2 minggu lalu · 1940 view · 4 min baca menit baca · Olahraga 76352_81736.jpg
Instagram: @gorila.sport

Gambling ala Ketua Umum Persipura

Sebuah meme dengan balasan ribuan likes pada akun instagram @trollfootbal.indonesia memperlihatkan gambar Spongebob memegang dan membaca sebuah kertas bertuliskan “JUARA!”. Di bawah meme tersebut terdapat caption: Lupakan juara Patrick, itu sudah bukan tradisi kita…” 

Meme ini adalah sinisme. Sebab di samping Spongebob, terdapat logo Persipura, salah satu tim besar Indonesia yang lupa segala-galanya hari ini, termasuk lupa bermain indah dan mencetak gol.

Karakter tokoh dalam meme dan caption tepat karena sepenuhnya merepresentasikan orang-orang yang ada di dalam tim Persipura, terlebih pengurus tim. Siapa saja dengan bebas menafsir, siapa sosok Spongebob, siapa Patrick dalam konteks ini?

Kita boleh memasang dan membongkar kecocokan, menerima dan menolak, namun karakter Patrick sepenuhnya mewakili salah satu sosok yang sangat berpengaruh di tim Persipura. Ia adalah Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano (BTM).  

Dalam serial SpongeBob Squarepants, Patrick digambarkan sebagai sosok yang sering menyebabkan atau membuat masalah. Dia sering tidak punya uang, telat mikir, dan terakhir, maaf, ia kelihatan bodoh. Sebagian dari keseluruhan sifat Patrik, dengan sangat terang terlihat, terdapat pada sosok Ketua Umum Persipura saat ini.

Karakter dan kepemimpinan BTM tertradisi dan sangat banyak memengaruhi konsistensi tim saat ini. Seperti Patrick, BTM dan Persipura akhirnya hidup dalam satu kesatuan; banyak masalah, tidak punya uang, telat mikir, dan kelihatan bodoh.


BTM ceroboh. Ia terkesan seperti sedang berjudi (gambling) dengan Persipura yang notabene merupakan tim kebanggaan masyarakat Papua, dan memiliki fans hampir di seluruh Indonesia. Beberapa kasus, dalam memilih pelatih, ia seperti memilih kucing dalam karung. Ia tak pernah melihat track record, prestasi, dan filosofi bermain.

Kita ingat ketika ia memecat Alvredo Vera beberapa hari sebelum liga dimulai, padahal Alvredo Vera berhasil menjuarai TSC. Tidak memanggil kembali Ricardinho yang bermain lebih baik dan turut membawa Persipura menjadi juara TSC tahun 2016. 

Sampai dengan eksodus besar-besaran sebagian skuad muda Persipura beberapa tahun lalu, semua itu dilakukan dan dibiarkan begitu saja tanpa alasan yang jelas. Setiap ketidakpastian hanya menunjukkan bahwa BTM sedang melakukan gambling. BTM lupa, Persipura bukan tim kampung.

Sinisme masih dikirim dari akun yang sama. Walaupun kali ini dengan meme yang berbeda. Sindiran mengenai Persipura masih dilayangkan dengan sebuah gambar tokoh karton superhero dan diberi caption: Pelatih dan pemain asingnya kualitas nomor satu, lawan bisa nahan imbang Persipura itu uda merasa menang cuk, tetapi itu dulu...

@trollfootbal.indonesia adalah akun dengan pengikut sekitar dua ratus tujuh puluh satu ribu, dan itu tidak penting. Yang penting adalah meme yang dibagikan telah menjadi pengingat bahwa inilah kondisi Persipura saat ini. Seperti kata Spongebob, dalam meme: Lupakan juara Patrick, itu sudah bukan tradisi kita…

Bisa dipastikan, meme seperti ini tak terjangkau oleh Ketua Umum Persipura. 100% BTM tak membaca. Akun @trollfootbal.indonesia terlalu jauh. Yang sederhana, membaca komentar Persipura Mania di kolom komentar akun resmi Persipura saja barangkali tidak pernah. Itulah mengapa BTM sama sekali tidak memahami psikologi, rasa kecewa, dan emosional pendukung tim Mutiara Hitam di Indonesia, khususnya di Papua.

Satu saja, jika BTM membaca komentar pendukung setia tim, kita akan menyaksikan bahwa Stadion Mandala akan kembali penuh, riuh, dan meriah seperti dahulu kala. Tapi selama tribun sepi dan kursi banyak yang kosong, besar kemungkinan ia bukan tipe ketua umum yang membaca kolom komentar timnya sendiri. Percaya, ia bukan pembaca yang baik.

Ini juga yang akhirnya membuat banyak orang bertanya-tanya: jangankan membaca, memiliki akun IG saja mungkin tak punya.

Atas kepastian tim memulai dengan ketidakpastian, bahkan jauh di luar jalur juara, BTM sekali lagi terkesan seperti sedang berjudi. Tentu ini bisa dibantah dengan berbagai argumen, tetapi sebagian tetap menganggap demikian.


Sepanjang sejarah, BTM satu-satunya Ketua Umum dengan banyak pelatih dan sedikit gelar. Pendekatannya dari tahun ke tahun sama, mencari dan memilih pelatih seperti memilih kucing dalam karung. 

Ekspektasi tinggi. Ketika hasil tak maksimal, pelatih dievaluasi lalu diganti. Ini pola yang terus terjadi. Seperti sesuatu yang lebih profesional tak ditunjukkan. Ia ingin segalanya instan.

BTM akhirnya konsisten bahwa ia adalah Ketua Umum paling tidak konsisten dalam sejarah klub. Ia membiarkan generasi emas tim pergi dan berlalu begitu saja tanpa satu visi besar untuk memenangkan titel juara. Ingat, juara itu harga diri Persipura.

Persipura, beberapa tahun belakangan, berada di persimpangan jalan. Sebagai Persipura mania, kita menangis melihat tim besar di tangan sekumpulan orang yang salah. 

Di tangan mereka, di rumahnya di Mandala, Persipura kadang menyelesaikan sembilan puluh menitnya dalam kesepian dan tanpa dukungan. Tim ini seperti lupa untuk bermain indah dan kehilangan cara untuk memperoleh kemenangan.

Ketika Boaz Salossa dipuji sebagai Seniman Sepak Bola Indonesia oleh Rahmad Darmawan, maka BTM tidak lebih dari seorang vandalis. Ia merusak seni bermain sepak bola yang indah, yang telah dibangun oleh Boaz dkk lebih dari satu dekade dengan kepemimpinan dan intervensi yang miskin visi dan kreasi untuk membuat mutiara hitam menjadi tim besar.

Lalu pada akhirnya, selama BTM tidak mengubah pendekatannya terhadap Persipura, untuk selamanya ia akan seperti Patrick dalam serial karton Spongebob Squarepants: ceroboh, membuat tim menjadi bermasalah, dan tak punya uang.

Sebuah pengingat untuk BTM di awal liga Shopee. Semoga tahun 2019 bukanlah kuburan yang akan menguburkan Persipura ke Liga 2 dan menahbiskan dirinya menjadi Ketua Umum pertama tersukses untuk hal itu.

Dan dari semua itu, ada keyakinan lain: BTM bukanlah seorang Persipura Mania, titik! Ia dengan tegas membuat kita rindu akan MR Kambu, sosok Ketua Umum sebelumnya yang telah membesarkan tim ini, lebih dari Ketua Umum mana pun; yang membuat orang Papua bangga dengan Persipuranya.

Semoga BTM sadar dan berubah!

Artikel Terkait