf, mereka tak gila fantasi surga seperti dirimu. Gay tak butuh surga, maka berhentilah berceramah menggunakan dalil suci mu”

Keberagaman yang dimiliki oleh negara Indonesia merupakan salah satu kekayaan yang tak tertandingi nilainya. Walau negeri ini hingga saat ini belum mampu menaikkan sebuah roket atau menciptakan sebuah robot canggih, namun ia tetaplah negara yang mengagumkan. Hidup berdampingan dengan berbagai macam perbedaan merupakan suatu point plus yang tak akan pernah ditemukan di negara lain.

Sayangnya, meskipun negeri ini dianugerahi kekayaan alam yang melimpah. Kekayaan nurani masyarakatnya masih tergolong sangat rendah sekali. Mereka selalu merasa berada pada posisi manusia yang paling pintar and another people? they will never be better than us. Mereka selalu merasa bahwa dirinyalah yang pantas masuk surga. Sehingga paling pantas untuk memberikan kultum ataupun ceramah singkat terhadap orang lain.

Mereka merasa memiliki ilmu yang paling tinggi, sehingga dengan kebanggaan itu mereka merasa telah memiliki hak untuk menghakimi orang lain. Merasa menjadi manusia normal, namun kelakuan dan isi otaknya terkadang tak pernah menggambarkan seorang manusia normal. Gay mereka anggap penyakit, lantas bukankah otak dan nurani mereka juga sedang sakit?

Gay mereka anggap sebagai perilaku menyimpang. Gay merupakan penyakit yang dapat menular kepada orang lain. Astaga maaf, jika suami dan anak anda tidak punya gen untuk mencintai sesama jenis, maka mereka tidak akan pernah tertarik untuk mencumbui bibir sesama jenisnya. Lucu bukan? Mereka terlalu membenci, sehingga Gay selalu menjadi kambing hitam.

Mereka menggagap bahwa gay adalah seorang penyebar virus HIV/AIDS. Mohon maaf, bukankah seks lawan jenis juga sama-sama memiliki risiko yang sama untuk terkena penyakit tersebut? Begini. Selama seks itu dilakukan secara sehat, maka penyakit HIV tidak akan pernah menyerang orang lain. Jadi janganlah menjadikan gay sebagai kambing hitam dari penyakit HIV/AIDS.

Mereka mulai membabi buta memasang photo para gay yang telah meninggal karena HIV/AIDS sehingga seolah-olah kaum gay adalah sumber dari penyakit tersebut. Padahal mereka lupa, kasus non-gay pun malah memiliki jumlah yang jauh lebih banyak. Namun sayang, dendam mereka yang terlalu dalam membuat mereka buta hati dan mata.

Jika memang gay adalah manusia yang menjijikkan. Anda tak perlu mengganggunya. Biarkan ia berjalan menuju jalan yang telah ditempuhnya. Jika anda tak ingin melihatnya, janganlah menengok ke arahnya. Teruslah berjalan pada rel yang anda ingin ikuti. Gay tidak akan pernah mengganggu hidup anda. Mereka bukan serigala yang akan memangsa dan menikam dari belakang.

Cukupilah ceramah anda. Jika ceramah itu hanya berisi umpatan dan penistaan terhadap mereka, simpan saja. Jangan buang waktu anda dengan percuma. Lebih baik anda berfokus pada pekerjaan anda masing-masing. Jika anda ingin masuk surga, maka fokuslah untuk mengejar cita-cita yang sangat mulia tersebut.

Jikalau memang gay akan masuk neraka. Maka biarkanlah, itu adalah urusan antara mereka dengan tuhan. Toh, mereka masuk neraka juga tidak akan membawa anda bukan? Lantas mengapa harus panik dan heboh mengurusi hidup mereka. Jangan terlalu dalam mencampuri urusan orang lain, karena kita sendiri tak ingin diganggu hinga ke dalam urusan kamar kita sendiri.

Biarkanlah mereka tenang menjalani hidup mereka sendiri. Biarkan mereka mencintai orang yang mereka cintai. Setiap orang butuh cinta. Dan kita tak bisa memaksa orang lain untuk mencintai orang yang tak dicintainya. Kita adalah sopir untuk mobil kita masing-masing. Jadi janganlah mengurusi mobil orang lain.

Sudahlah kawan. Masalah gay tak perlu kau urus dengan begitu runyam. Biarkan itu menjadi masalah mereka sendiri. Biarkan mereka menikmati hidup mereka dengan cara yang mereka kehendaki. Jika kau ingin surga, rajinlah menyembah kepada Tuhan agar surga itu bisa kau dapatkan. Bukankah mengumpat dan berkata kotor terhadap gay hanya akan membuat mu jauh terhadap gerbang surga?

Sudahlah kawan. Tak perlu kau habiskan banyak waktu untuk membuat ceramah dan petuah yang tak mereka butuhkan sama sekali. Mereka butuh dihargai, bukan dicaci serta dimaki. Jika memang bagimu itu adalah dosa, maka biarkan saja mereka menikmati dosa itu seperti kau menikmati kopi manis di pagi hari. Jika menurut mu mereka tak akan masuk surga, maka biarkanlah mereka menikmati surga dunia itu saja. Tak usah kau gusar atau pusing.

Mereka itu manusia. Mereka punya otak untuk berpikir serta hati untuk merasai. Mereka sudah tahu dengan apa yang sedang mereka kerjakan. Mereka ingin hidup bahagia sama seperti dirimu yang saat ini sedang berpelukan dengan pasangan mu masing-masing. Masalah neraka, biarkanlah itu adalah urusan antara dia dan tuhannya. Bukan antara dia, engkau, dan Tuhan. Cukuplah, mereka juga ingin bahagia dengan bisa merasakan cinta.